
Risa bergegas segera menyelesaikan makan nya karena tidak mau terlalu lama berduaan dengan Agam di restoran, hingga tanpa sengaja dia tersedak.
" Uhuk!!! ".
" Kamu nggak papa Ris? ini minum dulu". Tanya Agam lalu menyodorkan gelas minuman pada Risa.
Risa segera mengambil gelas dari tangan Agam dan meminum nya hingga tandas. Agam juga masih sibuk menepuk pelan punggung Risa untuk membantu meredakan nya.
"Risa!!! " panggil seseorang.
Risa segera menoleh dan melihat Kevin sedang berdiri di depan nya. Saat Risa sadar Kevin sedang memperhatikan nya dia pun segera menepis tangan Agam yang masih memegang punggung nya.
" Mas, kamu kenapa di sini? " tanya Risa gugup.
" Apa saya tidak boleh makan di restoran ini? " Kevin balik bertanya.
Nada bicara Kevin terdengar sinis, Risa tahu pasti Kevin telah salah paham dengan nya apalagi melihat tangan Agam yang berada di punggung nya. Dia pun segera mendekat dan bermaksud menjelaskan semua nya dengan Kevin.
" Mas, ini tidak seperti yang kamu fikirin. Tadi aku tersedak dan Agam membantuku menepuk punggung ku" Jelas Risa.
" Aku tidak bilang kalau sedang berfikir macam-macam tentang kalian" Jawab Kevin dengan tenang. Tapi itu malah membuat Risa semakin takut saat melihat Kevin yang tanpa ekspresi seperti itu.
" Hai Vin" sapa Agam memecah kecanggungan.
" Iya " jawab Kevin dengan datar.
" Kamu mau makan siang? gabung aja sekalian sama kita" ucap Agam.
" Ooh aku tidak mengganggu kalian? " Kata Kevin.
Risa dan Agam masih bengong mendengar ucapan Kevin.
" Maksudku kalian tidak akan leluasa jika sedang membicarakan masalah pekerjaan kalau saya bergabung" lanjut Kevin.
" Tidak mas, tadi kita makan siang bertiga sama eyang. Tapi karena eyang ada janji dengan orang makanya pergi duluan" Risa segera menjelaskan.
__ADS_1
" Terimakasih atas tawarannya kalau begitu tapi mungkin lain kali saja karena saya sudah selesai makan siang Pak Agam" ucap Kevin.
" Mas mau balik ke kantor sekarang? " tanya Risa.
" Iya, kamu mau ikut dengan saya atau di antar sama pak Agam? " Tanya Kevin dengan penekanan yang cukup mengintimidasi Risa.
" Aku ikut dengan mas saja" jawab Risa cepat karena tidak mau Kevin semakin marah pada nya.
" Baiklah kalau begitu maaf Pak Agam, Risa lebih memilih pulang bersama saya. Anda tidak apa-apa kan? " tanya Kevin pada Agam.
" Iya tidak apa-apa " jawab Agam.
" Saya pulang duluan Agam, Terima kasih atas traktiran nya" ucap Risa sebelum pergi meninggalkan meja dengan Kevin.
Selama di perjalanan Kevin hanya diam saja, Risa pun tidak berani bersuara melihat raut wajah Kevin yang terlihat begitu kesal.
" Maafin Risa ya mas" ucap Risa pada akhirnya memberanikan diri meminta maaf.
" Minta maaf untuk apa? " tanya Kevin tanpa menoleh.
Kevin hanya diam saja dan tidak menanggapi sepatah kata pun penjelasan dari Risa. Risa pun mulai meneteskan air matanya karena ini pertama kalian Kevin cuek padanya selama pernikahan mereka.
Sementara Kevin pun merasa tidak tega saat mendengar isakan tangis dari Risa pun segera menepikan mobilnya di jalan yang sepi. Dia melihat Risa yang menundukkan kepalanya dalam-dalam sambil memilin ujung bajunya. Kevin pun mengangkat dagu Risa untuk menatap nya kemudian tersenyum padanya.
