Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 79


__ADS_3

Sampai di jakarta waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, pesawat yang mereka tumpangi sempat delay karena cuaca buruk.


keesokan harinya Kevin langsung berangkat menuju kantor untuk mengatasi krisis yang ada di kantor. Begitu turun dari mobil Kevin melihat Riza yang sudah menunggunya di lobby kantor.


" Bagaimana keadaan nya Za? " Tanya Kevin pada sekertaris nya yang berjalan mengikutinya di belakang.


" Keadaan kita semakin genting pak, jika ini terus berlanjut saya khawatir perusahaan tidak akan sanggup bertahan lagi" Jawab Riza sambil menyerahkan laporan pada Kevin.


Kevin pun menerima map berisi laporan yang Riza berikan saat berjalan menuju ke dalam lift khusus atasan. Sesekali juga Kevin tersenyum pada para karyawan dan staff yang menyapanya.


" Beritahu semua divisi, kita adakan rapat sebentar lagi" Ucap Kevin pada Riza.


" Baik Pak"


Sesampainya di ruangannya Kevin segera memeriksa kembali tumpukan dokumen yang di siapkan Riza di atas meja kerjanya. Dengan teliti dia membaca semua berkas untuk mempelajarinya.


** di ruang meeting**


" Bagaimana laporannya? " Tanya Kevin saat dia duduk di kursinya.


" PT. BUANA kemarin telah membatalkan kerja sama dengan kita pak, di susul PT STAR NEWS, LENTERA, dan ANUGRAH. Setelah sebelumnya PT. ADI TAMA, PELITA JAYA dan PRIMATA yang lebih dulu membatalkan kerja samanya" Lapor salah satu staff Kevin.


" Bukannya proyek kita dengan PT. ANUGRAH sudah 90% jadi? " Kevin terkejut mendengar laporan itu.


" Iya Pak, mereka beralasan proyek yang kita kerjakan tidak sesuai dengan standar mereka. Jadi mereka tidak mau juga membayar denda sesuai dengan perjanjian yang sudah di buat" jawabnya.


" Bagaimana dengan keuangan kita? " Kevin menoleh pada manager keuangan yang berada tak jauh darinya.


" Keuangan kita semakin menipis pak karena banyak proyek yang macet jadi tidak ada lagi pemasukan untuk perusahaan. Sementara pengeluaran kita terus berjalan" Kini giliran manager keuangan yang melapor.


" Apakah ada ide atau saran untuk masalah ini" Tanya Kevin.


" Satu-satunya cara adalah mencari investor baru untuk menutupi semua kekurangan dana perusahaan. Tapi sekarang sangat sulit untuk menemukan perusahaan yang mau berinvestasi dengan kita karena sudah mendengar pengumuman dari PT. HARTANTO GROUP" ucap staff Kevin yang lainnya.


Setelah menyelesaikan meeting dengan para staff, Kevin pun kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang sempat tertunda karena liburan ke Bali.


Saat tengah sibuk membaca dokumen tiba-tiba telpon Kevin yang berada di atas meja berdering. Kevin segera meraih ponselnya dan melihat ID pemanggil.


" Untuk apa lagi om Alfin menghubungi ku? " Gumam Kevin setelah melihat ternyata ayah Sofia yang menghubungi.


📱 " Halo" kata Kevin.

__ADS_1


📲 " Hahaha bagaimana Vin, masih mau melanjutkan lagi? " Tanya om Alfin dengan sombong.


📱 " Tidak ada alasan bagiku untuk menghentikan nya om" Jawab Kevin dengan menahan kesal.


📲 " jangan sok hebat Vin, kamu mau perusahaan mu benar-benar bangkrut?" om Alfin meremehkan.


📱 " Tidak perlu menghawatirkan nasib perusahaan ku om, pikirkan saja tentang putrimu yang mendekam di penjara. Jika berita ini sampai tersebar apa yang akan terjadi" Kevin balik menyindir ayah Sofia.


📲 " Jangan coba-coba menyebarkan berita itu kalau kau masih mau perusahaan mu aman" Ancam om Alfin dengan emosi.


📱 " Walaupun saya tidak mempublikasikan, tapi pasti ada orang lain yang tahu dan mengungkapkan nya tanpa aku harus repot-repot menyebarkannya" Kevin tertawa saat om Alfin mulai panik.


