
Karena melihat eyang Aretha hanya diam saja, om Alfin pun melanjutkan menghina Risa. Tapi yang tidak dia sadari adalah eyang Aretha diam karena menahan emosi mendengar cucu nya di hina oleh seseorang yang level nya berada jauh di bawah keluarganya.
" Nyonya Aretha, apakah perusahaan anda akan bekerja sama dengan perusahaan mereka yang hampir bangkrut itu? "
" Cukup pak Alfin, siapa yang bilang kalau perusahaan Kevin akan bangkrut? lancang sekali anda bilang kalau Risa itu anak miskin. Berapa banyak uang yang and apunya hingga berani merendahkan cucuku di depan ku? " Teriak Eyang Aretha dengan lantang.
" Sudah Eyang, jangan emosi" Risa mendekat dan menenangkan Eyang nya.
" Tunggu dulu, Eyang maksud nya? Kenapa Risa memanggil nyonya Aretha eyang? " Tanya Om Alfin dengan bingung.
" Risa adalah cucu saya, pewaris dari Narendra corporation. Berani sekali anda bilang kalau Risa itu miskin" Jelas Eyang Aretha.
" Hah!!!?? " Om Alfin masih belum bisa mencerna kata-kata dari eyang Aretha. Dia masih berfikir bahwa apa yang di dengar nya barusan adalah keliru.
" Saya tahu bahwa anda lah yang sudah menyuruh semua klien Dirgantara untuk memutuskan hubungan kerja sepihak. Saya masih belum memberi perhitungan dengan anda tentang itu tapi sekarang anda dengan lancang nya mengatai cucu saya di depan saya sendiri. Aku tidak akan membiarkan seorang pun lepas jika sudah menyangkut tentang keluarga ku" Ucap eyang Aretha dengan lantang.
" Apakah kamu percaya bahwa saya bisa saja mengikuti caramu menghancurkan perusahaan Kevin bahwa lebih parah dari itu" Lanjut eyang Aretha yang membuat om Alfin bergidik ngeri.
Mengetahui bahwa dirinya sedang dalam masalah besar, dia pun segera berlutut dan meminta maaf pada eyang Aretha agar tidak menghancurkan perusahaan nya. Dia tau betul jika Narendra corporation mau, hanya dalam hitungan menit perusahaan nya sudah tidak akan bersisa sedikitpun.
" Tolong maaf kan saya nyonya, beri saya satu kesempatan. Saya akan mengembalikan perusahaan Kevin seperti semula. Saya akan menghubungi semua klien nya dan meminta mereka untuk bekerja sama dengan Kevin lagi. Tapi saya mohon jangan hancurkan perusahaan saya, saya benar-benar tidak tahu jika Risa adalah cucu anda" Om Alfin memohon.
" Saya tidak butuh bantuan mu untuk memulihkan perusahaan Kevin seperti semula, saya bahkan bisa saja membuatnya menjadi lebih besar dari sebelumnya. Bahkan banyak klien yang akan mencarinya bukan hanya dari dalam negeri tapi juga luar negeri " Cibir Eyang.
Om Alfin semakin terpuruk dan menangis meratapi nasib perusahaan dan keluarga nya yang sudah pasti akan hancur. Dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melawan Narendra Corporation, Hartanto group tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan Narendra.
__ADS_1
Keinginan nya untuk menjalin kerja sama dengan Narendra Corporation dan semakin melebarkan sayapnya tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri kini harus pupus. Bahkan dia juga terancam bangkrut karena telah menyinggung keluarga inti dari Narendra.
" Anak sialan itu selalu saja membuat aku dalam masalah, dia bilang Risa hanya anak miskin yang sudah tidak punya ayah. Tetapi sekarang ku tahu bahwa dia adalah pewaris dari keluarga Narendra" Umpat om Alfin.
