Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 75


__ADS_3

" Sekarang dia sudah agak tenang pi, tapi Kevin akan membawa nya ke psikiater untuk menghilangkan trauma yang dia alaminya" Lirih Kevin dengan memandang putrinya yang tengah tertidur.


" Itu ide yang bagus, kejadian ini pasti membuatnya ketakutan dan trauma yang mendalam" Ucap papi Arya yang di angguki oleh Kevin.


Setelah berterima kasih pada paman Septa dan yang lainnya, Kevin pun segera membawa Kinar ke rumah sakit sendiri karena papi Arya akan ikut dengan paman Septa untuk mengurus masalah ini.


Kevin pun naik ke helikopter dan bergegas meninggalkan tempat yang penuh dengan kenangan buruk bagi Kinar tersebut.


Lima belas menit kemudian Kevin sudah sampai di atap sebuah rumah sakit swasta terbesar di bali. Manager rumah sakit datang ke atap sendiri untuk menyambut kedatangan Kevin setelah sebelumnya paman Septa menelpon Rumah sakit itu.


" Pak Kevin, perkenalkan saya Surya manager rumah sakit Pelita ini " Ucap pak Surya mengenalkan dirinya.


" Apakah paman Septa sudah memberi tahukan maksud kedatangan ku? "Tanya Kevin.


" Sudah pak, mari ikut dengan saya. Saya sudah menunjuk dokter psikiater terbaik yang kami punya" Ucap manager itu yang di jawab dengan anggukan kepala Kevin.


" Apakah anda perlu perawat untuk membawa putri anda? " Tanya pak Surya saat melihat Kevin menggendong putri nya.


" Tidak perlu, aku bisa membawa nya sendiri"


" Baiklah, mari ikut saya pak"


Kevin pun segera berjalan mengikuti manager rumah sakit itu sambil menggendong Kinar.


Kini mereka pun tiba di sebuah ruangan dengan bertuliskan Ruang psikiater.


" Silahkan masuk pak Kevin" Manager rumah sakit itupun mempersilahkan Kevin untuk masuk dengan membuka pintu dengan lebar agar Kevin bisa lewat.


Di dalam sudah ada seorang dokter perempuan paruh baya yang menyambut kedatangan Kevin.


" Silahkan baringkan di sana pak" Ucap dokter itu sambil menunjuk sebuah ranjang pasien.


" Apa yang terjadi dengan putri bapak? " Tanya dokter itu setelah Kevin membaringkan Kinar di ranjang.


Kevin pun segera menceritakan kejadian yang menimpa putrinya itu kepada dokter yang bernama Rahma itu.


" Lebih baik bapak juga mengobati lengan bapak yang terluka" Ucap dokter Rahma sambil menunjuk luka sayatan di lengan kanan Kevin.


Kevin tidak menyadari jika lengannya terluka saat berusaha merebut pisau dari tangan penculik tadi.


" Suster, tolong obati luka pak Kevin" Kata dokter Rahma pada Suster nya.

__ADS_1


" Terima kasih dok" ucap Kevin tulus.


Setengah jam berlalu dan kini Kinar sudah di pindah ke ruang rawat inap VVIP. Lengan Kevin pun sudah di obati dan di perban.


Sambil menunggu Kinar yang tengah tertidur Kevin duduk di kursi sofa yang ada di dalam kamar dan mencoba memejamkan matanya.


Tidak lama pintu ruangan terbuka dan masuklah Risa, mami Ratna dan mama Sinta ke dalam. Kevin yang mendengar kedatangan seseorang pun segera membuka matanya.


" Kinar. . " Teriak mereka bertiga serempak.


Mereka pun segera mendekat ke ranjang Kinar dan bergantian mencium Kinar yang sedang terlelap.


" Mas" Panggil Risa yang melihat Kevin duduk di sofa.


Dia pun menghampiri Kevin dan memeluknya dengan erat.


" Terimakasih mas" Lirih Risa dalam pelukan Kevin.


" Iya sayang, maaf mas tidak mengabarimu terlebih dahulu karena mas khawatir dengan keadaan Kinar" Ucap Kevin sambil mengelus puncak kepala Risa.


" Tidak papa mas, aku sudah cukup senang karena mas sudah berhasil menyelamatkan Risa" Air mata pun mulai menetes di pipi Risa.


