
Kevin selalu saja di samping risa sambil menggenggam jari tangan risa, di ruang perawatan yang luas itu hanya ada mereka berdua. sementara Salsa sudah kembali ke kantor sejak dua jam yang lalu.
"Kamu gak balik ke kantor lagi mas?". tanya risa
" Calon istriku sedang terbaring di rumah sakit, bagaimana aku bisa kerja". jawab kevin.
"Aku sudah tidak apa-apa mas, dokter juga sudah bilang kalau semuanya baik-baik saja".
" Tetap saja kamu harus beristirahat, aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu yang bisa berakibat penundaan pernikahan kita. aku tidak mau jika sampai itu terjadi sayang".
"pernikahan kita akan tetap terlaksana sesuai rencana kita mas, tadi aku sudah memberikan surat pengunduran diri pada pak tirto supaya bisa fokus mengurusi pernikahan kita".
" Hmm baiklah. ooh iya, bagaimana tadi ceritanya sampai kamu bisa pingsan di toilet?". tanya kevin.
"Hemm itu... anu mas, aku gak sengaja terpeleset karena lantainya licin". jawab risa sambil tergagap.
Sementara kevin hanya mengerutkan keningnya mendengar jawaban risa.
" Kamu jangan berbohong risa, saya bisa mencari tahu semuanya dengan mudah. saya hanya ingin mendengar kejujuran dari mulut kamu."
" ingat risa, aku ini calon suami kamu dan sebentar lagi akan menjadi suami kamu. tolong belajar lah untuk jujur pada saya dan belajarlah untuk membagi semua keluh kesahmu padaku agar aku bisa melindungimu".
Risa hanya diam sambil menundukkan kepala mendengar penuturan kevin. Dia mengangkat kepala dan memandang kevin dengan perasaan bersalah karena tidak jujur dengan kevin.
"Maaf mas". lirih risa pelan.
Kevin tidak membalas ucapan risa lagi tapi menarik risa ke dalam pelukannya.
" Aku sungguh menyayangi mu risa, aku tak mau sampai terjadi sesuatu padamu apalagi itu terjadi di kantorku. aku merasa gagal melindungi mu. Kinar juga pasti akan sedih sekali jika tahu kamu terluka seperti ini".
Risa tak bisa berkata-kata apalagi mendengar perkataan kevin, dan hanya mampu menangis di dalam pelukan kevin. Dia tidak menyangka kalau kevin akan sekhawatir ini mengenai dirinya.
Sejak ayahnya tiada, risa sudah terbiasa menyimpan semua keluh kesahnya seorang diri. Dia tak mungkin bercerita pada sangat mama karena khawatir kesehatan mamanya akan semakin memburuk mendengar kesusahan putrinya.
Mungkin sekarang waktunya dia menyandarkan hidupnya pada seseorang yang begitu siap untuk selalu melindunginya.
.
.
.
"Terima kasih dokter atas semua bantuannya". ucap kevin sambil menjabat tangan sangat dokter.
" Sama-sama Pak kevin, sudah menjadi tugas saya untuk menolong semua pasien saya". jawab dokter.
"Kalau begitu kami permisi pulang dulu dok".
" Baik Pak kevin. bu risa, jangan lupa obat dan vitaminnya di minum secara rutin ya".
__ADS_1
"Iya dok Terima kasih".
Sore ini risa ingin segera pulang dari rumah sakit karena dia tidak mau mamanya khawatir. mau tak mau kevin pun harus menuruti keinginan risa.
Jadilah mereka sekarang pulang supaya mamanya tak curiga dan menganggap dia baru pulang dari kerja.
.
.
.
" Mas, jangan katakan apapun sama mama soal kejadian tadi ya". pinta risa saat mereka jalan menuju rumah risa.
"Iya sayang, tapi kamu harus janji tetap jaga kesehatan dan ingat semua yang tadi di pesan sama dokter"
"iya mas, makasih buat hari ini ya".
"sudah berapa kali kamu mengucapkan maaf ris. kamu calon istriku, sudah seharusnya aku melindungi mu dan menjagamu".
Setelahnya tak ada lagi obrolan antara keduanya karena risa telah terlelap tidur di kursi samping kevin. melihat risa yang sudah pulas, kevin mengambil ponselnya dan memanggil bayu melalui sambungan telepon setelah tadi dia menerima laporan tentang insiden kecelakaan risa tadi.
