Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
29


__ADS_3

"Kamu minta aja kerja di kantor suami Risa itu, kalau perlu kamu rayu dia supaya mau nikahin kamu dan ceraiin Risa". Usul bu de kasni.


" Ibu yang bener aja dong kalau ngasih usulan. Masak saya di suruh jadi pelakor sepupu sendiri. Nanti di viralin bisa satu Indonesia yang hujat saya". Protes putri.


" Atau kalau nggak kamu minta di kenalin aja sama temen-temen suami Risa itu, pasti juga banyak yang kaya juga".


" Udah lah buk gak usah mimpi yang terlalu tinggi. Lagian kalau putri jadi nikah sama mas joni juga ibu bakal lebih di pandang dan di segani di kampung. Udah ah buk, mau tidur dulu. Takut besok telat bangunnya". Lalu putri merebahkan diri dan menarik selimut menutupi tubuhnya.


"Dasar anak gak berguna. Di kasih masukan malah ngeyel, nanti kalau di hina sama si Risa baru tahu rasa kamu". Gerutu bu de kasni kemudian menyusul putri bungsu nya untuk tidur.


.


.


.


Pagi sebelum subuh, rumah Risa sudah ramai orang yang bersiap-siap untuk acara akad Risa dan kevin. Risa sendiri sudah selesai mandi dan menunggu kedatangan perias yang janji datang jam 05.00 pagi. Acaranya sendiri di mulai pukul 09.00 di lanjut dengan resepsi pada malam harinya.


Semalam risa begadang karena tak bisa tidur. Baru pukul 02.00 dini hari mata risa bisa mulai terpejam. Dia merasa bahagia sekaligus juga tegang. Sebentar lagi statusnya akan berubah menjadi istri sekaligus seorang ibu. Meskipun hanya ibu sambung, Risa tetap merasa bahagia.


Selama di rumah kemarin, dia belajar bagaimana cara mendidik anak yang benar dan juga menjadi istri yang baik. Dia berharap pernikahan ini akan menjadi pernikahan nya yang pertama juga yang terakhir. Seperti mama papanya yang terpisahkan hanya dengan maut.


"Maaf mbak Risa agak telat, tadi macet di jalan". Ucapan salah satu perias membuyarkan lamunan Risa.


" Iya gak papa mbak, lagian waktunya juga masih lama. Gak perlu terburu-buru". jawab Risa sambil tersenyum.


"Mau di mulai sekarang mbak?". Tanya perias yang di ketahui bernama Diva dan asistennya bernama Zara.


" Iya sekarang juga boleh mbak, untuk perias keluarga saya sudah ada kan mbak? ". Ucap risa begitu dia duduk di kursi.


" Sudah ada beberapa pegawai saya yang meng-handle mbak, gak usah khawatir. Semua pasti beres sebelum waktu akad di adakan".

__ADS_1


Mbak Diva mulai memoleskan make up di wajah risa dengan telaten. Dia tidak mau mengecewakan bu Ratna yang sudah menjadi langganannya sejak dulu. Dia ingin hasil yang maksimal untuk calon menantu bu Ratna itu.


"Mbak Risa kulit wajahnya bagus banget, pake cream atau perawatan mbak?". Diva mulai membuka topik pembicaraan agar suasana tidak boring.


" Aku gak pernah perawatan mbak, suka bosen kalau kelamaan berada di salon".


Risa memang tipe gadis yang tak suka memanjakan diri di salon seperti wanita yang lain. Jika orang suka menghabiskan weekend dengan dengan seharian melakukan perawatan, maka beda halnya dengan Risa. Dia akan memilih jalan-jalan dan nonton bersama temannya atau membuat kue dengan sang mama di rumah.


.


.


Dua jam telah berlalu, Riasan Risa pun sudah selesai. Tinggal ganti baju dan menunggu calon mempelai pria datang. Kebaya putih berekor panjang dengan hiasan batu swarovski, di padukan dengan make up yang soft. Membuat tampilan Risa terlihat anggun dan mempesona setiap mata yang memandang.


