Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
25


__ADS_3

"Mas, boleh gak aku minta sesuatu sama mas? " tanya risa agak ragu.


"Tentu saja boleh sayang, emang kamu mau minta apa?".


" Aku mau ke makam almarhumah mbak mona sebelum kita menikah".


"Kenapa kamu mau ke mana ris? ". tanya kevin karena tak percaya dengan pendengarannya.


" Ke malam mbak mona. Aku ingin meminta restu dan izin mbak mona untuk menggantikan dia menjaga dan menyayangi kinar mas". Kevin begitu terkejut mendengar penuturan Risa, pasalnya dia tak menduga jika Risa akan ingat dengan Almarhumah istri pertamanya.


"Apakah boleh mas? " tanya risa lagi karena belum mendapat jawaban dari kevin.


"Tentu saja boleh sayang, aku malah bersyukur dan bahagia sekali kalau kamu mau melakukan hal itu".ucap kevin.


" Terima kasih, Mas mau nganterin aku kan? ".


" Iya sayang, kapan kamu mau ke sana? ".


" Besok aja mas, nanti aku minta izin sama mama supaya di bolehin pergi besok".


"Baik lah, besok sore aku akan jemput kamu di rumah".


.


.


.


Beberapa saat kemudian, mobil yang di kendarai kevin sudah sampai di restoran yang sering mereka datangi ketika ingin makan di luar. Dan risa baru tahu beberapa minggu yang lalu jika restoran itu adalah milik kevin.


Setelah memarkirkan mobil, mereka pun turun untuk menuju ke dalam.


"Selamat malam Pak kevin, bu risa". Sapa pelayan yang ada di depan pintu masuk. Memang semua pelayan di sini sudah tau siapa kevin dan risa, jadi tidak heran jika mereka sangat sopan kepadanya.


" selamat malam". Jawab risa sementara kevin hanya menganggukkan kepala.


"Apa perlu saya siapkan ruangannya ?"


" Tidak usah, hari ini kami makan di meja luar saja". ucap kevin lalu segera beranjak untuk menuju meja yang kosong.


Hari ini risa meminta kevin untuk makan di meja luar saja, pasalnya selama ini mereka selalu makan di privet room yang memang di sediakan khusus ketika kevin dan keluarga nya ataupun sahabatnya ingin makan bersama.

__ADS_1


"Aku ke toilet sebentar ya mas". Izin risa.


" Baiklah, aku tunggu kamu di meja nomer 12 sana". jawab kevin sambil menunjuk arah yang di maksud.


Setelah selesai dari toilet, Risa pun segera keluar untuk bergabung di meja kevin. tapi langkahnya terhenti saat sebuah suara yang dia kenal menyapanya.


"Dunia ini terlalu sempit ya risa, kenapa selalu saja aku bertemu denganmu. Atau kamu memang sengaja mengikutiku karena kamu ingin balikan lagi denganku? ".


" Toni... ". pekik risa pelan, Sial sekali dia karena harus bertemu dengan mantan pacarnya di sini.


Toni terlihat sedang duduk di meja dengan ke-tiga sahabatnya yang sudah dia kenal saat masih berpacaran dengan Toni. Rafa, seno dan juga Tian adalah sahabat Toni sejak kuliah.


" Sudah ku bilang berapa kali kalau aku tidak berniat untuk kembali menjalin hubungan dengan mu. tapi kalau kamu masih tetap ngeyel, aku bisa menjadikanmu simpananku". Ucap Toni sambil menyeringai.


"Tega sekali lo ton mau menjadikan risa simpananmu. Hai risa, dari pada kamu menjadi simpanan Toni lebih baik kamu menjadi pacarku". Kali ini seno yang menanggapi ucapan Toni


Seno dulu juga sempat mengejar risa tapi risa sudah terlanjur jatuh cinta dengan Toni. Jadi mau tak mau dia menolak ajakan seno untuk menjadi kekasihnya.


"Hahaha... kalau elo masih berminat dengan nya, silahkan ambil saja sen. gue juga udah gak tertarik dengan dia".


Karena tak ingin berurusan lagi dengan Toni dan kawan-kawan nya, risa bermaksud pergi dari sana karena kevin pasti sudah menunggunya. Tapi saat baru berjalan satu langkah, Tiba-tiba ada yang menarik lengannya.


