Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 96


__ADS_3

Risa kini sudah menginjak kan kakinya di dalam sebuah aula yang cukup luas, di sana juga sudah penuh dengan orang yang Risa tebak adalah pemilik jabatan tertinggi di perusahaan ini. Dia jadi semakin gemetar menghadapi begitu banyak orang penting sekaligus.


" Selamat siang Bu Aretha" ucap semua yang ada di aula secara bersamaan.


Eyang hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban nya lalu mengajak ku duduk di sebuah kursi yang ada di depan.


" Selamat siang semuanya, hari ini kalian pasti sudah tahu apa tujuan di adakan nya pertemuan ini. Saya akan langsung saja pada intinya untuk mempersingkat waktu. Saya akan memperkenalkan cucu saya Clarissa Maheswari Narendra pada kalian semua secara langsung sekaligus mengumumkan pengunduran diri saya yang akan di gantikan oleh cucu saya Risa. Saya harap anda semua dapat membantu dan mendukung penuh kepemimpinan cucu saya dengan segenap hati seperti yang kalian lakukan pada saya sebelum nya, Terima kasih" Ucap pidato singkat dari eyang Aretha yang di sambut tepuk tangan dari para tamu yang hadir.


Eyang pun mengajak Risa berkeliling untuk memperkenal kan pada dewan direksi dan yang lainnya secara langsung.


" Risa perkenalkan beliau adalah bapak Susantyo, salah satu dewan direksi kita. Beliau memiliki 5% saham di perusahaan kita" Eyang Aretha memperkenalkan kepada seseorang pria paruh baya di hadapan Risa.


" Selamat ibu Risa atas jabatan barunya" ucap pak Susantyo sambil menjabat tangan Risa.


" Terima kasih pak, mohon bantuan dan bimbingan nya untuk kedepan nya" jawab Risa dengan sopan.


" Ini pak Budi, beliau memiliki saham 7% di perusahaan kita".


" Yang ini ibu Stefanie, beliau juga memiliki saham 5%".


" Ini pak Daniel, beliau mempunyai 10% saham. Dan beliau inilah ayah mertua dari pak Roger". Eyang memperkenalkan dengan lelaki yang ternyata ayah mertua dari Roger, kekasih sahabat nya Sonia.


" Ternyata beliau punya cukup banyak saham di sini, pantas saja Roger tidak bisa berkutik saat aku ancam memberi tahu kan masalahnya pada mertuanya" Batin Risa.


" Ini pak Fandi, beliau punya 4% saham"


Risa terus menyalami mereka satu persatu dengan senyum yang mengembang di bibir nya.


" Dan yang terakhir ini kamu pasti sudah tau kan, jadi eyang tidak akan memperkenalkan lagi. Sebetulnya nya saham di sini sebelum nya milik ayah nya, tapi sekarang di berikan pada Agam. Ayah agam punya 10% saham yang sekarang menjadi milik Agam" ucap Eyang Aretha.


" Hai Ris, selamat ya atas jabatan barunya" Agam mengulurkan tangan nya pada Risa.

__ADS_1


Risa ragu-ragu menerima uluran tangan Agam saat mengingat ucapan eyang tempo hari waktu mereka pertama kali bertemu. Tapi pada akhirnya dia menerima uluran tangan Agam dengan sedikit canggung.


" Terima kasih Agam" jawab Risa.


" Agam, bisa tolong eyang tidak? " tanya eyang pada Agam.


" Tentu saja eyang, apa yang bisa saya bantu? " balas Agam.


" Tolong temani Risa berkenalan dengan para direktur dan manager yang datang hari ini, Eyang mau istirahat dulu" ucap Eyang.


Risa sangat terkejut mendengar ucapan eyang nya, dia berfikir mungkinkah eyang nya masih berharap dia dan Agam dapat melanjutkan rencana orang tuanya dulu. Tapi segera di tepis nya dan menganggap eyang nya mungkin benar sedang kecapek'an mengingat beliau sedang tidak enak badan hari ini.


