Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
12


__ADS_3

Kevin dan risa segera turun dari mobil di sambut kinan dan kedua orang tua kevin.


"Tantee" Seru kinar berlari ke pelukan risa. Dan risa mengangkat kinar ke dalam gendongannya dan menghujaninya dengan ciuman di pipi gadis mungil itu.


"Bagaimana kabarnya sayang?" Tanya risa.


"Baik tante, kinar kangen banget sama tante. papa gak bolehin kinar ikut ke kantor jadinya gak bisa ketemu deh sama tante" Adu kinar sambil melirik papanya.


"Oh ya? kenapa papa gak bolehin kinar ikut, apa kinar nakal kalau di kantor? "


"Nggak tante, kinar gak nakal kok" jawab kinar sambil memonyongkan bibirnya.


"Sudah kinar ayo turun dulu, ajak tante risa masuk" kata mama kevin.


Setelah risa bersalaman dengan kedua orang tua kevin, mereka pun masuk ke dalam rumah.


"Gini ris, tante sama om mau bicarain soal pertunangan kalian, rencananya besok lusa kami mau ke rumah kamu buat ketemu sama mama kamu. gimana menurut kamu ris? " Ucap mama kevin setelah mereka duduk.


Risa tampak terdiam sesaat dan berfikir harus menjawab apa.


"kamu keberatan ris? " ulang mama kevin.


"Oh nggak tante, risa gak keberatan. nanti risa ngomong sama mama biar nyiapin semuanya" Jawab risa.


Semuanya tampak lega mendengar jawaban dari risa, terutama kevin yang memang berharap secepatnya bisa meminang risa menjadi istrinya.


Setelah di rasa cukup malam, risa pun pamit pada orang tua kevin dan juga kinar untuk segera pulang karena takut mama nya khawatir.


Sesampainya di rumah risa, mama risa sudah berdiri di depan pintu menyambut risa dan kevin.


"mau masuk dulu vin? " tawar mama risa.


"Nggak tante, udah malem gak enak sama tetangga. besok lusa rencananya saya sama mama papa saya mau ke sini tante. tadi mereka sudah ngomong sama risa"


"Oh gitu, yaudah kalau gitu tante tunggu kedatangannya ya"


"iya tante, saya permisi pulang dulu tante" sambil mencium tangan mama risa.


"Hati-hati di jalan ya vin"


Risa dan mamanya pun segera masuk ke rumah saat mobil kevin sudah tak terlihat lagi.


"Gimana ris, kamu udah yakin sama kevin? " tanya mama risa.

__ADS_1


"InsyaAllah yakin ma, do'ain semua lancar ya ma"


"Mama selalu mendoakan yang terbaik buat kamu ris, semoga memang kevin adalah jodoh yang di siapkan Tuhan buat kamu"


***


Hari di mana ke dua orang tua kevin berkunjung ke rumah risa pun tiba, terlihat mobil pajero hitam milik kevin berhenti di depan rumah. risa dan mamanya menyambut kedatangan mereka dan menyuruh mereka masuk ke dalam rumah.


"Gimana jeng Sinta kabarnya? maaf ya baru sempat ke sini lagi hari ini" salam mama kevin pada mama risa.


"Alhamdulillah jeng Ratna, kabar saya baik. kan mau nikahin anak gadis jadi harus sehat dong" jawab mama risa


"Iya jeng, kita juga pengennya secepatnya. tapi ya semua terserah sama anaknya. kita sebagai orang tua cuma bisa mendukung saja"


" Bu Sinta, maksud kedatangan kami kemari dengan maksud untuk mengantar putra Kami kevin untuk meminang putri ibu menjadi pendampingnya. Bagaimana menurut bu Sinta? " Ucap papa raka ayah kevin mengutarakan maksud kedatangannya.


Sementara risa hanya tersenyum mendengar papa raka berbicara.


"Saya sih terserah sama anaknya pak, saya sebagai orang tua cuma bisa mendukung dan mendoakan apapun yang terbaik buat mereka" jawab mama Sinta.


"Gimana ris, kamu mau atau tidak? " lanjut mama Sinta.


"Iya ma, om, tante, InsyaAllah risa siap menjadi istri kevin" risa menjawab dengan malu-malu.


