
Risa hanya menatap mereka berdua dengan diam, yang tadi dia lihat sepertinya Jeni tidak tersandung apapun. Atau jangan-jangan dia memang sengaja ingin menyiram dirinya? Batin Risa.
" Aku ke toilet dulu mas " Pamit Risa.
Risa pun segera berlalu menuju toilet yang berada di dalam ruang kerja Kevin. Tapi saat dia melewati Jeni, dia melihat sekilas dari ekor matanya kalau Jeni tersenyum tapi hanya sekilas.
Sesampainya di toilet Risa segera membersihkan bekas noda minuman di bajunya dengan air lalu mengeringkan nya dengan tisu.
" Apa maksudnya Jeni tersenyum tadi? apa dia memang beneran sengaja nyiram gue? " lirih Risa pelan.
" Kalau emang iya apa tujuan nya ngelakuin itu? mau main-main sama gue ya?" ucap Risa pelan.
" kita lihat saja Jen apa yang bakal gue lakuin ke elo, elo belum tahu siapa gue" Risa tersenyum dengan memandang dirinya sendiri di cermin.
Lima menit kemudian Risa pun keluar dari toilet dan masih melihat Jeni di sana berdiri di sebelah Kevin. Saat melihat Risa keluar dia pun segera berjalan menghampiri Risa.
" Maaf ya bu Risa, saya bener-bener nggak sengaja tadi" ucap Jeni dengan tampang yang di buat merasa bersalah.
" Iya nggak papa" jawab Risa malas.
" Terimakasih bu" ungkap Jeni.
" Kenapa kamu masih berada di sini jen, apa masih ada kerjaan yang membutuhkanmu? " tanya Risa saat melihat Jeni hanya diam dan tidak berniat pergi dari ruangan ini.
" Ooh tidak ada bu, kalau begitu saya permisi dulu bu, Vin" Jeni segera berlalu dari hadapan Risa.
" Tunggu Jen" ucap Risa menghentikan langkah Jeni yang hampir membuka pintu.
" Ada yang bisa saya bantu bu? " tanya Jeni.
" Lain kali kalau bisa panggil suami saya pak selama di kantor, saya tidak tahu kedekatan kalian di luar kantor tapi selama di sini saya mau kamu tahu batasannya. Lagian nggak enak juga kalau di dengar sama karyawan yang lain" ujar Risa.
Jeni terlihat membelalak kan matanya karena terkejut dengan ucapan Risa barusan, tapi mencoba menyembunyikan nya dengan tersenyum.
" Baik bu, maaf. Kalau begitu saya permisi dulu " pamit Jeni.
Jeni segera keluar dari sana dengan jengkel sementara Kevin hanya diam saja melihat tingkah sangat istri dan tidak berniat menegurnya.
" Kamu nggak tanya kenapa aku memperlakukan Jeni seperti tadi? " tanya Risa yang melihat Kevin diam saja.
" Kenapa memangnya? apa yang kamu katakan tadi sudah benar. Sebenarnya mas juga merasa risih tapi tidak enak jika harus mengatakan langsung padanya" jawab Kevin.
__ADS_1
Risa merasa puas dengan jawaban suaminya, sebenarnya dia tidak berniat berkata seperti itu terhadap Jeni jika bukan dia yang memulai peperangan dengan nya terlebih dahulu. Entah kenapa Risa yakin jika Jeni menyimpan sesuatu yang dia sendiri tidak tahu apa itu.
" Sepertinya mulai sekarang gue harus lebih waspada dengan Jeni" batin Risa.
Risa kembali duduk ke sofa yang berada di ruangan Kevin, sementara Kevin sibuk dengan pekerjaan nya. Dia pun menjadi bosan karena tidak melakukan apa-apa dan hanya bermain dengan ponselnya.
" Mas" panggil Risa.
" Ada apa sayang? " tanya Kevin.
" Aku ke ruangan Salsa aja lagi ya" pinta Risa.
" Kenapa? " tanya Kevin heran.
" Aku bosan " jawab Risa.
Kevin pun melihat jam di pergelangan tangan nya lalu beralih melihat Risa lagi.
" Iya boleh, sebentar lagi mas selesai kerja. Nanti mas ke sana nyusul kamu kita pulang bareng" ucap Kevin.
