
"Sayang, aku bisa jelasin. ini semua tidak seperti apa yang kamu fikirkan". Kevin menepis perempuan itu dari pelukannya dan berjalan ke arah risa dan menggenggam tangannya.
" Apa yang salah dengan fikiran saya mas. aku sudah cukup melihat semua dengan jelas". ucap risa datar dengan menahan agar air mata itu tak jatuh di depan mereka. dadanya terasa begitu sakit, seperti di hujam dengan ratusan anak panah.
"Bukan seperti itu ris, ini hanya salah paham saja. Bella hanya datang kemari untuk.. ". Belum sempat kevin menyelesaikan kalimatnya, risa sudah menyelanya.
" Ooh jadi perempuan itu bernama bella. dia cantik mas, serasi sekali denganmu. kalau begitu aku pergi dulu maaf kalau sudah mengganggu waktu kalian". Risa segera menepis tangan kevin dan berlalu pergi.
Tapi belum sempat dia melangkahkan kaki, kevin sudah lebih dulu menarik tangannya dan membawanya ke pelukannya. Sekuat tenaga dia berusaha melepaskan diri dari pelukan kevin, tapi bukannya terlepas kevin malah semakin erat memeluknya. Air matanya pun luruh juga, dia lepaskan semua sakit di hatinya dengan derasnya air mata yang membasahi pipinya.
"Sayang, kenapa kamu mengabaikan aku? siapa gadis ini? ". perempuan bernama bella itu mulai bersuara.
" Kau sudah berjanji akan menikahiku, kenapa sekarang kamu memperlakukan aku seperti ini. aku kembali ke indonesia hanya untuk memenuhi janji kita dulu". dia berucap lagi karena tak juga mendapat respon dari kevin.
Risa menoleh ke arah bella, gadis itu bersungut dan menghentakkan kakainya karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari kevin.
"Kevin....!!! ".
" Cukup bella, sudah berapa kali lagi aku bilang padamu kalau kisah kita sudah berakhir 6 tahun yang lalu". Teriak kevin.
"Aku tahu kamu masih sangat mencintaiku vin, 5 tahun kita menjalin hubungan. Tidak mungkin kamu begitu mudah melupakan aku kan. mona yang menjadi penghalang cinta kita juga sudah mati. tak ada lagi yang bisa memisahkan kita sekarang".
" Diam kamu bel, jangan pernah membawa-bawa nama mendiang istriku. kamu tidak punya hak untuk menyebutnya seperti itu. kau fikir aku tidak tahu kalau karir modelmu sudah hancur karena skandal perselingkuhan mu dengan sutradara yang sudah beristri itu. kekasihmu pun juga pergi meninggalkan kamu dengan pacar barunya yang seorang aktris pendatang baru". ucap kevin lantang.
"Sekarang kau dengan mudahnya kembali ke sini dengan alasan menuntut janjiku untuk menikahimu. tidak sadarkah kau bahwa janjiku sudah lama terhapus seiring dengan rasa sakit yang kau torehkan di hidupku. Ku kira kau pergi untuk menggapai mimpimu menjadi model internasional, tapi ternyata kau juga menghianati ku dengan menjalin hubungan dengan fotografer mu itu. 3 tahun aku setia menunggumu seperti orang bodoh, nyatanya semua itu tak ada artinya di hadapanmu". Lanjut kevin.
Sementara bella hanya menangis dalam diamnya mendengar semua penuturan kevin.
"Aku tau telah menyakiti mu vin, aku mohon maafkan aku. berikan aku kesempatan untuk menjadi yang terbaik buatmu. aku janji akan selalu setia padamu". pinta bella.
" Tak ada lagi gunanya kau hadir di kehidupan ku sekarang ataupun 6 tahun lalu saat kau meninggalkanku. tak ingatkah kau aku yang memohon padamu untuk meninggalkan selingkuhan mu itu dan kembali padaku, tapi kau dengan mudahnya mengacuhkan ku dan memilih bersama dengan selingkuhan mu".
"Sejak saat itu hidupku hancur, saya merasa Tuhan tak adil padaku. tapi ternyata aku salah, Tuhan memberikan seorang bidadari tak bersayap sebagai penggantimu. sekarang aku bersyukur karena tak jadi menikah dengan mu. meskipun mona sudah tak ada lagi, tapi kini Tuhan juga sudah menggantikannya dengan bidadari yang lain".
" Aku sudah akan menikah dengannya, aku mohon dengan sangat padamu untuk terakhir kalinya, tolong jangan ganggu kebahagiaanku. sekarang kau boleh keluar dari kantorku dan jangan pernah muncul lagi di kehidupan ku ". Ucap kevin tegas.
" Aku tidak Terima dengan semua perlakuanmu ini vin. ingat, suatu saat aku akan membalaskan dendam ku ini padamu". Ancam bela lalu pergi meninggalkan ruangan kevin.
Sepeninggal bella dari sana, kevin pun melepaskan risa dari pelukannya.