"Tapi boleh tidak acara tunangannya di adain tertutup saja, risa belum bisa mengabarkan ini pada semua orang. risa gak mau temen-temen sekantor risa jadi segan berteman dengan risa"


"Iya gak papa ris, untuk sekarang cukup keluarga dan kerabat dekat saja yang tau. nanti acara pernikahannya baru kita rayain" jawab papa raka.


"Kalau acara pertunangannya di adakan sabtu depan bagaimana? sebelum kevin berangkat ke Bali buat urus kerjaan di sana? " Usul mama Ratna.


"Saya sih ngikut aja gimana baiknya jeng Ratna" jawab mama Sinta.


Semua tampak mengangguk setuju dengan usulan mama Ratna termasuk kevin.


"Baiklah kalau begitu, acaranya di adakan sabtu depan. Risa, lusa ikut tante buat fitting baju di tempat langganan tante ya. nanti biar kevin yang izinin kamu" Ucap mama Ratna.


"Gak usah tante, nanti biar Risa sendiri aja yang minta izin." Tolak risa.


Sebenarnya risa khawatir atasannya akan curiga bila kevin langsung yang meminta izin langsung, jadi lebih baik dia meminta izin sendiri.


Setelah makan malam bersama di rumah risa, kevin sekeluarga pun pamit undur diri. mama Sinta dan risa pun mengantar calon menantu dan besan sampai ke depan rumah hingga mobil mereka tak terlihat lagi.


****

__ADS_1


Hari yang di nantikan pun telah tiba, kevin beserta keluarga tengah sibuk mempersiapkan hantaran untuk di bawa ke rumah risa. rona bahagia pun namapak jelas terpancar di wajah kevin.


"Duuh yang sebentar lagi menikah ceria amat sih mukanya" Goda mama Ratna saat melihat putranya menuruni tangga dengan senyum di wajahnya.


"Iya dong ma, kan bakal ada yang ngurusin semua keperluannya setiap hari" timpal papa raka.


Sedangkan kevin yang di bicarakan pun tak menanggapi godaan kedua orang tuanya. dia hanya duduk di kursi sofa seberang orang tuanya.


"Kita berangkat jam berapa ma?" tanya kevin sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


" Sebentar lagi kita berangkat vin, paman Arya dan tante wulan masih di jalan" jawab mama Ratna.


Paman Arya adalah kakak kandung dari mama Ratna, mereka hanya dua bersaudara. sedangkan papa raka adalah anak tunggal sama seperti kevin.


Paman Arya dan tante wulan sudah menganggap kevin seperti anak mereka sendiri karena mereka tak memiliki anak. sebenarnya dulu tante wulan sempat hamil, tapi kemudian kecelakaan yang mengakibatkan anak di kandungannya meninggal dan rahimnya rusak. jadi mau tak mau harus mengangkat rahimnya untuk menyelamatkan nyawa tante wulan.


Tapi meskipun tanpa kehadiran seorang anak di tengah mereka, mereka masih nampak harmonis hingga sekarang.


Tiin tiiin..,


Suara klakson mobil paman Arya sudah terdengar di depan rumah, mereka semua pun keluar untuk menyambut kakak dari mama Ratna.


"Bagaimana kabarnya mas mbak? " Tanya papa raka pada paman Arya dan tante wulan sambil menjabat tangan kedua kakak iparnya itu.


"Alhamdulillah seperti yang kalian lihat kami berdua baik-baik saja" jawab paman Arya.


Mama Ratna dan kevin pun juga menyalami mereka bergantian.


"Eyaaang.... " Teriak kinar sambil berlari ke pelukan eyangnya itu.


"Aduuh ini cucu cantik eyang sudah tambah besar ya" jawab paman Arya sambil memeluk kinar.


"Ayo kinar, ajak eyang masuk dulu buat istirahat sebentar" titah mama Ratna.


"apa gak sebaiknya kita langsung berangkat saja? saya sudah gak sabar mau lihat calon menantu kita" ucap tante wulan.


" memangnya mbak gak capek kalau langsung berangkat?" tanya mama Ratna.


" Ya nggak lah, lagian kita juga penasaran mau cepet ketemu sama calon mantu" jawab paman Arya.


" Yaudah kalau begitu kita langsung berangkat saja, mas sama mbak ikut mobil kevin saja biar gak capek nyetir, nanti saya bawa mobil sendiri sama Ratna"


Mereka semua pun masuk ke mobil dan segera meluncur menuju kediaman risa.

__ADS_1


__ADS_2