Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
31


__ADS_3

Pukul setengah tujuh tepat, Mobil yang di tumpangi kevin dan Risa telah memasuki area pelataran hotel tempat mereka melaksanakan resepsi. Meski pesta di adakan mulai pukul Tujuh malam, tapi sudah nampak beberapa antrian tamu yang datang.


Kevin menuntun Risa menuruni mobil dan berjalan ke dalam ballroom hotel. Baju Risa yang di buat begitu lebar dan lumayan berat membuatnya kesulitan untuk berjalan. Kevin dengan telaten membantu Risa berjalan agar tidak terjatuh.


Seribu undangan sudah di sebarkan, mulai dari rekan bisnis, rekan kerja, Teman-teman arisan mami Ratna dan mama sinta, Hingga teman semasa sekolah pun turut di undang juga.


" Waah cantik sekali ya menantu jeng Ratna".


" Serasi sekali mereka".


" Pengantin wanitanya cantik, yang laki-laki ganteng. Cocok sekali".


"Ya ampun itu beneran Risa teman kita? Pangling banget tau gak".


" Beruntung doang dia bisa dapet kevin".


" Halah biasa aja gitu, masih cantikan juga aku".


" Kok bisa sih si kevin mau sama gadis miskin kayak dia".


Dan masih banyak lagi kasak-kusuk yang mereka lontarkan, baik itu kalimat pujian ataupun makian. Risa tak perduli dengan apa yang mereka katakan. Sedih pasti iya, tapi mau apa. Kita tak bisa membuat semua orang suka sama kita.Kebahagiaan tidak di ukur dari seberapa banyak orang yang menyukai.


"Tidak usah di dengarkan orang julid, mereka hanya iri dengan kamu". Salsa yang berada di belakang Risa mencoba menenangkannya.


Risa hanya membalas dengan anggukan.


Kini tibalah Risa dan kevin di kursi pelaminan. Mereka berdua tampak bahagia menyunggingkan senyum yang begitu lebar. Begitupun dengan orang tua mereka.


Para tamu kini bergantian untuk memberi selamat kepada ke dua mempelai. Kaki Risa sudah mulai pegal karena berdiri lebih dari dua jam dengan memakai high heels.


"Risaaa.... ". Teriak Mantan rekan kerjanya. Terlihat Cika, roy dan diki hadir bersamaan. Mungkin mereka sudah janjian sebelumnya. Maklum saja, jomblo. Sementara Sonia datang dengan pacarnya.

__ADS_1


" Makasih banget ya udah nyempetin buat hadir". Ucap Risa berterima kasih pada teman-teman nya.


"Pastinya kita hadir lah, kan lo temen kita. Ya gak? ". Kata cika yang di angguki setuju oleh yang lain.


" Btw, selamat ya Ris, pak kevin. Semoga langgeng terus dan cepet dapat momongan". Diki memberi selamat sambil menjabat tangan Risa dan Kevin. Dan di ikuti oleh yang lain.


"Terima kasih ya semuanya, maaf tidak bisa menemani kalian lama-lama. Nanti kalau ada waktu kami akan mengundang kalian untuk makan di rumah kami. Sekarang kalian nikmati saja dulu pestanya". Ucapan terimakasih tulus dari kevin untuk sahabat istri nya itu.


Mereka tak bisa berlama-lama karena antriannya sudak mengular di belakang mereka. Setelah selesai berswafoto, Cika dan yang lainpun turun dari panggung pelaminan.


***


Di sudut ruangan, seorang gadis berdiri dengan temannya. Matanya memerah karena air mata yang terus saja mengalir.


"Aku gak Terima kamu perlakukan aku seperti ini vin, kamu sudah berjanji akan menikahi ku. Tapi sekarang kamu malah berdiri di pelaminan dengan wanita lain". Lirih bella dengan geram sambil melihat ke arah kedua pengantin.


" Sudah lah bel, lo ikhlasin saja. Lo sendiri yang sudah memilih jalan buat ninggalin kevin. Jalan lo masih panjang, jangan siksa dirimu dengan menanamkan rasa benci di hari lo. Buka mata lebar-lebar, di luar sana masih banyak laki-laki seperti kevin". ucap Stefy, sahabat Bella.


