Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 52


__ADS_3

Setelah keberangkatan Kevin dan Kinar, Risa bersama mama Sinta dan mami Ratna menonton TV di ruang keluarga. Sementara papi Arya ke ruang kerja Kevin untuk menyelesaikan pekerjaannya.


" Mama beneran mau tinggal di sini kan? " Tanya Risa pada mamanya.


" Iya, mama mau nemenin kamu di rumah biar gak bosen" jawab mama Sinta.


" Nanti kalau kamu udah sembuh, gimana kalau kita pergi liburan bareng. Kan sebentar lagi Kinar juga udah mulai libur sekolah? " Usul mami Ratna.


" Boleh juga mi, tapi mau kemana? " tanya Risa.


" Ke Bali aja gak usah jauh-jauh, sekalian ngajak mama kamu lihat hotel kamu. Setuju nggak jeng? " Ucap mami Ratna sambil melihat mama Sinta.


" Hotel Risa? memangnya Risa punya hotel? " Tanya mama Sinta bingung.


" Loh, memangnya Risa belum cerita ke jeng Sinta? " Tanya mami Ratna balik dan di jawab gelengan kepala oleh mama Sinta sambil menatap Risa meminta penjelasan.


" Risa belum ngasih tau ke mama mi, rencananya Risa mau ngajak langsung ke sana sekalian ngasih surprise " Ucap Risa pada akhirnya.


" Yaah, mami gagalin rencana kamu dong? " Mami Ratna merasa sedih.


" Nggak papa mi, lagian sekarang juga mama udah terkejut tuh". Kata Risa sambil tersenyum.


Mereka pun terus mengobrol dan bercanda hingga tak terasa sudah hampir siang. Sebentar lagi Kinar akan pulang, tetapi belum menyiapkan makan siang. Saat mama Sinta dan mami Ratna akan pergi ke dapur untuk memasak, Bel di rumah berbunyi.

__ADS_1


" Biar Risa aja yang buka mi" Ucap Risa sambil berlalu keluar.


**Ceklek...


Risa pun membuka pintu, dia melihat sepasang pria dan wanita sedang berdiri di depan pintu. Dia pun mengingat wajah kedua orang itu tetapi sepertinya dia belum pernah melihatnya.


" Maaf, anda mencari siapa ya? " Tanya Risa sambil memandang mereka.


" Kami ke sini untuk bertemu pak Arya dan bu Ratna" Jawab lelaki di depannya.


" Ooh iya silahkan masuk, biar saya panggilkan dulu" Ucap Risa membuka pintu dan mempersilahkan tamunya untuk masuk.


Setelah kedua orang itu duduk, Risa berlalu ke dalam dan memanggil mami Ratna.


" Mami, ada tamu yang nyariin mami sama papi" Ucap Risa saat sampai di dapur.


" Nggak tau mi, Risa belum pernah lihat sebelumnya. Mungkin temen mami sama papi kali"


" Yaudah kalau begitu biar mami lihat dulu. mbok, tolong panggil bapak di ruang kerja Kevin ya" pinta mami Ratna pada mbok minah.


" Iya buk" Jawab mbok minah.


Mami Ratna pun berjalan ke arah ruang tamu untuk melihat siapa yang datang. Betapa terkejutnya dia saat dia melihat siapa dua orang yang datang mencarinya.

__ADS_1


" Untuk apa lagi kalian ke sini? " Ucap mami Ratna dengan sinis.


" Mbak, kami ke sini untuk.. "


" Untuk meminta kami mencabut laporan pada Bella? " kata mami Ratna memotong ucapan papa dari Bella.


" Kami mohon mbak, kasihan Bella. Dia sangat depresi dan berniat untuk bunuh diri " Bujuk mama Bella dengan berurai air mata.


" Kenapa dia gak mikir dulu akibatnya apa jika membunuh seseorang". ucap mami Ratna.


" Menantu mbak gak meninggal kan mbak, jadi kami mohon bebaskan Bella"


" Apa kamu berharap menantu saya meninggal". jerit mami Ratna dengan emosi.


" Bukan begitu maksud kami mbak". Bela papa Bella.


" Lalu apa maksudmu? kalian pikir kami tidak sedih melihat menantu kami terbaring di rumah sakit, bahkan harus rela kehilangan janin yang ada di kandungannya? " Ucap papi Arya dengan suara lantang.


Mereka semua pun menoleh dan melihat papi Arya yang baru turun dari lantai atas dan berjalan mendekat ke arah mereka. Papa dan mama Bella begitu terkejut saat mengetahui bahwa Risa dalam keadaan hamil waktu itu. Mereka pikir masih ada harapan dan meminta belas kasihan keluarga Kevin untuk membebaskan Bella, karena istri Kevin bisa selamat. Tapi saat tahu mereka kehilangan janin yang ada di kandungan, harapan mereka pun sirna.


" Maksud mas, istri Kevin sedang hamil? " Tanya mama Bella.


" Iya, istri Kevin sedang hamil waktu itu. Tapi gara-gara ulah Bella, mereka kehilangan calon anak yang di kandung Risa" Lanjut papi Arya.

__ADS_1


Papa dan mama Bella pun tidak bisa berkata-kata lagi mendengar penuturan papi Arya. Keadaan menjadi hening beberapa saat hingga pintu depan terbuka.


" Untuk apa kalian ke sini? ".


__ADS_2