" Mau kemana ris, kamu di sini saja temani kita makan. setelah ini kita bisa pergi keluar untuk bersenang-senang". Rupanya seno yang sudah menarik tangan risa.


"Lepasin tangan gue sekarang sen". Risa mencoba sekuat tenaga melepaskan cengkraman tangan seno tapi dia kalah tenaga.


" Jangan sok jual mahal lah ris, ayolah kau temani aku malam ini".


"Aku gak sudi jalan dengan lelaki seperti kamu sen". maki risa yang di balas dengan tawa mereka semua.


Pelayan yang kenal dengan risa pun menghampiri mereka bermaksud ingin melerai, tapi dia malah terkena bogem mentah dari tian.


" Jangan ikut campur, atau mau loe gue pecat sekarang juga. ayah gue manager di sini jadi jangan mencoba mengganggu kesenangan gue malam ini". ucap lantang seno.


Pelayan yang lain pun segera menghampiri kevin untuk memberitahukan masalah risa padanya.


"Pak kevin, Bu risa di ganggu beberpa pelanggan di sana".


" Siapa? kenapa kalian tidak menolongnya? " Teriak kevin.


"Salah satu dari mereka adalah anak dari pak susilo, manager di kafe ini pak". Adunya lagi.

__ADS_1


"Cepat panggil susilo ke sini sekarang juga atau aku akan memamatahkan kaki anaknya". Kevin segera berlalu untuk membantu risa.


Dari kejauhan kevin sudah nampak risa yang meringis kesakitan karena cengkraman di tangan kanannya. Emosi kevin pun meledak seketika melihat para berandalan itu menyakiti tunangannya.


*Bugh..


Sebuah pukulan dari kevin melayang di rahang seno membuat dia terjerembab ke lantai dan melepaskan tangan Risa. Toni dan teman-temannya yang lain pun terkejut dengan kejadian itu.


"Mas.. ". Ucap risa saat tangannya terlepas dan menghambur ke pelukan kevin.


" Maaf mas telat datangnya. kamu tidak apa-apa kan? atau ada yang sakit". tanya kevin khawatir.


"Aku takut mas". Air mata risa pun meleleh di pipinya. Dia merasa begitu lega karena kevin datang sebelum terjadi sesuatu padanya. Dia tak bisa membayangkan andai kata tadi seno dan yang lainnya jadi membawanya pergi dari sini.


" Tenanglah sayang, ada mas di sini. mas akan selalu melindungi kamu". kevin mencoba menenangkan risa yang berada di pelukannya.


"Breng***, berani banget lo mukul gue. lo gak tau bokap gue adalah manager di sini?". Maki seno setelah berdiri di bantu oleh temannya.


" Jangan kan hanya anak manager di sini, sekalipun kamu anak dari pemilik kafe ini pun gue berani menghajar lo". Ucap kevin lantang. Aura kemarahan kevin sedikit membuat Toni dan teman-temannya sedikit kicep. makanya mereka hanya diam saja tanpa berusaha membantu melawan kevin.


"Sok punya nyali juga lo, sini gue hajar lo sekarang juga".


" Berhenti.." Teriak ayah seno,saat melihat putranya akan melayangkan tangannya untuk membalas pukulan kevin,


*Plak


*plak


Dua buah tamparan melayang di pipi kanan dan kiri seno.


"Ayah, kenapa ayah mukul saya? seharusnya dia yang ayah pukul karena sudah berani memukul saya duluan". Teriak seno pada ayahnya.


Tapi bukannya jawaban dari ayahnya yang di dapat, tapi sebuah tendangan di perutnya yang di layangkan oleh sang ayah.


" Kurang ajar, salah saya memanjakanmu selama ini. Apa tidak bisa sehari saja kau tak membuat masalah untuk ayahmu ini". maki pak susilo ayah seno.


"Ayah... ". Belum reda rasa terkejutnya, dia sudah di kejutkan lagi dengan adegan di mana ayahnya belutut di depan kevin.


" Pak kevin, tolong maafkan saya karena tak bisa mengajari putra saya itu. tolong jangan pecat saya pak, beri saya satu kali kesempatan".


Ucapan pak susilo tidak hanya membuat seno terkejut, tapi juga toni, Rafa dan tian tak kalah terkejutnya melihat adegan di depan mata mereka itu.

__ADS_1


__ADS_2