
" Jika kamu mulai memimpin perusaan ini kan kamu akan sering bertemu dengan Agam karena dia adalah salah satu pemegang saham di sini. Lagian apa sih yang kurang dari Agam, dia baik, ganteng, dan yang pastinya setara dengan keluarga kita" kata eyang.
" Dia kan hanya salah satu pemegang saham, kenapa saya harus sering bertemu dengan nya eyang" ucap Risa.
" Setidaknya dia lebih berpengalaman dari pada kamu, jadi kamu harus banyak belajar dari nya" jawab Eyang Aretha.
" Risa masih bisa belajar dari mas Kevin suami Risa eyang, lagian juga ada Dewi yang siap membantu Risa " ucap Risa penuh penekanan pada kata suami. Dia berharap eyang nya sadar jika sekarang dia telah menikah dan memiliki keluarga sendiri dan berhenti mencoba mendekat kan nya dengan Agam.
" Tapi eyang lebih tenang jika kamu belajar dari Agam Ris, dia pasti akan dengan senang hati membantu kamu memajukan perusahaan" kekeh eyang.
" Kenapa eyang tidak meminta pada Agam saja untuk memimpin perusahaan jika eyang masih ragu dengan kemampuan Risa? ". Ucap Risa dengan kesal.
" Tapi kamu yang cucu eyang bukan Agam" balas eyang.
" Iya, saya cucu eyang bukan Agam. Dan mas Kevin adalah suami Risa bukan Agam". lirih Risa.
" Kenapa sih Ris kamu kayak benci sekali dengan Agam, lagian yang membuat janji perjodohan itu papamu dulu. Eyang tidak pernah ikut campur ataupun mengusulkan nya" Eyang mulai membahas masalah perjodohan lagi.
" Bisa tidak eyang berhenti membicarakan Agam di depan ku!!! ". Teriak Risa pada akhirnya.
Dia begitu muak dengan eyang nya yang selalu saja menyebut nama Agam di depan nya. Agam yang ini Agam yang itu dan lain sebagainya. Dan sekarang eyang nya secara terang-terangan lagi membahas perjodohan yang di lakukan papanya dulu.
" Risa tidak pernah meminta semua ini, eyang sendiri yang memberikan nya pada Risa. Untuk masalah perjodohan itu sudah masa lalu, Risa sudah menikah dan salah satu yang membuat janji itu juga sudah meninggal. jadi lupakan saja masalah perjodohan itu eyang, Risa mohon. Risa mencintai mas Kevin, dan Risa juga bahagia menjadi istrinya. Jadi Risa mohon tolong hentikan niat eyang untuk mendekat kan Risa dengan Agam karena sampai kapan pun Risa akan tetap mencintai mas Kevin dan tidak akan pernah meninggalkan nya ". Ucap Risa dengan menahan air mata di pelupuk matanya.
Eyang Aretha terdiam mendengar ucapan Risa, memang benar adanya jika Risa tidak bersalah dalam hal ini. Itu semua hanya ucapan di masa yang lalu dan tidak ada surat atau apapun yang mengharuskan Risa menikah dengan Agam. Tapi egonya terlalu tinggi untuk meminta maaf dan mengaku salah pada Risa.
" Maaf aku pulang dulu eyang, aku sedang tidak enak badan. Aku akan kembali ke kantor sesuai permintaan eyang jika eyang juga mau memenuhi permintaan Risa untuk tidak membahas lagi masalah perjodohan. Tapi jika tidak, maaf Risa harus sampaikan selamanya Risa tidak akan pernah menginjakkan kaki di sini ". ucap Risa lalu berdiri dan keluar dari ruangan tanpa menunggu jawaban dari eyang nya.
__ADS_1
Dengan langkah cepat Risa pergi menjauh dari ruangan eyang nya dan masuk ke sebuah lift. Dia tidak memperdulikan beberapa karyawan yang menyapa nya karena dia sedang merasa badmood dengan masalah eyang.
Sesampainya di lobby Risa segera memesan taksi dan pergi meninggalkan kantor Narendra.
" Mau ke mana non? " tanya sangat sopir saat taksi yang di tumpangi Risa sudah melaju.
