Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
17


__ADS_3

"Apaaa...!!! " jawab mereka serempak.


"kok mendadak banget sih ris? Lo gak lagi ada masalah sama kerjaan kan? " tanya cika yang kaget dengan penuturan risa.


"Nggak kok, gue gak ada masalah apapun sama kerjaan" jawab risa.


"Terus kenapa lo mau resign ris? mendadak lagi" cecar roy.


"Atau jangan-jangan lo mau nikah lagi makanya resign?" Tebak sonia.


"Haaah.. hemmm I itu anu". jawab risa gugup sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Beneran ris tebakan sonia kalau lo resign karena mau nikah?" Tambah cika.


Risa merasa bingung harus menjawab apa karena dia awalnya belum mau mengungkapkan rencana pernikahannya. Tapi apa mau di kata, Teman-teman nya sepertinya sudah curiga. mau tak mau dia memang harus memberi tahu teman satu divisinya tersebut.


"Iya, gue mau nyiapin acara pernikahan. makanya gue resign besok biar pak tirto nggak ngasih pekerjaan baru buat gue. karena rencananya minggu depan gue udah berhenti" jawab risa jujur pada akhirnya.


Semua teman risa merasa bahagia atas kabar pernikahan risa ini hingga mereka memberi selamat kepada risa secara bergantian.


"Selamat ya ris"


"Gue gak nyangka lo bakal nikah secepat ini"


"Jangan lupain kita-kita ya ris kalau lo udah nikah"


"Iya, kita harus kumpul bareng lagi kalau ada waktu". Semua tampak antusias dengan berita risa ini.


" Kalau lo perlu bantuan buat nyiapin acara lo, kita pasti bantu sebisa kita ris. jadi lo gak usah sungkan buat minta bantuan kita" ucap sonia tulus dengan di jawab anggukan oleh yang lain.


"Makasih ya semuanya, gue gak akan lupain kebaikan kalian semua" Risa terharu dengan perhatian teman satu divisinya tersebut. meskipun mereka belum lama berteman tapi mereka begitu baik menerima risa sebagai kawan.


"Kapan hari-H nya ris?" tanya diki.


"kalau tidak ada halangan rencananya bulan depan. nanti aku kasih undangannya buat kalian semua"


"Udah dulu bahasnya, dah waktunya jam kerja nih, mau kalian di kasih sp 1 sama pak tirto" salsa yang diam saja dari tadi mulai bicara menyadarkan teman-teman nya.

__ADS_1


"kalian itu mau kerja atau mau ngerumpi? ini kantor tempat orang bekerja. kalau mau ngerumpi sana ke kafe, gak usah kekantor". ucapan pak tirto itu pun terngiang kembali di benak mereka.


Mereka pun kembali ke meja kerja masing-masing dan menyelesaikan pekerjaan mereka sebelum pak tirto datang menegur mereka.


Setelah lelah berada di depan komputer, risa bermaksud ke pantry untuk membuat kopi guna menghilang kan rasa kantuknya. dia pun segera berdiri dari kursinya dan menawari teman-teman nya apakah ada yang mau di bikinin sekalian.


"Ada yang mau kopi gak, sekalian gue bikinin" tanya risa.


mereka semua menolak tawaran risa dengan alasan sudah minum tadi pagi atau sudah minta pada OB. hanya salsa yang mau di bawakan risa.


"Gue mau ris, biasa ya" jawab salsa.


"Oke" jawab risa sambil berlalu keluar menuju pantry.


Saat sudah selesai membuat dua cangkir kopi untuk dirinya dan salsa, risa cepat berlalu menuju ruangannya kembali. Tapi di tengah jalan, tak sengaja ada orang yang menabraknya.


"Aauuu panas" teriak orang itu sambil mengusap bajunya yang sedikit terkena cipratan kopi risa.


"Kalau jalan pake mata dong, tau gak lo kalau baju gue ini limited edition dan sudah pasti harganya mahal". cecar wanita dengan gaun yang kurang bahan menurut risa itu.


