
pagi sekali Risa sudah sampai di kantor, dia duduk di kursinya sambil mengutak-atik HP miliknya.
* sudah hampir sepekan Toni tidak pernah menghubungiku, apakah dia masih sibuk dengan kerjaannya? katanya hari minggu sudah balik ke Jakarta. kenapa sampai sekarang dia tidak menghunungiku ya? *
Toni, kekasih Risa bekerja sebagai fotografer dan sering dapat job keluar kota. minggu kemarin dia berangkat ke Surabaya karena ada klien di sana.
" apa aku coba hubungi dia saja ya? "
Risa menekan ikon panggil itu untuk menelfon Toni.
' Tuuuut... tuuut.. ' Telfon hanya memanggil dan tak terhubung. sekali dua kali Risa tetap mencoba tapi hasilnya sama saja. nomor Toni tidak aktif.
"Heiiii serius amat lihatin ponsel. lagi lihat apa sih? " salsa yang datang entah dari kapan sudah duduk di kursi samping Risa mengagetkan dia.
" Eeh sejak kapan lu dateng kok gue gak tau? " bukannya menjawab Risa malah balik bertanya.
" yaelah lu ngapain sih segitunya merhatiin ponsel ampe gak nyadar gue nyampe dari tadi"
" Hmmm nggak ini cuma lagi hubungin si Toni, tapi nomornya gak aktif mulu"
" masih aja lo ngarepin dia, jelas-jelas dia dah nganggep lo".
"ya mungkin aja dia lagi sibuk kerja, jangan negative thinking gitu dong"
" Sesibuk apapun seseorang, dia pasti akan ngeluangin waktu untuk orang yang dia sayang ris"
Risa mulai berfikir apa yang di ucapkan salsa ada benarnya juga. udah setahun ini mereka jarang sekali bertemu. jangankan bertemu, sekedar komunikasi lewat HP aja hampir gak pernah. Toni gak akan ngechat kalau Risa nggak chat duluan.
" Udah gak usah di fikirin, ntar sore pulang kantor nge mall yuk. dah lama nih kita gak hangout bareng" ajak salsa.
" hmmm oke deh, tapi traktir ya" jawab Risa sambil memasang wajah sok imut.
" Bisa biasa aja nggak muka lo. bukannya imut malah geli gue lihatnya". Salsa menoel kepala Risa gemas.
Sepulang kantor sesuai janji mereka pergi ke mall di pusat kota untuk sekedar melepas penat setelah lelah bekerja. mereka berjalan melewati toko-toko yang ada di sana walau hanya sebatas melihat-lihat saja.
" Duduk di sana aja yuk sambil makan, laper gue" seru salsa saat melihat sebuah counter tempat makan.
__ADS_1
" Yaudah yuk"
Mereka pun masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang kosong. pelayan datang dengan membawa buku menu dan menyodorkan untuk mereka.
" mbak, saya pesen spaghetti salmonnya 1 sama minumnya orange juice. lu mau pesen apa ris?" tanya salsa menyodorkan buku menu.
" sama aja deh minumnya green tea"
" Oke mbak itu dulu aja ya" lalu memberikan buku menu kepada pelayan.
" baik mbak mohon di tunggu sebentar ya" jawab pelayan tadi lalu berlalu pergi.
Sambil menunggu menu makan mereka datang, salsa dan Risa tampak bercanda membahas apa saja yang ada di benak mereka. kadang masalah kantor, masalah keluarga dan lain sebagainya.
10 menit kemudian makanan yang mereka pesan datang. nampak mereka menikmati makan mereka dengan lahap sambil sesekali mengobrol.
Mata Risa melihat sosok yang dia kenal sedang masuk ke dalam tempat makan yang sedang di singgahi Risa. terlihat dia merangkul pundak seorang gadis dengan mesra. Seketika itu juga emosi dan cemburu merasuk di diri seorang Risa.
Siapa lagi kalau bukan sang kekasih, Toni yang sudah sepekan ini menghilang tanpa ada kabar. menyadari perubahan pada sahabatnya itu, salsa pun bertanya.