" Mas percaya sama kamu sayang, maaf jika mas tadi mendiamkan mu. Itu karena mas tidak mau berbicara saat sedang emosi karena takut kelepasan dan akhirnya membentak kamu" ucap Kevin.
" Mas nggak marah kan sama Risa? " tanya Risa.
" Tentu saja tidak, sebenarnya mas sudah melihat kalian sejak datang ke restoran dan melihat semua kejadian di sana termasuk kepergian eyang. Tadinya mas mau nyamperin kalian tapi urung karena tidak enak dengan klien mas. Tapi saat melihat kamu tersedak mas jadi khawatir lalu menghampiri meja kalian tadi, tapi mas juga cemburu saat melihat Agam menyentuh kamu tadi " kata Kevin.
" Jadi mas Kevin sudah lihat semuanya? " tanya Risa dengan menatap lekat mata Kevin.
" Iya, dan mas merasa kalau kepergian eyang itu di sengaja karena ingin kamu dan Agam berduaan saja" Lirih Kevin.
Terlihat kilat kesedihan di mata Kevin saat mengatakan nya, Risa pun tahu bagaimana perasaan Kevin melihat perbuatan eyang nya itu.
__ADS_1
" Aku juga berfikir demikian mas, sepertinya eyang memang sengaja melakukan nya. Apa Risa keluar saja dari sana supaya eyang tidak bisa mengatur ku lagi mas? " usul Risa.
" Tidak harus seperti itu sayang, kalau kamu melakukan nya mas yakin eyang akan melakukan hal yang lain nya agar kamu setuju dengan keputusan nya mengingat kekuasaan eyang mu" ucap Kevin.
" Iya juga ya mas, tapi Risa harus gimana dong? " tanya Risa dengan putus asa.
" Kamu tetap saja mengikuti permainan eyang dan berpura-pura tidak mengetahui segalanya. Tapi kamu harus tetap berhati-hati dan waspada terutama pada Agam" kata Kevin.
Risa hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Kevin.
*** Sesampainya di lobby kantor Risa pun segera keluar dari dalam mobil setelah berpamitan dengan Kevin. Dia masuk ke lift menuju ke lantai lima belas dimana ruang kerja nya berada.
*DING*
Pintu lift terbuka dan Risa segera melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift dan berjalan menuju ke ruangan nya.
" Selamat siang Bu Risa" sapa Dewi saat Risa melintas di depan nya.
Risa hanya mengangguk dan tersenyum saja karena sedang malas untuk berbicara. Dia masih sangat kesal dengan perbuatan eyang pada nya barusan yang hampir saja membuatnya salah paham dengan Kevin. Tapi untung saja Kevin sudah mengetahui semuanya, Risa tidak bisa membayangkan kalau Kevin sampai memikirkan yang tidak-tidak tentang nya dan Agam.
Ceklek....
" Risa kenapa cepat sekali balik kantor? " tanya Eyang saat melihat Risa sudah kembali.
" Kan cuma makan eyang, kalau udah selesai ya pulang kan" jawab Risa dengan datar.
" Kenapa nggak ngobrol atau pergi jalan-jalan kemana dulu gitu biar makin akrab" ucap Eyang dengan santainya.
Risa segera menatap eyang nya dengan pandangan yang sulit di artikan, eyang yang tidak menyadari perubahan ekspresi Risa pun berucap lagi.
" Lagian kalian berdua akan sering bertemu di masa depan, jadi tidak ada salah nya kan membiasakan diri mulai sekarang agar tidak canggung".
" Maksud eyang apa? " ucap Risa dengan menekan suaranya agar tidak berteriak pada eyang nya. Walau bagaimana pun beliau tetap lah orang tua yang harus di hormati, begitu pikir Risa.
" Jika kamu mulai memimpin perusaan ini kan kamu akan sering bertemu dengan Agam karena dia adalah salah satu pemegang saham di sini. Lagian apa sih yang kurang dari Agam, dia baik, ganteng, dan yang pastinya setara dengan keluarga kita" kata eyang.
__ADS_1