Saat perempuan itu mengangkat wajahnya, betapa terkejut nya risa bahwa perempuan itu adalah kekasih Toni yang waktu itu bertemu dengannya.


"Fel, kamu gak papa kan" ucap gadis di samping feli sambil mengelap baju feli dengan sapu tangan.


"Aah sialan, lo tau gak kalau gue mau ketemu sama ceo dirgantara group buat tanda tangan kontrak iklan. lo malah merusak penampilan gue. awas saja ya, gue bakal suruh mereka buat pecat kamu sekarang juga". ucap feli dengan sombongnya.


" kenapa lo nyalahin gue? kan lo sendiri yang jalannya meleng dan nabrak gue" bela risa.


"Enak saja lo pake nyalahin gue lagi. jelas-jelas lo yang iri sama gue karena udah berhasil merebut hati Toni"


"Ambil saja noh lelaki buaya macam Toni, gue dah gak butuh"


"Ayo fel, kita ke kamar mandi buat bersihin baju kamu. kita dah di tunggu pak bayu di ruangan nya" Saat feli mau membalas ucapan risa, perempuan di sampingnya segera menyadarkan kalau dia sedang ada janji temu dengan asisten pribadi CEO di sini.


"Awas kamu ya, gue bakal buat perhitungan sama lo nanti" ancam feli sambil berlalu menuju kamar mandi.


"Dasar orang aneh, sial banget sih gue ketemu sama si lampir itu lagi" Risa yang sudah duduk kembali ke kursinya mengumpat kesal pada feli.

__ADS_1


"Mana kopinya woy, katanya mau bikinin kopi. lah ini dateng-dateng gak bawa kopinya malah ngomel-ngomel gak jelas". cerca salsa.


" Gue tadi gak sengaja nabrak pacarnya si Toni di depan dan kopi gue tumpah" jawab risa dengan jengkel.


"Haaah? Toni mantan kamu itu? " tanya salsa kaget.


"iya, emang Toni yang mana lagi selain cowok kampret itu"


"Lo ketemu sama cewek yang waktu itu kita pergokin dia lagi selingkuh itu? "


"Bukan, ini pacar barunya. kemarin gue gak sengaja ketemu dia lagi jalan sama Toni di mall. mana dia ngata-ngata in gue lagi, sebel banget"


"Harusnya lo siram aja tu cewek pake kopi lo"


"Pengennya sih gitu, tapi gue gak mau bikin onar di kantor". jawab risa sebal membayangkan wajah nyolot si feli.


" Dia ngapain ke kantor kita? dia kerja di sini juga? "


"Dia itu model, katanya mau tanda tangan kontrak buat iklan sama perusahaan kita"


"kenapa gak lo suruh pak kevin buat batalin kontrak saja sama dia, biar tahu rasa tu peremuan edan"


"Iya juga ya, sekali-sekali ngerjain cewek sinting itu gak ada salahnya juga" Risa dengan cepat mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan mengetik pesan pada kevin.


"Eeh tunggu, tapi kalau nanti kevin nanya alasannya apa gue nyuruh batalin kontrak gue jawab apa dong?" Risa yang sadar segera mengurungkan niatnya untuk mengirim pesan pada kevin.


"Yaelah, bilang aja kalau dia yang cari gara-gara sama lo duluan"


Belum sempat risa mengirim pesan, Tiba-tiba pak tirto masuk ke ruangan mereka.


"Ris, kamu di suruh ke ruangan pak kevin sekarang" perintah pak tirto.


"Iya pak" jawab risa segera berdiri den berjalan menuju ke ruangan kevin.


****


Saat sampai di depan pintu ruang kevin, dia pun segera mengetuk pintu dan di persilahkan masuk oleh kevin. Begitu dia membuka pintu, suara teriakan perempuan pun menyambut kedatangan nya.

__ADS_1


"Itu dia pak, yang tadi saya ceritakan. cepat pecat dia sekarang juga... "


__ADS_2