" Hemmm ke jalan xxxx pak" jawab Risa.
Setelah sebentar berfikir dia pun memutuskan untuk ke kantor Kevin saja sekalian bertemu juga dengan Salsa untuk bertanya masalah Sonia.
****
Risa masih tidak percaya jika eyang nya masih berusaha mendekat kan dia dengan Agam. Dia kira eyang Aretha sudah bisa menerima Kevin dengan di lakukan nya kerja sama untuk membantu kondisi krisis di perusahaan Kevin. Tapi nyatanya eyang nya masih saja ingin dia dekat dengan Agam.
" Semoga saja eyang bisa menerima mas Kevin dengan tulus dan melupakan soal perjodohan itu" Batin Risa penuh harap.
Setengah jam kemudian taksi yang di tumpangi Risa sudah sampai di depan gedung perkantoran Dirgantara. Risa segera membayar ongkos pada pengemudi dan turun, dia berjalan masuk ke dalam kantor Kevin.
Dia pun segera melangkahkan kaki nya masuk ke dalam, beberapa karyawan yang berpapasan dengan nya pun memberi salam pada nya.
*DING...
Suara lift berbunyi menandakan dia sudah sampai di lantai yang dia tuju, dengan hati senang dia melangkah keluar dan menuju ke ruangan Kevin. Sejenak dia ingin melupakan masalah pertengkaran nya dengan eyang nya tadi dengan pergi menemui suaminya.
" Selamat siang bu Risa". sapa Riza pada Risa saat dia melintas di depan nya.
" Siang Za, apa Kevin ada di dalam? " tanya Risa sambil menunjuk ruangan Kevin.
__ADS_1
" Pak Kevin sedang keluar menemui klien bu" jawab Riza.
" Kenapa kamu tidak ikut ? " tanya Risa heran.
Biasanya Riza akan selalu menemani Kevin jika ada pekerjaan di luar kantor, tapi kenapa dia pergi sendiri sekarang. Dia juga baru ingat jika tadi waktu bertemu dengan nya di restoran Kevin pergi seorang diri tanpa Riza.
" Kebetulan saya sedang banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan bu, makanya pak Kevin pergi dengan asisten nya yang lain" Risa mengerutkan kening saat mendengar kata asisten yang lain, sejak kapan Kevin punya asisten lagi. Kenapa dia tidak berbicara padanya.
" Asisten yang lain? " tanya Risa.
" Iya bu Risa, pak Kevin punya asisten baru lagi karena saya sudah kewalahan meng-handle semua pekerjaan seorang diri. Makanya pak Kevin memutuskan untuk mencari asisten lagi untuk membantu pekerjaan saya" jelas Riza.
" Sejak kapan? " tanya Risa penasaran.
" Kemarin bu Risa " Jawab Riza.
" Mungkin mas Kevin lupa dan belum sempat berbicara padaku" Pikir Risa mencoba memahami.
" Yaudah kalau gitu aku mau menemui Salsa dulu, jika nanti Kevin kembali tolong beritahu dia untuk menelpon ku ya" pesan Risa.
" Baik bu Risa, saya akan sampaikan ke pak Kevin begitu beliau sampai " jawab Riza.
" Terima kasih Za" ucap Risa.
" Sama-sama Bu" Balas Riza dengan sopan.
Baru saja Risa berbalik ingin meninggalkan tempat itu, dia sudah di kejutkan dengan kehadiran Kevin yang baru saja keluar dari dalam lift. Bukan Kevin yang membuat nya terkejut tapi sesosok perempuan yang baru saja keluar dari lift yang sama dengan suaminya. Tidak hanya itu, mereka bahkan tampak sangat akrab dengan tangan wanita itu melingkar di lengan Kevin, mau bagaimana pun dia berpikir positif tetap saja gagal jika melihat adegan di depan nya itu.
__ADS_1
Hingga Kevin tiba di depan Risa, dia pun terkejut melihat istrinya yang berdiri di depan nya. Kevin pun dengan cepat menjauhkan diri dari wanita yang berada di samping nya.
" Sayang... " ucap Kevin dengan gugup.