
Hari ini adalah hari dimana pengajian sebelum pernikahan di adakan. Risa tampak cantik menganakan gamis berwarna putih yang simple tapi tetap terlihat elegant. Begitu pula dengan keluarga besarnya yang memakai baju warna senada juga.
Pak de dan bu de serta om tante dari pihak keluarga sang mama pun sudah dateng sejak sehari yang lalu. Sementara dari pihak almarhum ayahnya akan datang waktu resepsi saja karena berada di sebrang pulau sana.
Sementara kevin juga mengadakan pengajian di kediamannya sendiri.
Selesai acara, semua saudara perempuan berkumpul di ruang tengah rumah Risa sedangkan para laki-laki hanya menggelar tikar di teras rumah.
"Ris, beruntung banget sih kamu bisa dapat suami tajir kayak kevin. padahal tampang kamu biasa-biasa saja, malah lebih cantik si putri". Ucap bu de kasni, kakak tiri dari mama Sinta.
Mama Sinta adalah anak tunggal. ketika ibunya meninggal ayahnya atau kakek Risa menikah lagi dengan mamanya bu de kasni yang membawa dua anak yaitu bu de kasni dan om Yuda.
Sejak awal mereka datang ke rumah mama Sinta, ibu tirinya dan anak pertamanya yaitu bu de kasni sangat membenci mama Sinta. Apalagi waktu mama Sinta di beri tanah warisan dari almarhumah ibunya. Mereka selalu meminta tanah warisannya di bagi padahal itu adalah peninggalan dari kakek dari pihak ibunya. Mama Sinta sudah merelakan rumah peninggalan mamanya untuk di berikan pada mereka karena waktu itu bapaknya masih hidup.
Setelah mama Sinta menikah, dia memilih menjual semua warisannya dan pindah ke Jakarta. Menjauh dari keluarga mama tirinya itu. Dia hanya datang sesekali pada waktu lebaran saja. Begitu ayahnya meninggal, mama risa tidak pernah lagi pulang ke kampung halamannya itu.
"Namanya juga jodoh bu de". Bela indah.
" Lagian ya aneh, orang tuanya kevin tajir kayak gitu kok ngebolehin anak tunggalnya menikahi gadis yang sederhana dan sudah tak punya bapak macam kamu ris. Jangan-jangan nanti kamu cuma di jadikan pembantu gratisan di rumahnya, kayak yang di TV itu". Sindir bu de kasni lagi.
Sebenarnya Risa sudah begitu geram mendengar ucapan dari bu de nya itu, tapi mama Sinta selalu mewanti-wanti agar tak membuat keributan dengan keluarga bu de nya itu.
"Mungkin Risa pake dukun kali buat memikat orang kaya". Kali ini si putri anak bungsu bu de kasni yang berbicara.
*Mulut emak sama anak kok sama saja. katanya berpendidikan tapi omongannya kayak orang gak pernah sekolah aja*. Gumam Risa sambil mengelus dada.
" Astaghfirullah put, walaupun kami ini bukan orang kaya tapi tante selalu mengajari anak-anak tante untuk tidak tamak". Mama Sinta begitu terkejut mendengar tudingan yang di lontarkan keponakannya itu.
__ADS_1
"Tidak tamak tapi kok harta warisa di embat semua, gak mau bagi-bagi sama saudara". Ucap bu de kasni sinis.
" Mbak, sudah berapa kali saya bilang. Tanah itu adalah pemberian dari orang tua ibu saya. Dan itu sudah menjadi hak saya sebelum bapak menikah lagi. Lagian saya juga sudah memberikan rumah itu untuk kalian". Mama Sinta mencoba sabar menjelaskan nya.
"Rumah kecil dan reyot gitu aja kok di bahas terus. Lagian itu juga biaya berobat bapak kamu lebih gede di bandingkan harga rumah itu". Ujar bu de kasni lagi.
" Jangan mbak fikir aku tidak tahu, bapak berobat dengan uang hasil menjual kebun milik bapak. Lagian dulu juga tiap bulan aku selalu mengirim uang untuk bapak".
