
Pagi ini, seperti biasanya Risa bangun terlebih dulu untuk menyiapkan sarapan keluarga kecilnya dan juga keperluan anak dan suaminya. Rutinitas pagi yang sudah dia lakukan selama 2 bulan terakhir ini. Tanpa terasa pernikahan nya dengan Kevin sudah berjalan selama 2 bulan.
Risa sibuk di dapur untuk memasak menu sarapan, hanya nasi goreng dan telur mata sapi. Menu sederhana yang selalu menjadi favorit Kinar dan juga Kevin. Dia juga selalu di bantu oleh mbok Minah, asisten rumah tangga yang sudah bekerja ikut dengan keluarga Kevin sejak Kevin masih remaja.
Tiba-tiba, Risa merasa mual saat mencium aroma masakan. Dia pun berlari ke kamar mandi untuk muntah. Badannya terasa begitu berat dan pandangannya pun mulai berkunang-kunang. Mbok Minah yang melihat Risa hampir terjatuh pun segera berlari dan memapah Risa menuju kursi.
" Duduk dulu neng, biar mbok bikinin teh hangat dan ambilkan minyak gosok". Ucap mbok Minah.
Tak beberapa lama mbok Minah kembali dengan membawa secangkir teh dan juga minyak angin.
" Ini neng di minum dulu, biar rada mendingan perutnya". Mbok Minah menyodorkan cangkir teh kepada Risa dan mulai membalurkan minyak angin di punggung dan juga perut Risa.
" Ini mbok, makasih ya". Kata Risa sambil menyerahkan cangkir yang telah kosong itu kembali.
" Neng teh kenapa? kalau sakit harusnya gak usah di paksa buat masak atuh neng. Biar mbok saja yang kerjain". Ucap Mbok Minah.
" Gak tau mbok, padahal tadi pagi juga gak kerasa apa-apa. Tiba-tiba aja mual dan pusing, mungkin aku masuk angin Mbok". Jawab Risa.
__ADS_1
" Neng kapan terakhir kali haid? ". Tanya mbok Minah yang membuat Risa mengernyitkan dahi.
" Sudah hampir 2 bulan kayaknya mbok, memangnya kenapa mbok". Tanya Risa bingung.
" Mendingan neng Risa segera periksa ke dokter. Sepertinya yang neng alamin sekarang bukan hanya masuk angin, tapi sedang isi". Terang mbok Minah.
" Sedang isi, hamil maksudnya mbok? ". Teriak Risa tak percaya.
" Sepertinya begitu neng, makanya untuk pastinya neng segera periksa ke dokter saja. Biar jelas neng hamil atau tidak. Tapi kalau menurut mbok sih sudah pasti iya". Ucap mbok Minah yang di angguki oleh Risa.
" Mbok jangan bilang sama siapa-siapa dulu ya mbok, takutnya aku beneran cuma masuk angin aja". pinta Risa.
" Makasih ya mbok". Risa pun segera beranjak dari duduknya dan berjalan kembali ke arah kamarnya.
Ketika dia membuka pintu kamar, dia tak melihat keberadaan Kevin di ranjang. Dia mendengar bunyi shower dari kamar mandi, ternyata Kevin sudah bangun dan sedang mandi. Risa segera berjalan ke arah lemari dan menyiapkan baju kerja kevin seperti biasanya.
" Selamat pagi sayang". Sapa Kevin dengan mengecup lembut dahi Risa.
__ADS_1
" Pagi juga mas, kok bangun nya cepet amat mas". Tanya Risa.
" Iya sayang, hari ini aku ada meeting pagi dengan klien. Jadi harus berangkat lebih awal agar tidak terjebak macet". Jawab Kevin.
" Ooh " . Ucap Risa singkat, tadinya dia berniat ingin mengatakan pada Kevin tentang apa yang terjadi barusan dan kecurigaan mbok Minah tentang kehamilannya. Tapi melihat Kevin sedang sibuk, dia pun mengurungkan niatnya itu.
" Aku gak bisa antar Kinar ke sekolah sayang, nanti tolong kamu anterin ya". Pinta Kevin.
" Iya mas, aku di anterin pak Rahmat aja ya mas. Soalnya lagi males banget nyetir mobil sendiri. Nanti sekalian aku juga mau ke rumah mama Sinta". Ucap Risa.
" Nanti biar mas bilang sama pak Rahmat untuk siap-siap. Mas berangkat dulu ya sayang, sampaikan salam mas buat mama. Mas belum bisa temani kamu ke sana".
" Iya, Mas gak sarapan dulu? ".
" Gak sayang, nanti mas makan di kantor aja. Waktunya mepet". Setelah mencium dahi Risa, Kevin pun berangkat ke kantor.
**
__ADS_1
"