
" Dia bernama Jeni, temanku ketika kuliah dulu. Dan dia juga salah satu sahabat dekat Mona, mamanya Kinar" ucap Kevin.
Risa sontak menoleh saat Kevin menyebut nama Mona.
" Dia baru saja mengajukan gugatan perceraian dengan suaminya dan sekarang dia butuh pekerjaan untuk menghidupi putranya karena suaminya tidak mau bertanggung jawab terhadap mereka berdua jika Jeni kekeh meminta cerai". Jelas Kevin.
" Sebagai seorang sahabat, aku tidak tega melihat nya dalam kesusahan seperti ini. Itu sebab nya aku meminta dia bekerja di sini karena dia pasti menolak jika aku memberinya bantuan dengan cuma-cuma" lanjut Kevin menceritakan awal mula dia menerima Jeni bekerja di sini.
**Flashback on**
" Ada apa Jen? " tanya Kevin saat melihat Jeni sahabat lamanya menangis.
" Gue lagi ngajuin gugatan cerai ke suami gue Vin" jawab Jeni dengan berurai air mata.
" Hah!! kenapa? " ucap Kevin terkejut.
" Dia selingkuh Vin, dan ini bukan yang pertama kalinya. Selama ini gue bertahan demi anak gue, dia selalu ngancam akan mengambil hak asuh anak dan akan ngirim dia ke luar negeri supaya gue gak bisa nemuin anak gue. Tapi sekarang gue udah nggak tahan karena dia udah terang-terangan bawa selingkuhan nya ke rumah bahkan berani mulai main tangan ke gue" Terang Jeni.
" Bre***** si Satya, berani nya dia kasar sama elo" Geram Kevin.
Dia merasa emosi mendengar cerita dari sahabat nya itu yang mendapat kan kekerasan oleh suaminya sendiri, seorang suami yang harusnya menjaga dan mengayomi malah menyakiti istri nya sendiri seperti itu.
" Terus rencana elo selanjutnya gimana? " tanya Kevin.
" Sekarang gue udah pergi dari rumahnya, surat gugatan juga udah gue ajuin ke pengadilan. Tapi sekarang gue bingung banget darimana dapat uang untuk kebutuhan sehari-hari gue dan anak gue" jawab Jeni.
" Emang elo gak ada tabungan selama ini? " tanya Kevin lagi.
" Semua kartu dan perhiasan gue di sita sama Satya, gue keluar rumah itu gak bawa apa-apa selain anak gue Vin" Ucap Jeni.
" Gue bisa bantu elo kalo cuma buat makan sehari-hari Jen"
" Nggak Vin, gue gak bisa nerima bantuan elo gitu aja" Tolak Jeni dengan cepat.
" Kalau elo gak mau nerima pemberian gue, anggap aja gue minjemin elo. Yang terpenting sekarang anak elo dulu Jen " bujuk Kevin.
" Elo ada kerjaan nggak, gue bisa kerja apa aja di kantor elo Vin" tanya Jeni.
__ADS_1
Setelah sejenak berfikir, akhirnya Kevin pun memutuskan untuk memperkerjakan Jeni sebagai asisten nya. Kebetulan akhir-akhir ini pekerjaan Riza lumayan banyak dan cukup kewalahan jika dikerjakan sendiri.
Tapi bagaimana dengan Risa? dia dulu sudah berjanji tidak akan memiliki sekertaris perempuan lagi setelah Rena, tapi ini kan sahabatnya sendiri bukan orang yang baru dia kenal. Pasti nanti Risa akan mengerti dan menerima nya, batin Kevin.
" Elo bisa kerja jadi sekertaris gue, kebetulan gue juga lagi butuh sekarang" ucap Kevin.
" Serius Vin? " tanya Jeni dengan berbinar.
" Iya Jen, elo boleh mulai kerja besok" jawab Kevin.
" Thank banget ya Vin, elo emang sahabat terbaik gue" Jeni langsung memeluk Kevin dengan erat.
Hal itu cukup membuat Kevin merasa agak risih karena di lihat oleh beberapa orang yang lalu lalang di sekitarnya. Mereka memang sedang berada di sebuah taman sekarang, jadi tidak heran jika banyak orang yang lewat. Kevin pun segera menjauhkan tubuh Jeni darinya yang membuat Jeni merasa agak canggung.