" Sudah sudah ma, bu de. Ini kan hari bahagia nya Risa, kenapa malah pada ribut. Yang sudah lampau ya sudah jangan di ungkit lagi. malu jika di dengar sama tetangga". Indah mencoba melerai mama mertua dan bu de nya itu agar tak berlanjut.
"Hai, kamu orang luar jangan ikut campur. Gak punya sopan santun menyela omongan orang tua". Maki bu de kasni pada mbak Indah.
" Saya menantu di rumah ini bude, istri dari mas ilham kalau bu de lupa". Ucap mbak Indah berani. Sementara bu de kasni hanya mendumel lalu m ngajak anaknya masuk ke dalam kamar.
"Ayo put kita tidur saja, gak ada gunanya ngobrol sama mereka yang tidak berpendidikan itu".
Risa sungguh sangat emosi dengan ulah bu de dan juga anaknya itu. Tapi mau bagaimana lagi, memang watak mereka seperti itu.
Risa tidur dengan mamanya dan mbak Indah juga ke dua anaknya. karena kamar mama Sinta di pakai oleh bu kasni dan suaminya. Sementara kamar indah dan ilham di pakai oleh keluarga yang lain.
*Di kamar*
"Sudah ma gak usah di masukin ke hati ucapan bu de kasni itu. kan mama tahu bagaimana watak mereka". Ucap risa menenangkan ibunya yang terlihat murung setelah perdebatan yang terjadi tadi.
" Ibu tau ris, tapi mereka sudah sangat keterlaluan dengan mending kamu seperti itu. Mama ikhlas jika hanya mama yang mereka rendahkan, tapi mama gak rela jika anak-anak mama di katai seperti itu". Risa dan indah segera memeluk mama Sinta untuk meredakan emosi di hati mamanya.
" Ini sebabnya mama gak mau ngundang mereka untuk datang ke nikahanmu. Kelakuan mereka itu selalu saja membuat mama sedih". Mama risa tergugu mengingat saudara tirinya yang tidak pernah bersikap baik padanya itu.
__ADS_1
"Maafin indah dan mas ilham ya ma. kalau kita gak maksa mama buat ngundang mereka, kejadian ini pasti tak akan pernah terjadi". Indah merasa bersalah karena memaksa mama mertuanya itu untuk mengundang saudaranya dari kampung.
" Ini bukan salah kamu ndah, gak usah merasa bersalah seperti itu. Sebaiknya kita tidur sekarang agar besok tidak telat. kamu tidurlah di kasur temani risa. Mama akan tidur di lantai sama anak-anak mu". Ucap mama Sinta.
"Mama saja yang tidur sama Risa, Biar indah yang temani anak-anak. Takutnya mereka kebangun nyariin ibunya".
.
.
.
Sementara di kamar sebelah bu de kasni dan putrinya juga masih mengumpat mama Sinta dan Risa.
" Katanya kamu lebih pintar dari Risa, kok bisa kalah sama Risa. Dia saja bisa dapat suami kaya, harusnya itu kamu yang menikah sama orang kaya. Lagian kamu lebih cantik dari Risa, masak gak bisa dapet yang lebih kaya dari kevin". Tutur bu de kasni pada Putri.
"Putri kan sudah punya pacar buk". Putri menanggapi ucapan ibunya dengan enteng.
" Halah, cuma anak lurah aja kamu bangga-bangga in. Kamu mau nanti di rendahin sama Risa waktu kumpul keluarga lagi. Secara dia sudah jadi orang kaya".
"Terus putri harus gimana buk? mau cari dimana suami tajir kayak suaminya Risa itu?".
" Risa aja bisa masak kamu enggak".
"Risa kerjanya di kota, di kantor gede. Sudah pasti dia lebih punya banyak peluang. Sedangkan putri kan tinggalnya di kampung, paling kaya di kampung ya cuma mas joni anaknya pak lurah itu buk".
" Ya gimana kek, atau kamu kerja saja di kota". Usul bu de kasni.
__ADS_1
" Susah bu cari kerja di kota".
"Kamu minta aja kerja di kantor suami Risa itu, kalau perlu kamu rayu dia supaya mau nikahin kamu dan ceraiin Risa".