" Lihat tuh di sana ada siapa" Jawab Risa sambil menunjuk dengan dagunya. seketika itu salsa menoleh mengikuti arah yang di tunjukkan Risa.
Salsa pun kaget bukan kepalang saat melihat Toni sedang duduk di samping perempuan sambil sesekali mencium tangan gadis itu dengan mesra.
" waah bener-bener ya tu si Toni, minta di tempeleng kali tu dia. ayo ris kita samperin mereka" ajak salsa yang sudah tak tahan melihat sahabatnya itu di selingkuhi.
mereka berdiri dan berjalan menuju ke arah si Toni itu berada.
" Ooh ini kesibukan kamu sekarang ton? " Tanya salsa.
Toni pun melihat siapa yang berbicara dengannya itu, dan betapa kagetnya saat dia melihat Risa sudah ada di depannya.
" Ris, gue bisa jelasin" ucap Toni sambil berusaha memegang tangan Risa tapi di tepisnya tangan itu oleh Risa.
" mau jelasin apa sih ton, aku sudah cukup jelas melihat semua yang ada dengan mata kepala saya sendiri"
" Bukan begitu ris, kamu salah pa.. " belum sempat Toni meneruskan ucapannya, Risa sudah melayangkan tamparan di pipi Toni.
__ADS_1
" Eeh siapa sih lo, berani-berani nya namapar cowok gue? " ucap wanita itu pada Risa.
" Ooh kenalin saya pacarnya Toni. tapi tenang aja, mulai sekarang saya mantan pacarnya Toni" jawab Risa sambil menyiram segelas air ke muka Toni lalu berjalan pergi.
" awas lo kalau berani deketin Risa lagi, lo bakal berurusan sama gue" Ancam salsa lalu berlari mengejar Risa.
Toni yang akan berlari menyusul Risa di tahan oleh perempuan itu dan cekcok pun terjadi di antara mereka.
sesampai di rumah Risa langsung masuk ke kamarnya dan mengunci pintu lalu menangis sejadi-jadinya. meluapkan segala rasa kecewa dan sakit hati yang dia rasa. Dia berharap dengan keluarnya air mata ini, maka hilang pula rasa cinta yang selalu dia jaga untuk Toni.
Betapa bodohnya Risa selama ini yang selalu memaafkan kesalahan toni. ini bukan kali pertama Toni ketahuan selingkuh. dan dia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi menerima Toni dalam hidupnya. karena sekali tukang selingkuh, maka selamanya juga akan seperti itu..
Ting...
Sebuah notifikasi masuk dari ponselnya, pesan itu dari salsa yang menanyakan kabar dirinya. saat akan membalas pesan itu, sebuah panggilan masuk dari Toni. Risa pun langsung mematikannya dan memblokir kontak Toni.
📱: Aku baik-baik saja Sa, tenang aja* bunyi balasan pesan untuk salsa.
Entah sudah berapa lama Risa menangis sampai ia ketiduran karena kelelahan. Jam sudah menunjukkan pukul 12 dini hari. Dia merasa kehausan karena mungkin sangking banyaknya dia mengeluarkan air mata.
Risa berjalan keluar untuk mengambil minum lalu balik ke kamarnya. duduk di ranjang nya dan mengambil HP yang berada di atas meja.
Ada puluhan panggilan tak terjawab dari kevin. * kenapa pak kevin menghubungi saya ya* batin Risa.
Lalu dia mengetikkan 📱 : Maaf Pak, tadi saya sudah tidur, ada perlu apa ya pak * Sendiri
Tak lama kemudian sebuah notifikasi masuk dari kevin.
📱: Tidak apa-apa ris, tadi kinar yang pengen telfon kamu. tapi sekarang sudah tidur*
📱: bapak kenapa jam segini belum tidur?
📱: Tadi masih ada kerjaan sedikit. kalu di luar kantor panggil saya kevin saja, tidak usah pakai pak.
Selama beberapa jam mereka berbalas pesan, entah apa saja yang mereka bicarakan hingga lupa waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi.
📱: sudah malam ris, kamu tidur dulu ya. sampai jumpa besok di kantor.
__ADS_1