
Sementara di tempat lain, Bella sedang panik karena orang suruhannya berhasil tertangkap. Kini identitas nya sebagai dalang dari kecelakaan risa sudah pasti telah terungkap. Dia tidak tahu harus pergi kemana, karena namanya sudah termasuk ke dalam daftar pencarian orang di semua bandara. Alhasil dia tidak bisa lagi melarikan diri keluar negeri.
" Bagaimana ini, apa yang harus gue lakukan sekarang. Mereka bod*h sekali kenapa bisa tertangkap, katanya sudah berpengalaman. Kalau sudah begini kan gue juga yang repot". Ucap Bella kesal.
Dia hanya bisa mondar-mandir di dalam kamar sebuah kontrakan yang sengaja dia sewa. Dia juga tidak bisa kembali ke apartemennya karena sudah ada polisi yang mengintai tempat itu.
" Kenapa juga Rena tidak bisa di hubungi, jangan bilang kalau dia mau lari dari tanggung jawab dan melemparkan semua masalah ini ke gue". Umpat Bella saat telfonnya tidak pernah di angkat oleh Rena.
Semua ini adalah ide Rena pada awalnya, yang merencanakan untuk mencelakai Risa. Tapi sekarang dia malah berusaha lepas tangan saat semua terungkap. Bella juga menyesal karena telah terbujuk rayuan Rena untuk mencelakai Risa. Dia tidak memikirkan nya lagi waktu itu karena rasa bencinya yang begitu dalam pada Risa.
**Flashback on**
" Kevin udah bener-bener gak bisa nerima gue lagi, bahkan dia udah terang-terangan memusuhi gue di depan teman-temannya". Kata Bella pada Rena.
" Kalau elo mau kevin balik lagi jadi milik elo, elo harus singkirin dulu si Risa itu. Jika gak ada dia, Kevin pasti mau nerima elo lagi". Usul Rena.
Bella terdiam mendengar apa yang di katakan Rena, usulan Rena ada benarnya juga. Jika Risa sudah tidak ada, pasti kevin akan mau lagi kembali padanya. Tapi dia tidak memikirkan akibatnya karena dia terlalu fokus untuk menyingkirkan Risa.
" Tapi gimana caranya gue nyingkirin risa? ". Tanya Bella.
__ADS_1
" Buat aja si Risa itu kecelakaan hingga m*ti". Ucap Rena lagi.
" Siapa yang bakal ngelakuin itu, gak mungkin gue sendiri kan yang nabrak dia".
" Elo tenang aja, gue ada kenalan orang yang biasa ngelakuin itu. Entar gue kasih kontaknya ke elo, supaya elo bisa hubungi langsung tu orang".
**Flashback off**
Sekarang dia menyesal karena tidak memikirkan akibatnya seperti ini, dia lupa jika papinya kevin mempunyai banyak relasi di kepolisian. Dan sudah pasti dia akan turun tangan untuk membantu menemukan pelaku yang menabrak menantunya.
" Bod*h banget gue, kenapa juga gue bisa seceroboh ini. Sekarang yang ada kevin malah tambah benci sama gue". Bella menjambak rambutnya karena sudah merasa frustasi sekarang.
" Rena sialan, kenapa juga dia nggak angkat telfon gue. Kalau gue hancur, maka dia juga harus ikutan karena semua ini adalah idenya". Bella terus saja mencoba menekan tombol panggil pada kontak Rena hingga akhirnya panggilannya pun terjawab.
" Elo kemana aja sih Ren, gue udah panggil dari semalem gak ada jawaban dari elo". Bella balik bertanya.
" Iya maaf, semalem gue lagi party sama temen-temen gue, terus ketiduran deh." Jawab Rena.
" Elo enak-enakan bisa party sementara gue di sini harus ngumpet karena di kejar-kejar sama polisi?". Tanya Bella mulai emosi.
__ADS_1
" Lah apa urusannya sama gue, kan elo yang di kejar polisi. Kenapa juga gue harus ikutan ribet". Jawab Rena biasa saja.
" Elo mau lari dari tanggung jawab? Semua ini kan ide dari elo".
" Kan gue cuma asal aja ngasih ide gitu, ya mana ku tahu kalau elo beneran ngelakuin itu. Semua bukan salah gue lah". Ucap Rena santai.
Bella sudah mulai emosi mendengar jawaban dari Rena. Ternyata benar apa yang dia duga kalau Rena akan lari dari masalah ini dan lemparin semua kesalahan padanya.
" Elo breng***k banget sih Ren, tega-teganya elo ninggalin gue saat gue lagi ada masalah kayak gini".
" Udah deh gak usah lebay, sekarang urus aja urusan elo sendiri. Gak usah sangkut-pautin gue sama sama elo, Bye.. ".
Tut...
Tut...
Tut....
" Hallo... halo Ren".
__ADS_1
" Aah sialan si Rena ". Umpat Bella sambil membanting handphone yang ada di tangannya. Rena dengan beraninya memutuskan sambungan telepon begitu saja.
" Awas saja kamu Ren, elo gak bakal bisa hidup tenang. Jika sampai gue masuk penjara, gue pastiin elo juga akan ikut mendekam di sana". Geram Bella.