" Sorry Vin, gue gak sengaja" Ucap Jeni meminta maaf.
" Iya nggak papa". jawab Kevin.
" Sekali lagi thanks banget ya Vin buat pekerjaan nya"
"Gue janji bakalan kerja dengan giat dan gak akan ngecewain elo Vin" ucap Jeni dengan tersenyum.
" Tapi anak elo gimana kalo elo tinggal kerja? " tanya Kevin.
" Dia bisa sama mama gue Vin, tenang aja" jawab Jeni.
" Oke kalau gitu sampai ketemu di kantor besok ya, gue harus cabut nih karena masih ada kerjaan" pamit Kevin.
**Flashback off**
" Mas minta maaf karena tidak berbicara dulu dengan mu sebelumnya, rencana nya nanti sepulang kerja mas akan membicarakan nya dengan mu. Tapi keduluan kamu melihat nya sendiri" ucap Kevin sambil menghela nafas panjang.
" Sedekat apapun kalian dulu, gak sepantasnya dia menggandeng tangan mas seperti itu. Bagaimana jika ada orang lain yang melihat nya mas, terutama karyawan mas yang tau nya hanya dia sekertaris mas. Mereka pasti akan berfikir kalau kalian berdua punya hubungan spesial, dan itu juga akan merusak citra mas dan perusahaan " ucap Risa dengan emosi.
" Mas janji akan menjaga jarak dengan nya mulai sekarang sayang, jangan marah lagi ya? " kata Kevin penuh penyesalan.
" Hmmm" gumam Risa.
__ADS_1
" Makasih ya sayang" Kevin pun memeluk Risa dengan erat.
*DING...
Lift pun sampai ke tempat tujuan mereka, Kevin pun segera berjalan keluar dari dalam lift. Tak lupa tangan nya melingkar dengan mesra di pundak Risa.
" Za, tolong minta OB untuk membawakan minuman untuk istri saya ya" perintah Kevin saat mereka berdua tiba di depan meja kerja Riza.
" Baik Pak" jawab Riza cepat.
" Biar gue aja Vin yang buatin" Jeni segera menyahut.
Sontak Risa dan Kevin pun menoleh pada Jeni yang sudah berjalan menjauh menuju pantry. Kevin hanya menghendikkan bahu saat istrinya itu melihatnya, mereka pun tanpa berlama-lama masuk ke dalam ruang kerja Kevin.
" Kamu istirahat saja di sofa situ sayang, mas mau lanjutin kerjaan dulu sebentar. Tidak apa-apa kan kalau mas tinggal kerja? " tanya Kevin yang hanya di angguki oleh Risa.
Lima menit kemudian pintu pun di ketuk dan Jeni masuk membawa sebuah nampan berisi dua cangkir minuman dan memberikan nya ke Kevin lalu satu lagi pada Risa.
Tapi saat meletak kan minuman di depan Risa, Tiba-tiba saja minuman itu tumpah dan mengenai baju Risa hingga basah.
"Aaahh....!!! " teriak Risa.
" Maaf Bu Risa, saya tidak sengaja" ucap Jeni cepat lalu mengambil tisu di depan nya dan berusaha membantu Risa mengelap baju nya.
" Tidak perlu, saya bisa sendiri" Risa segera mengambil tisu kemudian mengelap bajunya.
Kevin yang ikut terkejut pun segera mendekat dan melihat keadaan Risa.
" Kamu nggak papa sayang? " tanya Kevin khawatir karena memang minuman tadi masih panas.
" Nggak papa mas" jawab Risa.
" Vin, sorry banget ya gue gak sengaja. Tadi gue kesandung waktu mau naruh cangkirnya " Jeni segera meminta maaf pada Kevin.
" Iya Jen gue tau kok kalau elo gak sengaja, lain kali hati-hati ya" ucap Kevin.
Risa hanya menatap mereka berdua dengan diam, yang tadi dia lihat sepertinya Jeni tidak tersandung apapun. Atau jangan-jangan dia memang sengaja ingin menyiram dirinya? Batin Risa.
__ADS_1