Kevin mengulurkan tangannya dan menghapus air mata Risa.


" Aku seneng mas akhirnya bisa melihat Kinar lagi. Aku begitu takut jika sampai tidak dapat melihat Kinar lagi" Tangis Risa pun mulai pecah.


" Sstttt sudah sayang, yang penting sekarang Kinar sudah berkumpul kembali dengan kita" Kevin mencoba menenangkan Risa.


" Aku janji akan menjaga Kinar dengan baik" janji Risa.


" Kamu sudah menjaga Kinar dengan baik selama ini sayang. Kamu adalah mama yang terbaik yang Kinar miliki" ucap Kevin sambil tersenyum.


Risa pun ikut tersenyum mendengar penuturan Kevin yang membuat hatinya menghangat.


" Bagaimana kalian tahu kalau kami ada di sini? " Tanya Kevin pada Risa.


" Papi yang sudah ngasih tahu mas, kami langsung kemari begitu papi mengabari" Jawab Risa, Kevin hanya menganggukkan kepala mendengar jawaban Risa.


" Tangan kamu kenapa Vin? " Tanya mami Ratna saat mendekat ke arah mereka.


Risa yang mendengar ucapan mami Ratna pun melihat lengan Kevin yang di bungkus perban. Dia baru sadar sekarang jika lengan Kevin terluka karena tadi dia begitu bahagia.

__ADS_1


" Nggak papa mi, luka dikit aja kok. Tadi udah di obati juga" Jawab Kevin.


" Mas terluka? " Tanya Risa sambil membelalak kan matanya.


" Luka gores dikit aja sayang" Jawab Kevin.


" Kok bisa mas terluka? "Tanya Risa lagi masih khawatir.


" Tadi mas kena goresan pisau saat mencoba menyelamatkan Kinar dari para penculik " Jelas Kevin.


" Tapi nggak dalam kan Vin? " Tanya mama Sinta.


" Alhamdulillah nggak ma, cuma goresan biasa aja" Jawab Kevin sambil tersenyum.


" Syukurlah kalau begitu " ucap mama Sinta.


" Oh iya mas, gimana tadi ceritanya mas bisa nyelametin Kinar? " Tanya Risa penasaran.


" Iya Vin gimana ceritanya tuh? "Mami Ratna ikut bertanya.


Kevin pun menjelaskan dari awal mereka tahu keberadaan Kinar hingga proses penyelamatan yang bisa di bilang dramatis itu. Risa dan yang lain bergidik ngeri saat Kevin memberi tahu bahwa penculik itu sempat menodongkan pisau ke leher Kinar.


" Jadi yang di video itu beneran mas sama papi?" Tanya Risa.


" Video apa Ris? " Tanya mami Ratna sementara Kevin hanya menautkan kedua alisnya karena tidak tahu video apa yang di bicarakan Risa.


" Tadi sempet viral di sosmed ada dua orang yang di jemput helikopter saat terjebak macet. Pas aku lihat kok kayak mas Kevin sama papi, baju yang di kenakan pun sama" Jelas Risa.


" Beneran itu kamu Vin? " Tanya mami Ratna.


" Iya mi bener, soalnya kalau gak gitu takutnya penculik itu keburu kabur. Makanya Kevin minta di jemput Helikopter supaya bisa sampai ke lokasi tepat waktu" Jelas Kevin yang di angguki oleh semuanya.


Sementara di tempat lain, papi Arya dengan paman Septa sedang melihat proses interogasi para pelaku dari sebuah ruangan. Awalnya mereka hanya diam dan tidak mau mengaku, tapi setelah di lakukan sedikit pemaksaan akhir nya mereka pun mengaku bahwa mereka di suruh oleh seseorang.


" Apa yang mereka katakan Septa? " Tanya papi Arya pada paman Septa yang baru masuk ke dalam ruangan yang di tempati papi Arya.


" Seperti yang mas Arya tebak sebelumnya, bahwa mereka hanyalah orang suruhan" Jawab Paman Septa.


" Siapa yang menjadi dalang dari penculikan itu? " Tanya Papi Arya lagi.


" Berdasarkan pengakuan mereka, pelakunya adalah Sofia " Ucap paman Septa.

__ADS_1


__ADS_2