Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
26


__ADS_3

" Pak kevin, tolong maafkan saya karena tak bisa mengajari putra saya itu. tolong jangan pecat saya pak, beri saya satu kali kesempatan".


Ucapan pak susilo tidak hanya membuat seno terkejut, tapi juga toni, Rafa dan tian tak kalah terkejutnya melihat adegan di depan mata mereka itu.


"Aaa apa yang ayah lakukan, mengapa ayah memohon kepada orang ini? ". Ucap seno tak mengerti.


" Breng*** kau anak sia***, cepat kau minta maaf pada pak kevin sekarang juga". Umpat pak susilo pada anaknya.


"Ayah, aku tidak bersalah. dia yang sudah memukul ku duluan kenapa harus aku yang meminta maaf". bela seno sambil menunjuk ke arah kevin. tapi berapa terkejutnya dia saat melihat risa yang berada di pelukan kevin, ada hubungan apa sebenarnya mereka.


" Kau fikir aku tidak tahu kalau kau sudah mengganggu calon istri pak kevin? semua pegawai di sini sudah melihat semuanya". Kali ini kesabaran pak susilo sudah sampai pada batasnya. Dia tidak mau jika sampai di pecat dari sini.


"Di dia calon suami risa? ". Tanya seno dengan bodohnya.


Bukan hanya seno yang yang terkejut, tapi Toni juga tak kalah terkejutnya. Dia cukup tau hanya dari sekali pandang saja jika lelaki yang menolong risa itu bukan lelaki sembarangan. Aura yang di keluarkan nya sungguh membuat bulu kuduk nya berdiri seketika. itu sebabnya sedari tadi dia hanya diam dan tak ikut campur.


"Bu risa, saya mewakili anak saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. aku mohon jangan pecat saya bu". kali ini pak susilo memohon kepada risa.


Sementara risa sendiri masih menangis di pelukan kevin.


" Aku mau pulang saja mas". pinta risa pada kevin.


"Tapi kamu belum makan sayang, kita ke ruangan saja dan makan di sana. aku tidak mau kalau sampai kamu sakit".


" Baiklah". Risa dan kevin pun melangkahkan kaki meninggalkan mereka semua. Tapi saat sampai di depan pak susilo, kevin berhenti sejenak untuk mengatakan sesuatu.


"Masalah ini belum selesai, aku tak akan membiarkan masalah ini begitu saja karena aku tak rela ada yang menyakiti keluargaku.Nanti aku akan membahasnya lagi denganmu". Ancam kevin.


" Dan untuk kalian semua, tunggu saja perhitungan dariku". Toni dan yang lainnya sudah pucat pasi mendengar apa yang di sampaikan kevin.


"Tapi pak saya tidak.. ".Rafa langsung berhenti bicara saat mendapat tatapan tajam dari kevin.


Risa dan kevin berjalan ke lantai dua untuk menuju ruang pribadi kevin. kevin masih merangkul risa dalam pelukannya untuk menenangkan calon istrinya itu.


" Tolong siapkan makanan untuk kami". pinta kevin pada salah seorang pelayan yang di jawab dengan anggukan kepala sopan.


Sementara seno dan yang lainnya masih berdiri mematung di tempatnya melihat kepergian kevin dan risa.


"Awas saja kalau sampai aku di pecat dari sini, aku tidak akan melepaskan kalian semua. terutama kau seno". setelah mengatakan itu, pak susilo pun berlalu pergi dengan emosi.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara kau ton, kau bilang risa masih sendiri tapi nyatanya apa? ". seno melampiaskan semua kekesalan nya pada Toni. Toni yang tidak Terima di salahkan oleh seno pun membalasnya.


" kenapa kau menyalahkan ku? aku kan tidak menyuruhmu untuk menggoda risa. kau sendiri yang suka padanya bahkan sejak kuliah dulu". bela Toni.


"Sudahlah, tak ada gunanya berdebat seperti ini. sekarang kita fikirkan saja bagaimana solusi terbaiknya". ucap tian menengahi.


" Tapi siapa sebenarnya lelaki yang bernama kevin tadi? tak mungkin jika hanya pemilik resto ini saja kan". kali ini Rafa yang berpendapat.