Pasalnya menurut pengakuan Sofia putrinya, Risa bukan lah apa-apa dan hanya gadis biasa yang datang dari kampung. Bodohnya dia yang percaya saja dengan apa yang di ucap kan Sofia tanpa menyelidiki nya terlebih dahulu.
" Sekarang juga kamu pergi tinggalkan tempat ini dan jangan pernah lagi kembali" Usir eyang Aretha.
" Saya mohon nyonya beri saya satu kali kesempatan" om Alfin masih berusaha memohon ampunan pada eyang Aretha.
" Pergi dari hadapan ku sekarang selagi aku masih memiliki kesabaran" Ucap Eyang Aretha dengan lantang.
Kini kesempatan satu-satunya adalah meminta maaf pada Kevin dan Risa dan memohon dengan merendahkan dirinya di hadapan mereka untuk melepaskan nya.
" Kevin, Risa, om mohon maafkan kesalahan om. Walau bagaimana pun aku masih kerabat dari keluarga almarhum Mona Vin, tolong beri om satu kali kesempatan" ucap om Alfin.
" Dewi " Teriak eyang Aretha memanggil sang asisten.
" Saya akan memanggil keamanan untuk mengusirnya" Ucap Dewi begitu masuk dalam ruangan.
Dewi pasti sudah mendengar apa yang terjadi di dalam ruangan itu, jadi ketika nyonya Aretha memanggilnya dia sudah tau apa yang harus di lakukan nya.
Beberapa menit kemudian tim keamanan sudah tiba di ruangan itu dan menyeret Om Alfin keluar. Alfin masih berteriak memohon belas kasihan dan ampunan dari nyonya Aretha hingga dia menghilang di bawa pergi oleh satpam.
Para karyawan dan staff yang tidak tahu permasalahan nya pun ?memandang heran kepada Alfin yang berteriak histeris dan sedang di seret keluar oleh satpam. Tapi beberapa menit kemudian kronologi kejadian itu pun mulai tersebar dari staff yang ruangan nya berdekatan dengan ruang kerja nyonya Aretha.
__ADS_1
Sontak hal itu pun menjadi geger di kalangan para karyawan yang bekerja di bawah Narendra Corporation, pasalnya cucu dari nyonya Aretha dan calon pemimpin mereka yang baru sedang berada di perusahaan sekarang.
" Emang beneran ya kalau cucu nyonya Aretha sudah datang? " Tanya salah seorang staff kepada temannya.
" Gue denger nya sih gitu, katanya tidak lama lagi dia akan menggantikan nyonya Aretha untuk memimpin perusahaan" Sahut yang lain.
" Siapa ya kira-kira pewaris dari Narendra itu"
" Cewek atau cowok nih "
" Katanya sih ada dua, satu perempuan dan satu laki-laki. Nah yang laki-laki di beri perusahaan yang ada di Surabaya sedangkan adiknya yang akan menjalankan perusahaan ini" Jawab yang lain nya.
" Udah nikah belum ya, siapa tahu ada kesempatan" ucap seorang staff pria.
" Jangan kebanyakan mengkhayal kamu, mana mau dia sama kamu yang cuma staff biasa gitu" jawab staff perempuan yang lainnya.
" Suaminya pasti juga orang kaya yang paling tidak setara dengan keluarga Narendra"
" Siapa bilang, kalian tahu Dirgantara Group gak?"
" Kayak pernah dengar nama itu deh"
" Kenapa emang dengan Dirgantara Group? jangan bilang kalau pemilik nya adalah suami dari cucu nyonya Aretha? "
" Yups, CEO dari Dirgantara Group adalah suaminya"
__ADS_1
" Beruntung banget sih itu orang bisa menjadi menantu keluarga Narendra yang kekayaan nya gak akan habis tujuh turunan" Ucap seorang Staff dengan penuh iri.
" Kalian semua sudah bosan bekerja di Narendra Corporation. Kalian semua itu di gaji untuk bekerja, bukan untuk bergosip di sini" Terdengar suara lantang dari arah belakang mereka.