Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
24


__ADS_3

Kevin berjalan ke arah kerumunan itu dan melemparkan undangan pernikahannya pada mereka.


"Risa adalah calon istriku, jadi jangan berani-berani kalian membicarakan hal yang tidak-tidak mengenai dia" Bentak kevin membuat siapa saja yang mendengarnya bergidik ngeri.


"jelaskan pada yang lainnya juga, aku tidak mau ada seorang pun karyawan saya yang masih berfikiran buruk tentang Risa. Paham kalian?". Ancam kevin


" Iya Pak paham". jawab mereka serentak.


Kevin dan risa pun meninggalkan mereka yang masih diam menunduk di tempat semula.


.


.


.


Di mobil, risa masih saja diam sambil melihat ke arah samping jendela. Kevin yang melihat Risa murung itupun memberhentikan mobilnya di tepi jalan lalu menyentuh tangan risa dan menggenggamnya. spontan Risa pun menoleh ke arah kevin.


"Kamu kenapa sayang?". Tanya kevin yang hanya di jawab gelengan kepala oleh risa.


" Kamu jangan terlalu memikirkan kejadian tadi, nanti kamu malah sakit".ucap kevin lagi sambil membelai kepala risa dengan lembut.


" Apa yang mereka bicarakan tadi ada benarnya juga, siapapun pasti akan berfikiran hal yang sama mengingat status kita yang terlalu jauh. kamu Yang seorang pemilik perusahaan sedangkan aku hanya karyawan biasa". Risa mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya.


" Hei, kenapa bicara seperti itu? Cinta datang tanpa melihat status kita apa. kita bisa memilih pada siapa kita suka tapi tidak dengan cinta. Cinta selalu datang di saat yang tepat dan pada orang yang tepat pula. jadi jangan pernah merasa rendah diri seperti itu". Ucap kevin lembut.


" Kamu adalah perempuan terbaik yang di kirim Tuhan untukku, kamu yang bisa melengkapi segala kekuranganku. kamu pelengkap kebahagianku dan juga kinar. Jadi jangan pernah lagi beranggapan bahwa kamu tidak pantas mendampingiku". lanjut kevin.


Risa menatap mata kevin dan melihat ketulusan di sana, tak ada alasan lagi bagi dirinya untuk meragukan cinta kevin. Dia juga tak perduli dengan apa kata mereka lagi karena hanya dia dan kevin yang tahu bagaimana perasaan satu sama lain.


"Terima kasih karena sudah hadir di kehidupanku mas, Terima kasih karena sudah memilihku sebagai pelengkap kebahagiaanmu dan juga kinar".


" Aku yang harusnya berterima kasih karena kamu sudah mau menerimaku dengan kinar setulus hatimu. Mulai sekarang marilah kita bersama berjuang untuk selalu bahagia dalam membina rumah tangga kita kelak".


"iya mas".


Kevin pun menginjak pedal gas lagi dan melajukan mobilnya membelah jalan yang tidak terlalu ramai itu.


Setengah jam kemudian, mereka telah sampai di butik langganan mama Ratna. Setelah memarkirkan mobil, kevin segera keluar dan berlari untuk membukakan pintu untuk risa.


" Terima kasih mas".


"Sama-sama my queen". Risa hanya tertawa pelan melihat perlakuan manis kevin padanya.


" Assalamu'alaikum". Salam kevin dan risa bersamaan saat masuk ke dalam butik.


"waalaikumsalam, Eeh risa udah dateng. Loh, ada kevin juga toh katanya mau ke sini sendiri. tadi mamamu sudah telfon tante katanya kamu mau kesini". Ucap tante Salma pemilik butik.

__ADS_1


" Iya tante, tadi habis dari kantor mas kevin. terus di anterin deh sekalian".jawab Risa.


"Olaah pasti mau lihat kamu pake baju pengantin kan ris? udah gak sabar tuh pasti si kevin. ya nggak ris? ". goda tante salma.


"Tante tau aja deh". jawab kevin sambil tersenyum malu.


" Hahhaha... gini-gini tante juga pernah muda vin, emang kamu aja yang rasain".


"Iya deh tante kevin percaya".


" Yaudah yuk ris cobain sekarang, bajunya udah tante siapin di dalam. Nanti biar pegawai tante yang bantuin kamu".


"Iya tante". Setelahnya risa pun berjalan menuju ruang ganti, di dalam sudah ada seorang pegawai yang telah menunggu risa.


" Maaf merepotkan ya mbak". ucap risa pada karyawan tante salma.


