
Hari ini adalah hari terakhir Risa dan yang lainnya berada di Bali, Kinar mengajak ke wahana bermain air yang terkenal di Bali. Awalnya Kevin keberatan membawa Risa dan Kinar ke tempat yang ramai seperti itu. Tapi akhirnya setuju karena permintaan Risa dan tidak tega melihat Kinar yang terus merengek meminta ke sana.
" Kinar harus janji tidak boleh main terlalu jauh dari papa atau pun yang lain" Pesan Kevin pada Kinar.
" Oke papa, Kinar janji akan selalu bersama dengan papa dan mama" janji Kinar.
" Baiklah, kita pergi ke sana sekarang" Kata Kevin.
" Yeayyyy, Terima kasih mama, papa" Teriak kinar sambil memeluk Kevin dan Risa.
Kevin, Risa dan Kinar pun berangkat bertiga saja karena mami,papi dan mama Sinta ingin istirahat saja di hotel. Mereka ke tempat tujuan segera agar tidak kesiangan. Kinar nampak begitu gembira karena keinginan nya untuk bermain air akhirnya terwujud.
Selama perjalanan tidak henti-hentinya Kinar berceloteh dengan riang, Kevin hanya tersenyum melihat Risa dan Kinar bercanda dan dia fokus menyetir mobil.
" Yeayyy kita sudah sampai" Teriak Kinar saat mobil sudah memasuki area parkir wahana.
Kinar langsung membuka pintu mobil dan turun begitu Kevin selesai memarkirkan mobilnya. Risa segera turun dan menyusul Kinar yang sudah turun terlebih dahulu.
" Kinar sayang, tunggu mama sama papa. Jangan lari-lari nanti jatuh" Teriak Risa saat melihat Kinar berlari.
Kinar pun berbalik dan menghampiri Risa yang masih berdiri di samping mobil, sedangkan Kevin masih sibuk mengambil tas yang ada di bagasi.
" Cepetan papa, Kinar sudah tidak sabar buat main air" Teriak Kinar dengan tidak sabar.
" Sebentar Kinar, papa masih ngambil tas itu" Ucap Risa sambil.
Setelah Kevin menutup pintu bagasi, dia pun menyusul Risa dan Kinar lalu mereka pun berjalan bersama. Kevin membeli tiga tiket masuk di loket untuk mereka bertiga lalu mengajak Risa dan Kinar masuk setelah memberikan tiket pada petugas yang berjaga.
Setelah berganti pakaian, Kinar menarik tangan Risa untuk bermain di wahana yang tersedia di sana. Sedangkan Kevin memilih duduk di kursi yang di sediakan di sana sambil tetap mengawasi Risa dan Kinar yang bermain dengan riang.
__ADS_1
Satu jam berlalu dan Risa sudah mulai kelelahan, tetapi Kinar masih semangat untuk bermain.
" Kita istirahat dulu yuk sayang, mama capek banget nih" Ucap Risa pada Kinar.
" Mama istirahat aja, Kinar masih pengen main" Jawab Kinar masih tidak mau beranjak dari tempatnya.
" Baiklah, Kinar di sini saja jangan ke mana-mana. Mama akan panggil papa buat nemenin Kinar" Kata Risa lagi.
" Oke mama" Jawab Kinar sambil menautkan jarinya membentuk huruf O.
Risa pun menghampiri Kevin yang sedang duduk di kursi, dia tidak lagi melihat ke arah Kinar dan terus berjalan membelakangi Kinar.
" Mas, temenin Kinar main dong. Aku capek banget nih" Ucap Risa saat sampai di depan Kevin.
" Baik lah sayang, ini mas sudah pesenin minum dan camilan. Kamu istirahat saja dulu biar mas akan menemani Kinar" Kata Kevin sambil beranjak dari tempat duduknya.
Tapi saat dia melihat sekeliling, Kevin tidak melihat keberadaan Kinar. Dia pun bertanya kepada Risa dimana tadi dia meninggalkan Kinar.