"Ya ampun Risa cantik banget sih, mbak sampe pangling banget loh ris". Ucap mbak Indah yang baru masuk ke kamar Risa.


" Iya mbak, jarang make-up sekalinya pake full make-up malah jadi beda banget gini. Pasti nanti mas kevin bakal gak ngenalin mbak Risa nih". Timpal Zara menanggapi ucapan Indah.


.


.


.


Sementara di kediaman orang tua kevin, semua nampak sibuk menyiapkan segala sesuatu yang akan di bawa ke rumah pengantin wanita. Para saudara berlalu lalang menata seserahan ke dalam mobil. Mama Ratna memastikan semua tak ada yang ketinggalan.


Hanya kevin saja yang dari tadi mondar-mandir sambil mulutnya komat-kamit seperti menghafalkan sesuatu.


"Kamu ngapain sih vin, dari tadi mondar-mandir kayak setrikaan. Pusing tau gak mami lihatnya". Protes mama Ratna.


" Biarin aja lah Rat, mungkin kevin grogi karena sebentar lagi akan menikah". Ucap tante wulan.

__ADS_1


"Halah, kayak baru pertama kali aja kamu ijab qabul vin. Dulu kayaknya kamu gak se grogi ini deh waktu nikah sama mona". Sindir mami Ratna dan di sambut tawa oleh semua yang ada di sana.


" Mami berisik deh, kevin lagi hafalin buat ijab qabul nanti supaya lancar mi". protes kevin.


"Sudahlah vin, gak usah sampai segitunya kamu ngafalin. Semua itu tergantung niat dan hati kamu. kalau kamu beneran serius dan cinta dengan Risa, pasti semua juga akan mudah". Kali ini paman Arya yang berbicara mencoba menenangkan kevin.


****


Kini kevin dan rombongan sudah berada di mobil menuju kediaman Risa. semakin dekat dengan rumah Risa, semakit tambah pula rasa gugupnya. Mami Sinta menggenggam tangan kevin untuk mengurangi sedikit rasa nervous kevin.


" Papa kok mukanya kayak takut gitu, kita kan mau ke rumah mama Risa. Biasanya kalau ketemu mama Risa, papa akan happy banget". Celotehan Kinar mampu membuat yang semobil dengan kevin tertawa terbahak-bahak.


Pasalnya apa yang di sampaikan gadis kecil itu benar adanya. Kevin pun merasa malu karena di katai seperti itu oleh putrinya.


" Iya kin, papa kamu pasti grogi banget sekarang karena sebentar lagi bakal ketemu sama calon mama kinar". ucap tante wulan.


"Sudah... Sudah, jangan buat kevin makin panik. sebentar lagi kita sampai di rumah Risa". Paman Arya menanggapi.


Mobil pun berhenti di dekat rumah Risa, Tenda berwarna putih biru sudah terpasang di depan rumah Risa.


Kevin dan rombongan pun di sambut antusias oleh keluarga besar Risa. Setelah menyalami satu persatu, kevin di persilahkan duduk di kursi yang sudah di siapkan. Dimana ada enam kursi di sana, yang kevin tahu pasti untuk dirinya, Risa, wali, penghulu dan juga saksi.


Begitupun dengan keluarga dan tamu yang sudah duduk di kursi yang ada untuk menyaksikan akad nikah antara Kevin dan Risa.


Kevin begitu bahagia hari ini, bahwasanya sebentar lagi dia akan menyandang status sebagai seorang suami lagi. Begitupun halnya dengan kinar yang bahagia akan mendapatkan seorang mama.


Tak berapa lama, penghulu yang di tunggu pun telah hadir. semua kursi sudah terisi kecuali kursi di samping kevin yang pastinya milik Risa.


" Bagaimana, apakah sudah siap semuanya?". tanya pak penghulu yang di jawab "sudah" oleh semua.


" Kalau begitu, silahkan panggil calon mempelai wanita untuk bergabung di sini".

__ADS_1


Tak berselang lama, terlihat Risa datang di apit oleh mama dan juga kakak iparnya. Mata kevin tak lepas dari wajah Risa yang hari ini terlihat begitu luar biasa cantiknya.


__ADS_2