"Coba cari tahu siapa kevin itu sebenarnya". usul tian.


" mau cari tahu kemana? ". tanya seno.


mereka tampak berfikir mencari solusi, Tiba-tiba Rafa berteriak membuat ke tiga nya tercekat.


" aku tahu, kenapa kita tidak tanya saja sama pelayan di sini".


"Ide bagus tuh, kenapa gak kepikiran dari tadi ya". Toni menyetujui.


" Eeh sini kamu pelayan". panggil seno pada salah satu pelayan yang kebetulan lewat.


"Saya mas?". ucap pelayan itu sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Ada perlu apa ya mas?". tanya pelayan itu dengan ragu. pasalanya dia juga sudah tahu tentang insiden yang membuat bosnya itu marah besar.


" kita cuma mau tanya, siapa pemilik cafe ini". tanya Rafa.


" pak kevin mas, yang tadi ke sini menemui mas tadi". jawabnya.


" Itu juga gue dah tau, maksudnya siapa nama lengkapnya si kevin itu". ucap Rafa.


" Ooh itu mas, namanya pak kevin sebastian dirgantara kalau gak salah mas"


"kevin sebastian dirgantara?". tanya Toni memastikan.


" Iya pak betul".


"Yaudah sana pergi". usir toni. pelayan itu pun segera berlalu meninggalkan mereka.


" Sebaiknya kita pergi dulu dari sini, jangan sampai kevin itu melihat kita masih ada di sini". Tian mengusulkan dan di setujui oleh yang lainnya.

__ADS_1


Sementara risa dan kevin masih menikmati makan malam mereka di privet room milik kevin.


" Makan yang banyak sayang, lupain aja kejadian tadi. aku pastikan mereka tak akan pernah mengganggu mu lagi. jangankan berniat mengganggu, memanggil namamu saja mereka pasti tak akan sanggup". Hibur kevin.


"Makasih ya mas". ucap risa tulus.


" jangan terlalu sering berterima kasih padaku sayang, sudah tugasku untuk selalu menjaga dan membahagiakan kamu dan kinar". Risa merasa senang mendengar penuturan kevin itu. seutas senyum pun dia tunjukkan pada kekasihnya itu.


.


.


.


Kini Toni dan kawan-kawannya sudah berada di dalam mobil seno, dia melajukan mobilnya dengan pelan mencari tempat untuk singgah sejenak.


Lima belas menit kemudian, seno menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang lumayan sepi.


" Coba raf kamu cari di google nama itu tadi". pinta seno.


"oke bentar". Rafa pun segera mengeluarkan HP dari saku celananya. Dia mengetikkan nama di kolom pencarian, beberapa detik kemudian berita tentang kevin muncul semua membuat Rafa membelalakkan matanya karena tak percaya.


" Kenapa sih fa, kesambet lu". tanya tian sambil menyenggol lengan Rafa.


"Coba kalian lihat sendiri". Rafa pun memberikan handphone nya pada tian. segera mungkin tian, seno dan Toni mendekat untuk melihat apa yang di tunjukkan oleh Rafa.


" CEO dirgantara group? dan pemilik dirgantara resort di bali juga?". pekik tian terkejut dengan apa yang di bacanya.


"Kenapa gue sepertinya pernah denger nama dirgantara group ya?". Toni mencoba mengingat nama perusahaan itu.


" Ooh iya, dirgantara group adalah tempat risa bekerja. kenapa saya bisa sampai lupa". ucap Toni sambil menepuk pahanya.


"Hebat juga si risa bisa dapetin cowok kayak gitu". ungkap tian.


" Bukan itu masalah kita sekarang, tapi gimana caranya kita bisa bebas dari si kevin itu. kita tidak mungkin bisa melawannya". kata seno.


"Jika sampai ayahku di pecat juga dari pekerjaannya, bisa tamat juga riwayat ku. ayahku pasti akan menghabisi ku ". tambah seno.


Mereka tampak diam dengan fikiran mereka masing-masing. Tidak mungkin bagi mereka yang bukan siapa-siapa bisa mengalahkan seorang bos besar seperti kevin.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kita minta maaf sama risa, siapa tahu dia bisa membantu kita selamat dari kemarahan calon suaminya itu".


__ADS_2