Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 41


__ADS_3

" Mama.... ".


" Sayang.. ". Risa memeluk tubuh mungil putri kecilnya yang sudah lama dia rindukan. Begitupun dengan Kinar yang juga terlihat sangat merindukan mama barunya itu.


" Mama, Kinar kangen banget sama mama". Ucap Kinar.


" Mama juga kangen banget sama anak mama yang cantik ini". Balas Risa.


" Eheemm. Mentang-mentang punya mama baru jadi papa nya di lupain nih". Ungkap Kevin dengan nada sedih.


Kinar pun melepaskan pelukannya dan berganti melihat papanya yang sudah berdiri di depannya.


" Ooh iya lupa, lagian kalau papa udah biasa ninggalin Kinar berhari-hari. Jadi udah terbiasa deh". Jawab Kinar dengan polosnya.


" Jadi sekarang hanya mama Risa saja nih yang di kangenin sama putri papa". Tanya Kevin.


" Kangen papa juga kok, tapi sedikit. Lebih banyak ke mama Risa. " Jawab Kinar.


Risa, Mami Ratna dan papi Arya pun tertawa mendengar perdebatan pasangan ayah dan anak itu.


" Sudah, sudah, sekarang kita pulang dulu Kinar. mama Risa pasti capek habis perjalanan jauh". Ucap Mami Ratna menghentikan percakapan mereka.


**

__ADS_1


" Bagaimana Vin, Ris, apakah perjalanannya menyenangkan? ". Tanya papi Arya memulai percakapan di dalam mobil.


" Iya pi, makasih ya pi, mi, untuk kadonya. Semuanya sangat berkesan untukku dan juga Risa" . Jawab Kevin.


" Sama-sama Vin". Jawab mami Ratna dan papi Arya bersamaan.


" Mi, pi, apa kado sebuah Hotel itu tidak berlebihan untuk Risa? ". Tanya Risa.


" Tentu saja tidak sayang, papi dan mami sudah menyiapkan itu jauh hari sebelum kalian bertunangan. " Jawab Mami Ratna.


" Sebelum bertunangan? ". tanya Risa heran.


" Iya sayang, sejak saat Kevin membawa kamu menemui kami untuk pertama kali, kita udah yakin kalau kamu adalah jodoh terbaik yang di siapkan Tuhan untuk masuk ke keluarga kami. Maka dari itu kami selalu meminta Kevin untuk segera melamar kamu". Terang mami Ratna.


" Karena kamu berbeda dengan gadis-gadis lain yang mendekati Kevin, kamu begitu sederhana dan tulus menyayangi Kinar juga. Selama ini Kinar selalu tidak setuju dengan semua gadis yang mendekati papanya. Tapi begitu dia bertemu denganmu, dia langsung bisa akrab dan bahkan meminta sendiri untuk menjadikanmu sebagai mama sambungnya". Jawab Mami Ratna.


" Itu sebabnya yang membuat kami dan juga Kevin semakin yakin bahwa kamu adalah orang yang paling tepat". Lanjut Mami Ratna.


" Terima kasih ya pi, mi, atas kepercayaan nya pada Risa. Risa akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk Kinar nantinya. Dan tolong bantu dan bimbing aku selalu mi ". Ucap Risa sambil memeluk Mami Ratna dan juga Kinar.


*


*

__ADS_1


Mobil kini sudah memasuki pelataran rumah milik Kevin. Para asisten rumah tangga sudah menunggu di depan untuk membantu membawakan barang bawaan mereka.


" Ayo Ris masuk dulu, biar nanti barang nya di bawa sama pak Rahmat". Mami Ratna pun menggandeng tangan Risa dan membawanya masuk ke dalam rumah.


" Kamu mau istirahat dulu atau makan dulu Ris? ". Tanya mami Ratna.


" Aku bersih-bersih dulu deh mi, sekalian juga sama Kinar". Jawab Risa.


" Kinar biar sama mami dulu hari ini Ris, kamu sama Kevin aja, Dia juga pasti lelah. Kalau sudah waktunya makan malam nanti mami panggil". Ucap mami Ratna.


" Kinar mau sama mama oma, Kinar masih kangen". Ucap Kinar sambil terus memeluk Risa.


" Kinar sayang, mama masih capek habis perjalanan jauh. Biarkan mama istirahat dulu ya, Kinar Oma temenin. Nanti kalau mama udah gak capek Kinar boleh sama mama lagi". Bujuk mami Ratna.


" Gak papa mi, biar Kinar sama Risa aja". Ucap Risa yang tak tega melihat Kinar merengek.


" Kinar sama Oma aja ma, tapi nanti kalau mama udah gak capek, temenin Kinar main ya". Ujar Kinar pada akhirnya.


" Iya sayang, nanti pasti mama temenin. mama ke atas dulu ya sayang". Jawab Risa.


Setelah drama yang terjadi antara dirinya dan Kinar tadi, kini Risa sudah berada di dalam kamar Kevin dan juga sudah menjadi kamar pribadinya juga.


Setelah selesai mandi, dia membuka lemari dan mendapati bahwa di dalam sana sudah tersusun rapi pakaian yang begitu banyak. Dia sempat heran karena merasa itu bukan pakaiannya. Saat dia masih termenung, seseorang memeluknya dari belakang yang membuatnya kaget.

__ADS_1


__ADS_2