" Itu mas dekat pancuran... " Jawab Risa sambil menunjuk ke arah dia terakhir kali meninggal kan Kinar. Tapi betapa terkejutnya dia saat tidak menemukan sosok Kinar di tempat itu.
" Mas, tadi aku meninggalkan Kinar di sana, kenapa tidak ada" Ucap Risa dengan panik.
" Tenang sayang, kita cari dulu ke sana. Mungkin dia sedang bermain ke suatu tempat" Kata Kevin berusaha menenangkan Risa.
Kevin sebenarnya pun panik karena tidak melihat keberadaan Kinar, tapi dia tidak mau menunjukkan kepanikan nya di depan Risa. Mereka pun segera berpencar mencari keberadaan Kinar ke semua sudut kolam.
" Kamu ke arah sana sayang, mas akan ke situ" Kata Kevin kepada Risa sambil menunjuk kan arah dengan jarinya. Risa pun menganggukkan kepala dan segera berjalan ke arah yang di tunjuk Kevin sembari memanggil nama Kinar.
" Kinar... Kinar sayang, kamu di mana? " Teriak Risa sambil terus berjalan berkeliling.
__ADS_1
Setengah jam mereka mencari keberadaan Kinar tapi tak menemukan nya. Risa dan Kevin pun mulai panik karena takut terjadi sesuatu pada Kinar.
" Kemana Kinar mas, kenapa dia tidak ada di semua tempat" Ucap Risa sambil menangis karena khawatir.
" Tenang sayang, kita lapor ke petugas keamanan agar mereka dapat membantu mencari keberadaan Kinar" kata Kevin sambil memeluk Risa dan menenangkan nya.
" Harusnya tadi aku tidak meninggalkan Kinar sendiri mas, Maafkan aku. Aku sudah ceroboh karena lalai menjaga Kinar" Risa mulai menangis tersedu-sedu dalam pelukan Kevin.
" Ini bukan salah kamu sayang, kamu tenanglah. Kinar pasti ketemu, sekarang kita lapor ke petugas di sana" Dalam hati Kevin sudah sangat gelisah dan khawatir. Tapi dia mencoba tegar agar Risa tidak semakin panik. Mereka berdua pun berlari ke kantor penjaga untuk melaporkan kehilangan Kinar.
" Selamat siang Pak, ada yang bisa kami bantu? " Tanya petugas saat Kevin dan Risa tiba di sana.
" Kami mau melaporkan kehilangan putri kami pak" Jawab Kevin.
" Kapan tepatnya bapak dan ibu terakhir kali melihat putrinya? " Tanya petugas itu lagi.
" Setengah jam yang lalu pak, kami sudah mencari ke semua tempat tapi tidak menemukannya" Jawab Kevin lagi,
" Baiklah pak, apakah ada foto dari putri bapak. Kami akan segera mencari dengan semua tim yang ada" Ucap Petugas keamanan.
" Ada pak sebentar" Kevin pun membuka dompet dan mengambil foto Kinar yang ada di sana dan menyerahkan nya pada petugas.
" Mohon tenang ya pak, bu, kami akan segera mencari keberadaan putri anda" Petugas itu pun segera menghubungi semua tim yang ada dan segera mungkin melakukan pencarian dan menutup semua pintu keluar.
" Mas, Kinar kemana mas. Bagaimana kalau sesuatu terjadi pada Kinar " Lirih Risa lagi sambil menangis.
" Tenang lah sayang, kita coba cari lagi bersama-sama" Kevin dan Risa pun mencoba lagi mencari Kinar ke segala arah, tapi tidak membuahkan hasil.
Saat mereka masih mencari keberadaan Kinar, Tiba-tiba saja ponsel Risa berbunyi dan menampilkan notifikasi sebuah pesan dari nomor yang tidak di kenal. Dia pun segera membuka pesan itu, tapi betapa terkejut nya Risa saat melihat gambar yang di kirimkan oleh pengirim yang tidak di kenal itu ke ponselnya.
__ADS_1
" Tidak..... " Teriak Risa.
Dia mungkin akan terjatuh ke tanah jika Kevin tidak sigap menopang tubuhnya yang terjatuh karena lemas.