π² "Halo bay, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan pada mereka semua? "
π² "Kerja bagus, pokoknya aku tidak mau lagi melihat mereka ada di kantorku mulai besok".
Setelah berbicara dengan bayu, kevin segera mengakhiri panggilannya.
.
.
.
"Sayang, bangun. kita sudah sampai". kevin membangunkan risa dengan membelai lembut pipi risa. tak lama kemudian risa membuka matanya dan melihat kewajah kevin yang begitu dekan denagnnya.
Seketika jantung risa berdegup kencang karena bertatapan dengan kevin dengan begitu dekat. Dia pun segera mendorong kevin menjauh karena tak mau dia melihatnya wajahnya yang sudah memerah.
"Hemm mas mau turun dulu atau langsung pulang?" Tanya risa gugup.
"Mas langsung pulang saja karena sudah malam, kinar pasti sudah menungguku di rumah".
" Kalau begitu mas hati-hati di jalan".
"Iya sayang, kamu cepat masuk dan istirahatlah". Ucap kevin dan di angguki oleh risa.
Saat telah membuka pintu mobil, risa berbalik dan mengecup pipi kevin sekilas lalu berlari masuk ke dalam rumah untuk menutupi rasa malunya.
Sementara kevin hanya tersenyum memegangi pipi yang di cium oleh risa. dia melihat tingkah lucu risa yang berlari masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
setelah sampai di dalam rumah, risa berdiri bersandar di pintu sambil tersenyum mengingat keberaniannya tadi.
"Kamu kesambet apa ris, dateng-dateng udah senyum sendiri kayak orang gak waras kamu itu". Ucap mamanya sambil menepuk pundak risa.
Risa kaget bukan kepalang melihat mamanya yang sudah berdiri di depannya. dia pun segera mengambil tangan mamanya dan mencium punggung tangannya.
"Eh.. mama belum tidur".
" mama baru saja tadi ngobrol sama masmu".
"Ngobrolin apa ma?".
" Ya acara pernikahan kamu, kan gak lama lagi acaranya".
"Ooh itu, mulai besok risa akan bantuin karena risa sudah berhenti kerja ma".
"Terserah kamu maunya gimana saja kalau begitu, cepat sana mandi bersih-bersih. sudah makan belum?".
"Sudah tadi mampir makan sekalian sama mas kevin ma".
Risa pun segera berlalu ke kamarnya dan mandi lalu bersiap untuk tidur. saat baru merbahkan dirinya di kasur, HP nya yang berada di atas meja berbunyi. sebuah notifikasi pesan masuk dari kevin. Dia pun langsung membuka dan membacanya.
π© Sekarang sudah mulai nakal ya berani mencuri cium padaku.
Seketika muka risa memanas mengingat kejadian di mobil tadi. Entah mendapat keberanian dari mana dia hingga bisa melakukan itu.
π© Selamat malam Mas, mimpi indah.
Bukannya menjawab pertanyaan kevin dia malah mengucapkan salam sebelum tidur.
π© Kamu sudah mau tidur?
π© Iya mas, lelah banget rasanya hari ini.
π© Ya sudah, tidur yang nyenyak sayangkuπ
Risa pun meletakkan Handphone nya kembali keatas meja dan merebahkan diri di kasur. saat akan memejamkan matanya, handphone nya kembali berdering. dia pun segera meraihnya dan melihat nama Salsa dia sana.
π² Halo Assalamu'alaikum sa.
π² Waalaikumsalam ris, gimana keadaan lo sekarang ris? gue khawatir banget tau gak pesan gue dari siang belum lo bales.
π² Gue gak papa sa, ini gue dah di rumah. sorry ya tadi gue lupa mau ngabarin lo.
π² Syukurlah kalau lo baik-baik aja. Emang dasar si rena tu kelewatan banget tau gak sampai bikin lo kayak gini.
π² Elo tau dari mana kalau pelakunya rena sa?.
π² Semua karyawan kantor juga udah tau kalau pelakunya itu rena dan dua temannya. Bahkan tadi dia udah di pecat secara tidak hormat.
__ADS_1
π² Apa...??? di pecat...???