Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 88


__ADS_3

Saat sampai di depan lift khusus untuk para petinggi, Risa di kejutkan dengan seseorang yang cukup familiar dengan nya.


" Sonia" Seru Risa.


Merasa ada yang memanggil nama nya, Sonia pun menoleh dan mendapati Risa yang dulu menjadi teman sekantor nya sedang berjalan ke arah nya. Sonia sendiri sedang duduk di sofa yang ada di lobby sambil memainkan ponselnya.


" Hai Ris, kamu ngapain ke sini, jangan bilang kamu mau melamar kerja di sini" Ucap Sonia ramah tapi tidak bisa menyembunyikan maksud dia sebenarnya yang meledek Risa.


" Heem iya, kamu sendiri ngapain ke sini? " tanya Risa masih bersikap sopan.


" Aku mau ketemu sama calon suami aku, dia kerja sebagai manager keuangan di sini. Ya walau pun bukan pemilik seperti Pak Kevin suami kamu tapi setidak nya cukup membanggakan lah. Secara kantor ini adalah perusahaan terbesar di indonesia sekarang" Ucap Sonia menyombong kan diri dengan membandingkan calon suami nya dengan Kevin.


" Kenapa Sonia seperti membandingkan mas Kevin dengan calon suami nya ya? apa mungkin dia iri terhadapku dulu karena bisa menikah dengan mas Kevin? " Batin Risa.


" Ooh iya, kamu mau daftar sebagai apa di sini. Karena setahu saya untuk jadi staff biasa saja butuh lulusan minimal S2. Tapi karena kamu temen aku, aku bakal bilang pada calon suami aku supaya bantuin kamu dapat kerjaan di sini. Tapi dari staff bawah nggak papa kan ya" Cibir Sonia.


Risa hanya diam saja karena tidak tahu harus menanggapi seperti apa ucapan Sonia, pasal nya dia sendiri adalah bos dari calon suami nya.


" Kalau Sonia tahu bahwa aku adalah bos baru di sini, dia mungkin akan pingsan" batin Risa sambil tertawa.


Melihat Risa yang hanya diam dan tertawa, Sonia merasa sedang di tertawakan oleh nya.


" Kamu ngetawain aku ya? " Tuduh Sonia pada Risa.


" Enggak" jawab Risa cepat sambil menggelengkan kepala nya.


" Yaudah aku ke atas dulu ya Nia, untuk masalah pekerjaan kamu tidak perlu meminta bantuan calon suami kamu itu. Aku ingin berusaha dengan kemampuan aku sendiri" Ucap Risa lalu meninggalkan Sonia sendiri.


Dari kejauhan Risa melirik Sonia yang tampak menghentakkan kaki nya, mungkin saja dia sebal dengan jawaban yang di berikan nya barusan. Tapi Risa tidak mau ambil pusing dan segera masuk ke dalam lift menuju ruang kerja baru nya.


" Selamat pagi Bu Risa" sapa Dewi yang sudah standby di meja kerja nya.


" Pagi Wi, Eyang udah dateng? " tanya Risa.

__ADS_1


" Udah bu, silahkan langsung masuk saja. Ibu Aretha sudah menunggu" Jawab Dewi.


Risa pun segera masuk dan melihat eyang nya sedang duduk di sofa dengan seorang pria.


" Maaf, nggak tahu kalau sedang ada tamu" Ucap Risa meminta maaf.


" Nggak papa Ris, sini eyang kenalin sekalian" Ucap Eyang Aretha.


" Ini pak Roger, beliau adalah manager keuangan di sini. Dan pak Roger ini Risa cucu saya yang akan menggantikan saya mulai hari ini" Eyang Aretha menyebutkan nama lelaki di hadapannya itu.


" Risa"


" Roger, dan selamat bergabung dengan perusahaan ibu Risa" pak Roger memberi selamat pada Risa.


" Terima kasih pak, dan mohon bantuan nya" balas Risa.


" Tapi tunggu, tadi eyang bilang dia itu manager keuangan. Berarti dia itu tunangan nya Sonia? kebetulan macam apa ini" Batin Risa.