"Gak papa mbak, sudah jadi kewajiban saya buat bantuin calon pengantin supaya gak kerepotan". jawab pegawai itu dengan tersenyum.


Sementara di luar kevin sedang berbincang-bincang dengan tante salma sambil menunggu risa selesai ganti baju.


" Gimana vin persiapannya, udah berapa persen?"


"Alhamdulillah sudah 90% tante, masih ada satu minggu buat nyiapin semua".


" Syukurlah kalau begitu, tante do'ain lancar semua sampai hari-H nanti".


" InsyaAllah kalau tidak ada halangan tante pasti datang dengan om, tapi kalau dinda tante gak bisa janji. Tau sendiri kan dinda masih di Luar buat nyelesaiin sekolah desainnya ".


" Akhirnya ngambil jurusan desain juga dia. dulu katanya mau ambil jurusan hukum kayak papanya".


"Gak tau juga, Tiba-tiba dia berubah fikiran ambil desain. padahal sudah dapat beasiswa S1 jurusan hukum. Tapi ya semua terserah dia saja, apapun yang dia pilih kami sebagai orang tua pasti akan selalu mendukung".


Setelah beberapa saat, pintu ruang ganti pun terbuka. Kevin dan tante salma sama-sama menoleh. Mereka tampak terpukau melihat risa terutama kevin yang tak berkedip sedikitpun. Risa mengenakan gaun berwarna putih gading dengan ekor panjang menjuntai. Hiasan yang simple tapi tetap terlihat elegant.


"Waah risa, kamu cantik banget. kevin saja sampai gak berkedip gitu lihat kamu". goda tante salma.


Risa tampak malu-malu di pandang seperti itu oleh calon suaminya. sementara kevin tak memalingkan wajahnya sedikitpun dari risa.


" Hei, udah kagumnya. Tante minta pendapatmu tentang gaunnya, ada yang kurang berkenan tidak dengan seleramu". ucap tante sarah sambil menyenggol lengan kevin yang membuatnya tersentak kaget.


"Hah tadi tante bilang apa? ". tanya kevin gugup.


" Tante tanya gimana pendapatmu tentang gaunnya? masih ada yang masih kurang gak menurutmu kamu?". ulang tante salma.


"Bagian bahunya apa tidak terlalu terbuka tante? ".


"Menurut tante sih nggak ya, tapi kalau kamu maunya agak tertutup nanti tante tambahin aksen sedikit biar gak terlalu terbuka".

__ADS_1


"makasih tante".


"menurut kamu sendiri gimana ris? ada yang kurang gak? ". Tanya tante salma saat melihat risa hanya diam saja dari tadi.


" Gak tante, hanya saja seperti kata mas kevin tadi bahunya agak sedikit terbuka. jadi saya agak merasa gak nyaman".


" kalau begitu, kalian ada request mau di tambah apa gak? "


"Terserah tante aja, yang penting bagian pundak tidak terlalu terbuka". jawab risa.


"Baiklah nanti tante kirim foto final nya ke kamu ya ris".


" Iya makasih tante".


Setelah selesai berdiskusi masalah gaun tadi, kevin dan risa pun berpamitan pulang karena hari sudah mulai petang.


"Kita mampir makan dulu ris? ". Tanya kevin saat mereka sudah di jalan.


" Hemm terserah mas saja, ini yang terakhir kita ketemu. soalnya besok kata mama aku sudah harus di pingit".


"Jadi mas gak bisa ketemu kamu dong? ". ucap kevin dengan suara lemas.


" Hehehe cuma seminggu mas, setelah itu kan kita bisa ketemu setiap hari".


" Hemmm oke lah, oh ya ris nanti honeymoon kamu mau ke mana? "


" Terserah mas saja".


"Bagaimana kalau kita ke Eropa? kebetulan masih musim dingin sekarang".


" kalau kita pergi nanti kinar gimana?".


"kinar bisa sama oma opa nya".


" kalau honeymoon nya di tunda sampai kinar libur sekolah gimana mas? jadi nanti kita bisa pergi bertiga".


"kamu gak akan kerepotan nanti kalau ada kinar? "


"Ya enggak lah mas, malah aku seneng kalau kita bisa pergi bareng-bareng".


" Oke kalau begitu, kinar pasti seneng banget kalau tau mau di ajak liburan".


"Mas, boleh gak aku minta sesuatu sama mas? " tanya risa agak ragu.


"Tentu saja boleh sayang, emang kamu mau minta apa?".


" Aku mau ke makam almarhumah mbak mona sebelum kita menikah".

__ADS_1


__ADS_2