"Kamu sudah dengar sendiri kan ris, siapa bella sebenarnya. Aku mohon jangan pernah meninggalkanku. aku tak mau lagi kehilangan seseorang yang begitu berarti di hidupku". ucap kevin pelan sambil membelai pipi risa.
__ADS_1
" Maafkan aku ya mas karena sempat tak percaya padamu. Aku terlalu emosi tadi saat melihat kamu dan perempuan itu berpelukan karena aku cembu... ". Belum sempat risa menyelesaikan kalimatnya, dia segera membekap mulutnya karena menyadari sudah salah bicara. sementara kevin hanya tersenyum mendengar risa yang cemburu.
" Kenapa tidak di lanjutkan sayang? kamu cemburu melihat aku dengan bella? kau begitu terpesona padaku ya sekarang? ". goda kevin
" Apa sih mas, nggak kok". jawab risa menyembunyikan rasa malunya.
"Hayo lah jujur saja sayang, aku senang kok kalau kamu cemburu seperti tadi. karena itu artinya kamu juga mencintaiku".
" Oh ya, kamu bawa apa itu sayang?". tanya kevin saat melihat kotak yang di bawa risa.
"aku bawain makan siang buatmu mas, tapi sepertinya sudah hancur karena terjatuh tadi". jawab risa.
" coba lihat sini"
risa pun menyerahkan kotak itu pada kevin.
"Hemm sepertinya enak". ucap kevin saat membuka kotak bekal itu.
" Itu sudah hancur mas, aku pesankan saja di kantin ya atau kita makan di luar saja".
"Gak perlu sayang, ini juga masih terlihat enak kok. aku tidak mau mensia-sia kan masakan buatan calon istriku yang cantik ini"Risa hanya tersenyum mendengar ucapan kevin.
" Kamu sudah makan sayang?"
" Yaudah sini aku suapin, kita makan bareng".
"Aku makan sendiri saja mas".
" Ayolah sayang, ada kalanya kita menikmati waktu pacaran kita seperti pasangan yang lainnya. salah satunya dengan menyuapi makan". Risa pun mengangguk lalu mendekat agar memudahkan kevin saat menyuap kan nasi ke mulutnya.
Lima belas menit mereka habiskan untuk menikmati makan siang sederhana mereka bersama. Dengan di selingi senda gurau mereka.
"Kamu ke sini naik apa sayang? " tanya kevin saat keduanya sudah menghabiskan nasi beserta lauknya yang di bawa risa.
"Aku naik mobil".
" Nanti mobilnya di tinggal sini saja ya, kita pulang bersama".
" Kayaknya gak bisa deh mas, aku mau ke butik sebentar lagi buat fitting baju".
"kalau begitu aku antar sekarang"
__ADS_1
"Kamu gak ada kerjaan emang?".
" Hari ini tidak ada janji dengan klien, jadi aku bisa meninggal kan kantor dengan cepat. Semua pekerjaan bayu bisa mengatasinya".
"Gak papa kamu selesaiin aja dulu pekerjaan kamu, aku tungguin. aku juga masih ingin mengobrol dengan Salsa dan juga yang lainnya".
" Tidak bisakah kau menemaniku bekerja di sini? ". pinta kevin dengan wajah lucu yang membuat risa gemas.
" Hahaha yang ada malah gak akan selesai nanti pekerjaanmu kalau aku di sini terus".
"Hemm baiklah kalau begitu, setelah selesai aku akan langsung menjemputmu di ruang kerjamu dulu".
.
.
.
Kini risa sudah berada di ruang kerja lamanya, duduk di kursi kerjanya yang belum ada penggantinya. sesekali bercengkrama dengan Salsa dan yang lainnya.
Pukul Tiga sore kevin sudah selesai dengan semua pekerjaannya. Dia pun bergegas turun ke bawah untuk menemui risa.
"Selamat sore". sapa kevin saat masuk ke ruang divisi marketing.
" Sore Pak kevin". Jawab Salsa dan yang lainnya.
"Aku bawa calon istriku dulu ya, Terima kasih sudah menemaninya ngobrol". ucap kevin lagi.
" Iya Pak sama-sama".
"Yaudah sa, gue pulang duluan ya. Bye semua". Risa melambaikan tangan pada kawannya dan di balas lambaian tangan juga.
Sepanjang jalan menuju loby kevin selalu merangkul pundak risa, membuat semua karyawan yang melihat begitu terkejut.
Bisik-bisik umpatan dan hinaan yang tunjukkan pada risa. kevin melirik Risa yang semakin menundukkan pandangannya.
"Jangan menundukkan pandanganmu pada mereka semua, aku tak suka itu. seharusnya mereka yang menundukkan pandangan dengan hormat melihat ke arah mu". Risa pun mengangkat wajahnya dan menatap kevin yang tersenyum padanya membuat dia sedikit merasa lega.
Kevin berjalan ke arah kerumunan itu dan melemparkan undangan pernikahannya pada mereka.
"Risa adalah calon istriku, jadi jangan berani-berani kalian membicarakan hal yang tidak-tidak mengenai dia" Bentak kevin membuat siapa saja yang mendengarnya bergidik ngeri.
__ADS_1
"