Risa pun segera keluar dari ruangan Kevin dan menuju ke ruang kerja Salsa lagi. Sebenarnya masih ada yang ingin dia bicarakan dengan Salsa tentang Sonia. Itu sebab nya hari ini dia ke kantor Kevin.
" Keadaan Sonia gimana Sa? " tanya Risa pada Salsa.
" Syukur lah kalau gitu" ucap Risa.
" Gimana? " tanya Salsa.
" Gimana apa maksudnya? " Tanya Risa dengan heran.
" Masalah elo sama suami elo" ucap Salsa.
" Ooh itu, cuma salah paham aja sih dan sekarang udah beres" jawab Risa.
" Masalah sekertaris baru suami elo itu ya? " tanya Salsa.
Risa segera menoleh pada Salsa dengan mengerutkan alisnya.
" Darimana elo tahu? " Risa balik bertanya.
" Semua karyawan juga udah pada tahu kali, gimana centilnya si sekertaris itu dan dia juga suka cari perhatian ke suami elo" jawab Salsa.
__ADS_1
" Sumpah lo? " teriak Risa.
" Suer deh, tanya aja sama karyawan lain. Pasti mereka juga jawab kayak gitu" ucap Salsa meyakinkan.
" Gue juga ngerasa gitu sih, kek ada yang aneh aja sama tu orang. Tapi gue gak punya bukti buat nuduh dia" kata Risa.
" Kayaknya elo harus hati-hati deh sama dia, jaman sekarang banyak pelakor yang datang dari orang terdekat" pesan Salsa.
" Tapi gue yakin sih mas Kevin gak bakalan berani macem-macem apalagi sampai selingkuh" ucap Risa yakin.
" Itu kan kalau ketahuan, kalau dia main cantik gimana? tapi iya juga sih. Suami elo kayaknya harus mikir seribu kali kalau mau selingkuh dari elo, bisa auto bangkrut dia kalau ketahuan sama elo. Secara elo sekarang bukan lagi Risa yang dulu, pewaris Narendra gitu loh" ucap Salsa dengan tertawa.
" Apaan sih lo" balas Risa sambil mencubit pinggang Salsa.
" Lah emang iya kan, sekarang siapa sih yang berani menyinggung elo yang seorang keturunan langsung dari keluarga Narendra? cari mati itu namanya kalau masih berani" kata Salsa lagi.
Mereka pun mengobrol hingga waktu sudah menunjukkan jam empat sore, semua karyawan yang tidak lembur pun sudah mulai meninggalkan kantor.
" Elo nggak pulang Ris? " tanya Salsa.
" Gue nungguin mas Kevin, katanya bakal nyamperin gue ke sini. Kenapa nggak dateng-dateng ya? " ucap Risa sambil melihat jam tangan di pergelangan tangan nya.
" Lagi sibuk kali, atau mau pulang bareng gue aja? " tawar Salsa.
" Nggak deh, gue samperin aja ke ruang kerjanya"
" Kalau gitu gue pulang dulu ya" pamit Salsa.
Setelah Salsa pergi Risa pun segera beranjak menuju ke lift untuk menemui Kevin di ruangan nya. Tapi sesampainya di depan ruangan Kevin tidak terlihat Riza ataupun Jeni di meja kerjanya.
" Pada kemana nih, apa udah pulang? " lirih Risa.
Dia pun segera membuka pintu ruangan Kevin, tapi dia tidak melihat keberadaan Kevin di dalam. Hanya Riza yang sedang menata berkas di meja kerja Kevin.
" Bu Risa belum pulang? " tanya Riza nampak terkejut melihat kehadiran Risa.
" Pak Kevin mana Za, aku nungguin dari tadi" Jawab Risa.
" Bukan nya tadi Jeni sudah mengabari ibu? " tanya Riza dengan bingung.
" Jeni? ada apa memangnya? " Risa balik bertanya.
__ADS_1
" Pak Kevin nganterin Jeni ke rumah sakit, katanya anaknya di bawa ke rumah sakit. Terus waktu pak Kevin meminta saya untuk memberi tahu ibu Jeni bilang dia akan menelpon ibu langsung" jelas Riza.
" Hah!!??? " Risa terkejut.