Dia memilih ikut menemani Bella karena tidak mau sahabatnya itu mempermalukan dirinya sendiri dengan berbuat onar di pesta pernikahan mantan pacarnya.


" Sadar bel, lo udah kehilangan simpati dari kevin sejak lo ninggalin dia dulu".


" Gue nyesel Stef, gue mau perbaiki hubungan gue dengan dia".


" Penyesalan lo udah gak ada artinya sekarang Bel, bukannya dulu gue udah peringatin lo berkali-kali supaya jangan bertindak gegabah. Tapi lo terlalu di butakan oleh ketenaran".


"Lo sebenarnya sahabat gue atau bukan sih Stef ?,kenapa lo gak mau ngedukung gue?". Bella sudah mulai emosi.


" Justru karena gue sahabat lo Bel, makanya gue gak mau kalau lo sampai salah langkah lagi. Jangan sampai kecerobohan lo berakibat fatal nanti". Stefy mencoba menyadarkan Bella.


Belum sempat Bella menjawab ucapan Stefy, dia di kejutkan dengan suara yang datang dari belakangnya.

__ADS_1


"Buat apa kamu datang kemari? Siapa yang mengundang mu!!!??".


Bella dan Stefy spontan langsung menoleh ke sumber suara. Betapa terkejut nya Bella melihat mama kevin sudah ada di belakangnya.


" Mami, aku.. ".


" Jangan pernah panggil aku mami Bel, aku bukan mamimu". Mama Ratna memotong kalimat Bella.


" Mami, aku mohon maafkan aku". Ucap Bella lagi sambil berusaha memegang tangan mami Ratna. Tapi belum sempat jari itu menyentuh tangannya, Mami dari kevin itu sudah mengibaskan tangannya bertanda tak mau di sentuh oleh Bella.


"Aku peringatkan padamu sekali lagi nona Bella, jangan pernah memanggil saya dengan sebutan mami. Karena sampai kapanpun aku tak akan sudi". Hardik mami Ratna dengan penakanan di setiap katanya.


" Sekarang juga kamu pergi dari sini, dan jangan pernah lagi muncul di hadapan kevin ataupun keluargaku yang lain". Usir mami Ratna.


Bella tampak diam mematung di tempatnya, mami Ratna yang dulu begitu menyayangi nya kini berubah menjadi benci padanya.


" Kamu mau keluar sendiri atau saya panggilkan petugas keamanan nona Bella? ". Ucap mami Ratna lagi karena tak ada respon dari Bella.


Stefy yang sadar akan kemarahan mami kevin itu segera menarik lengan Bella untuk mengajaknya keluar dari sana. Bella hanya diam saja dan berjalan mengikuti ketika tangannya di tarik oleh Stefy. Belum jauh Bella melangkah, mami Ratna sudah kembali memperingati nya.


" Dan satu lagi Bella, jangan berharap kamu bisa kembali lagi pada putraku. Apalagi berniat memisahkan putraku dan menantuku. Sampai kapanpun aku tak akan rela".Hardik mami Ratna.


Bella menoleh, memandang lekat wanita paruh baya yang menatapnya dengan tatapan permusuhan. Dulu mata itu memandang nya dengan kelumbutan, setiap tutur kata yang keluar dari mulutnya pun adalah kata sayang. Tapi kini... ah sudahlah.


" Kenapa tante tidak bisa lagi menerima saya? apa kelebihan gadis itu hingga tante lebih memilihnya. Aku lebih cantik dan lebih pantas mendampingi kevin tante. kenapa.. ". Lirih Bella.


" Jangan bandingkan dirimu dengan menantuku Bel. Tentu kalian berbeda, Menantuku lebih baik dan juga lebih bermoral dari pada kamu". Ucap mami Ratna lalu berjalan menjauh dari Bella.


***


Kini Bella sudah berada di dalam mobil. Kali ini Stefy yang menyetir dan mengantarkannya pulang. Selama di jalan, Bella hanya diam saja. Hanya air mata yang terus mengalir di pipinya.

__ADS_1


" Aku antarkan kamu pulang sekarang Bel, beristirahat lah. Besok aku akan datang ke sini lagi". Stefy mulai berbicara setelah sampai di basement apartemen Bella.


Bella tidak menjawab tapi hanya membuka pintu mobil dan keluar tanpa menoleh lagi ke belakang.


__ADS_2