📲 " jangan coba-coba menekanku Vin atau aku akan..." belum sempat om Alfin menyelesaikan kalimatnya, Kevin sudah menyela.


📱 " Akan apa om? maaf aku harus segera mematikan telepon jika tidak ada yang penting lagi untuk di bicarakan, selamat siang" Kevin segera mematikan telpon nya.


Dia yakin om Alfin pasti sedang marah besar sekarang karena Kevin berani mematikan sambungan telpon nya, karena itu akan meluakai harga dirinya.


Walaupun tadi dia bisa berbicara dengan tenang, tapi jujur saja hati Kevin sangat panik sekarang. Dia takut jika om Alfin benar-benar akan menghancurkan perusahaan nya.


***


" Bagaimana mas masalah di perusahaan? " Tanya Risa.


" Kamu nggak perlu khawatirin hal itu sayang, biar itu menjadi urusan mas" jawab Kevin sambil tersenyum. Risa tidak bisa memaksa Kevin untuk mengatakan masalahnya, dia hanya membalas ucapan Kevin dengan menganggukkan kepala.


" Mas mandilah dulu, aku sudah menyiapkan air hangat" Ucap Risa setelah mereka masuk ke dalam kamar.


" Makasih sayang"


Saat makan malam Kevin terlihat tidak bernafsu makan, mama Sinta yang melihat pun segera bertanya pada menantunya itu.


" Kenapa kayak gak nafsu makan gitu Vin, makanannya gak enak? " Tanya mama Sinta dengan menatapnya.


Kevin pun segera menoleh pada mertuanya dan juga istri nya yang sedang memperhatikannya, dia jadi salah tingkah karena takut ketahuan sedang melamun.


" Nggak ma, enak kok" Kevin memaksakan senyumnya.


" Kalau enak kenapa cuma di aduk-aduk doang makannya " tanya mama Sinta lagi.


" Kevin masih kenyang ma" ucap Kevin berbohong.

__ADS_1


Mama Sinta tidak bertanya lagi, dia tidak mau membuat sang menantu merasa tidak nyaman padanya.


Selesai makan malam Kevin segera pamit pada mama dan Risa untuk kembali ke kamar, tapi sebelumnya dia menyempatkan diri untuk melihat Kinar yang sudah tidur di kamarnya.


" Ris, masalah di kantor Kevin belum selesai? " Tanya mama Sinta setelah kepergian Kevin.


Risa yang tengah mencuci piring bekas makan malam mereka itupun segera menghentikan aktifitas nya dan menoleh pada sangat mama.


" Sepertinya belum ma, kelihatan banget muka mas Kevin sampai kusut gitu" jawab Risa dengan menghela nafas.


" Kamu segera selesai kan pekerjaanmu, mama tunggu kamu di kamar mama. Ada yang ingin mama bicarakan sama kamu" ucap mama Sinta.


" Iya ma"


Mbok Minah yang mendengar itupun segera mengambil alih pekerjaan yang di lakukan Risa.


" Biar mbok aja neng yang lanjutin" ucap mbok Minah.


" Ooh iya makasih ya mbok" Risa pun segera menyusul sangat mama masuk ke dalam kamar setelah menyerahkan pekerjaan pada mbok Minah.


" Ada apa ma? " Tanya Risa begitu masuk ke dalam kamar mamanya.


" Ris, mama mau bicara sesuatu sama kamu" Ucap mama Sinta.


Raut wajah mama Sinta terlihat begitu serius hingga membuat Risa penasaran.


" Ada apa ma? " Tanya Risa.


" Sebelumnya mama mau minta maaf karena sudah menyembunyikan ini semua dari kamu" Air mata mama Sinta mulai menetes.


Risa segera mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata mama Sinta.


" Kenapa mama minta maaf Risa, apa yang mama sembunyiin? " tanya Risa lagi.


" Ini tentang keluarga dari almarhum papamu Ris"


" Bukannya keluarga papa ada di luar Jawa semua ma, terus apa yang mama sembunyikan? "


" Sebenarnya keluarga papamu berada di luar negeri "


Risa mengerutkan dahi karena tidak mengerti maksud dari perkataan mamanya.

__ADS_1


__ADS_2