Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 67


__ADS_3

** POV KEVIN **


Sejak kemarin aku melihat tingkah Risa yang tidak seperti biasanya, dia menjadi lebih murung dan banyak melamun. Tapi setiap aku bertanya ada apa, dia selalu menjawab tidak ada apa-apa.


Aku tidak bisa memaksanya untuk mengatakan yang sebenarnya, dan hanya diam sambil mengamati sikapnya yang semakin aneh.


Hingga sore ini, saat kami pulang dari tempat bermain. Aku melihat Risa yang berdiri mematung di depan pintu saat aku keluar dari kamar mandi. Aku melihatnya begitu gugup dan menyembunyikan sebuah amplop coklat dariku.


"Kamu kenapa sayang? " Tanyaku padanya.


Tapi lagi dan lagi dia hanya menjawab tidak ada apa-apa. Setelah aku membujuk nya dengan lembut, dia malah meminta maaf padaku dan menangis. Aku melihat kekhawatiran di matanya.


" Katakan lah sayang, kamu ada masalah apa? " Tanya ku lagi dengan nada yang lebih lembut.


" Maafkan aku mas" Hanya kata itu yang keluar dari mutunya. Aku menariknya ke dalam pelukanku agar dia merasa lebih nyaman.


" Apakah mas akan percaya padaku? " Tanya nya lagi.


Hingga akhirnya dia mengaku padaku dan memberikan amplop itu padaku. Dengan hati berdebar aku membuka amplop itu dan mendapati foto Risa sedang berpelukan dengan seorang lelaki. Aku meremas foto itu sambil menahan emosi yang membara.


" Aku beneran tidak ada hubungan apa-apa dengan Toni mas" Ucap Risa dengan pelan mencoba meyakinkan ku kembali.


Ingin sekali rasanya aku memeluknya dengan erat melihatnya ketakukan dan putus asa seperti itu. Tapi aku masih sedikit ragu dengan kebenaran foto itu.

__ADS_1


Hingga aku tidak tega saat melihat nya mengeluarkan air mata dalam keterdiaman nya. Aku pun menariknya ke dalam dekapan ku dan menghapus air mata yang meleleh di pipinya.


Tangisnya pun semakin kencang saat berada di pelukanku. Dia pun mencurahkan segala ketakutannya jika aku tak percaya padanya.


" Aku takut kalau kamu tidak percaya padaku" Ucap Risa masih sambil dengan terisak.


" Bagaimana mungkin aku tidak percaya padamu sayang" Jawabku dengan tersenyum.


" Terima kasih karena masih percaya padaku mas" Kata Risa dengan tulus.


Risa pun menceritakan semua padaku tentang awal dia bertemu dengan Toni padaku. Aku berfikir dari siapa dia mengetahui keberadaan Risa hingga kamar hotel tempat kami menginap. Pasti ada seseorang yang memang tahu aktifitas ku dan memberikan info padanya.


Fikiran ku pun hanya tertuju pada satu orang, yaitu Rena. Dia pasti tahu tentang kepergianku karena aku sedang bekerja sama dengan perusahaan tempat dia bekerja. Jadi dia pasti tahu saat aku pergi berlibur dengan keluarga ku dan tidak berada di kantor.


" Iya mas, kurasa itu lebih baik. Aku juga takut jika membawa Kinar keluar karena khawatir dia akan mencelakai Kinar ataupun yang lainnya" jawab Risa.


Aku senang karena dia masih memikirkan keselamatan Kinar, Itu juga yang membuat aku yakin jika Risa mengatakan yang sejujurnya padaku.


Setelah aku berpamitan dengannya dan berpesan agar jangan membukakan pintu pada siapapun, aku pun keluar untuk menemui papi. Aku sudah janjian dengan papi untuk bertemu di coffe shop samping hotel. Aku tidak mau jika sampai mami tahu ada yang meneror Risa. Dia pasti akan panik dan langsung meminta untuk pulang.


" Ada apa Vin? " Tanya papi saat kami duduk di cafe.


" Ada yang meneror Risa pi" Jawabku sambil menyerah kan foto yang tadi sempat aku bawa kepada papi. Papi melihat foto itu satu persatu dan terlihat terkejut.

__ADS_1


" Siapa lelaki yang ada di foto ini? " Tanya papi.


" Dia adalah mantan kekasih Risa pi, tapi Kevin yakin Risa tidak ada hubungan apa-apa dengan nya lagi" Aku mencoba menjelaskan sebelum papi menarik kesimpulan sendiri.


" Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? " Tanya papi lagi.


" Entahlah pi, Kevin belum memikirkan nya. Tapi untuk sementara waktu aku menurut Risa agar jangan keluar dulu dari kamar hotel" Jawabku.


" Jangan, itu akan semakin sulit untuk kita menemukan pelakunya" ucap Papi.


" Apa yang harus kita lakukan pi? " Tanyaku pada papi.


" Kita harus beraktivitas seperti biasanya, papa akan menyuruh orang untuk mengintai Risa dari jauh. Papi yakin orang itu pasti akan menemui Risa lagi jika memiliki kesempatan" Saran Papi.


" Jika tiba-tiba Risa mengurung diri di kamar, mereka pasti curiga bahwa kita sudah tahu tentang mereka. Dan yang pasti mereka juga akan lebih berhati-hati dalam bertindak, itu akan semakin menyulitkan kita untuk menangkap pelakunya" Tambah Papi.


Aku hanya menganggukkan kepala mendengar saran dari papi. Tidak salah memang aku membicarakan masalah ini pada papi, karena aku yakin papi pasti bisa memberi solusi yang terbaik.


" Baiklah pi, aku dan Risa akan melakukan semuanya seolah tidak terjadi apa-apa" Ucapku.


" Sekarang kamu kembalilah ke kamar, satu jam lagi kita bertemu di restoran untuk makan malam. Beritahu Risa tentang rencana ini, tapi jangan beri tahu jika papi menyuruh orang untuk memantau dari jauh" Kata papi.


" Iya pi, tolong rahasiakan ini dari mami dan yang lain pi. Kevin tidak mau membuat mereka takut dan khawatir " Pintaku pada papi. Papi hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban.

__ADS_1


Aku dan papi pun segera kembali ke kamar hotel karena tidak mau jika mami sampai curiga.


__ADS_2