" Baiklah eyang, ayo Risa aku perkenalkan dengan yang lain nya" ajak Agam.


Risa pun mau tak mau mengikuti Agam berkeliling untuk berkenalan dengan para direktur dan manager yang hadir di sana.


Setelah satu jam berkeliling akhirnya acara nya pun sudah selesai. Risa segera kembali ke ruangan eyang nya untuk menemui nya.


" Eyang" sapa Risa saat sampai di dalam ruangan.


" Tadi Risa ke toilet dulu eyang" jawab Risa.


Di dalam ruangan ternyata juga sudah ada Agam, entah kenapa dia masih merasa canggung jika bertemu dengan Agam.


" Agam mau mengajak kita makan siang untuk merayakan serah Terima jabatan baru kamu Ris" kata Eyang.


" Hah!!?? " Risa tidak tahu harus menjawab apa.


Dia takut nanti Kevin akan cemburu dan salah paham jika tahu dia pergi makan siang dengan Agam.


" Kita pergi bertiga kok Risa, nggak cuma berdua saja" Agam segera menjelaskan saat melihat Risa bingung.

__ADS_1


" Tapi Risa... " Belum sempat Risa melanjutkan ucapan nya, eyang Aretha sudah menyelanya.


" Ayolah Risa, tidak baik menolak niat baik orang" bujuk eyang Aretha.


Risa akhirnya pun menerima dengan berat hati karena tidak mau berdebat dengan eyang nya lagi. Mereka pun berangkat ke restoran bersama dengan menggunakan mobil Agam.


Saat Agam membuka pintu mobil bagian depan, Risa segera membuka pintu belakang dan masuk. Akhirnya eyang Aretha lah yang duduk di depan dengan Agam sementara dirinya di belakang.


Selama di jalan Risa hanya diam saja dan sibuk dengan ponselnya untuk berkirim pesan dengan Kevin. Dia juga meminta izin pada Kevin untuk makan siang dengan Eyang dan Agam di luar karena tidak mau Kevin salah paham nantinya.


***


Sesampainya di restoran Eyang beralasan ada janji dengan orang lain dan harus pergi segera. Risa ingin ikut saja dengan eyang nya tapi di larang karena sudah sampai di tempat juga.


" Eyang lupa kalau ada janji dengan seseorang, kalian berdua saja yang makan siang ya Eyang mau pergi dulu". Ucap Eyang dengan tiba-tiba saat sudah duduk di dalam restoran.


" Risa ikut saja dengan eyang ya" Risa juga ingin pergi dari sana karena tidak mau berduaan dengan Agam di sana.


" Kamu di sini saja Risa, kasian kan Agam nggak ada temen nya. Lagian juga sudah sampai kan" Tolak Eyang.


" kalau Risa nggak mau nggak papa Eyang, mungkin lain kali saja kita makan bersama lagi" ucap Agam.


" Jangan gitu dong Gam, kan eyang nggak enak jadinya. Udah biarin aja Risa di sini nemenin kamu, Eyang pergi dulu ya" Eyang pun segera berlalu tanpa menunggu jawaban dari Risa.


Kini risa tidak tahu harus berbuat apa, harusnya tadi dia tidak menerima tawaran makan siang dengan Agam jika hasilnya seperti ini. Agam pun jadi canggung karena melihat wajah Risa yang terlihat tidak suka makan siang dengan nya.


" Maaf ya Ris, saya tidak tahu kalau eyang akan pergi" Agam pun meminta maaf pada Risa.


" Kita bisa pulang saja sekarang kalau kamu merasa tidak nyaman hanya berdua saja dengan ku" Agam berbicara lagi saat melihat Risa tak bersuara.


" Nggak papa, kita makan saja di sini " ucap Risa pada akhirnya.

__ADS_1


Risa begitu tidak menyangka jika Eyang nya bisa meninggalkan nya berdua saja dengan seorang lelaki padahal dia sudah menikah.


" Apa benar eyang masih berharap aku bersatu dengan Agam seperti rencana perjodohan almarhum papa dengan ayah nya Agam? " batin Risa.


__ADS_2