Setelah berbincang-bincang sebentar, pak Roger pun pamit undur diri.


" Iya pak Roger, nanti saya akan suruh Risa untuk ke kantor bapak mengantarkan laporan ini sendiri" Ucap eyang.


Setelah kepergian Roger, Risa pun mulai bertanya-tanya pada omanya tentang tunangan teman nya itu. Bukan karena dia iri, tapi hanya ingin tahu saja.


" Eyang, yang tadi itu manager keuangan ya? " Tanya Risa.


" Iya, kenapa Ris? dia sudah punya istri. Jangan bilang kamu naksir dengan dia" gurau eyang.


" Apa!!! istri?? bukan nya baru tunangan? " Tanya Risa.


" Tunangan bagai mana, dia itu udah menikah dan punya satu anak berusia satu tahun. Dan mertuanya itu punya saham di sini, makanya dia bisa jadi manager keuangan berkat mertuanya" Jawab eyang.


" Kalau dia sudah punya istri, terus Sonia itu siapa nya? " Batin Risa.

__ADS_1


" Kenapa kamu bilang kalau Roger itu baru tunangan, apa kamu pernah bertemu dengan dia sebelum nya? " tanya Eyang.


" Nggak eyang, seperti nya kan dia masih muda jadi aku pikir pasti masih bertunangan atau pacaran gitu" Elak Risa.


Dia tidak mau memberi tahu eyang nya tentang Sonia karena merasa itu bukan urusan nya. Tapi jika benar Roger sudah beristri, apakah Sonia di tipu oleh nya atau dia sudah tahu tentang status calon suaminya itu.


Ris asegera membuang semua fikiran tentang Sonia dan Roger lalu fokus mengerjakan pekerjaan yang di berikan eyang padanya. Setelah selesai dia pelajari eyang pun menyuruh nya untuk mengantarkan ke ruangan Roger. Alasan Eyang menyuruh nya mengantarkan berkas itu sendiri adalah supaya Risa bisa sekalian mengenal lingkungan kantor.


Tok... tok... tok..


Risa pun segera masuk setelah mengetuk pintu ruangan Roger.


" Pak Roger, ini berkas... " Risa tidak jadi melanjutkan ucapan nya karena bukan Roger yang duduk di dalam, melain kan Sonia teman nya.


" Ooh ternyata kamu sudah di Terima kerja di sini, itu sebab nya kamu menolak tawaran ku tadi" Ucap Sonia.


" Maaf saya permisi dulu karena pak Roger sedang tidak ada" Baru saja Risa berbalik untuk pergi, Sonia sudah memanggil nya lagi.


" Eeeh tunggu Ris, karena kamu sudah di sini sekalian ambilin aku minum dong" Suruh Sonia.


" Maaf Nia, itu bukan pekerjaan saya. Kamu bisa minta sama OB" Ucap Risa masih bersikap sopan.


" Kamu nggak mau ambilin aku minum, aku ini calon istri atasan kamu. Sudah seharus nya kamu bersikap segan padaku. Kalau dulu mungkin kamu bisa menjadi bos, tapi di sini aku bos nya " Teriak Sonia.


Risa sedikit tersentak melihat Sonia berteriak pada nya barusan. Dia tidak menyangka jika Sonia menyimpan dendam pada nya sejak di Dirgantara dulu, tapi seingat nya dia tidak pernah bersikap layak nya bos di depan karyawan Kevin apalagi dengan teman satu divisi nya.


"Baik lah saya ambilkan" Risa akhirnya mengalah karena tidak mau ada keributan di kantornya. Kalau hanya sekedar mengambilkan minuman dia juga masih bisa.


Lima menit kemudian Risa datang membawa secangkir teh untuk Sonia. Dia meletakkan minuman nya di meja depan Sonia.


" Ini minuman nya" Ucap Risa.


Sonia mengangkat bibir nya dan tersenyum pada Risa kemudian mengangkat cangkir dan meminum nya. Tapi sedetik kemudian dia memuntahkan nya dan menampar pipi Risa dengan keras.

__ADS_1


" Kenapa panas sekali, kamu mau melukai saya"


Plak....


__ADS_2