Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 44


__ADS_3

Setelah mengantar Kinar ke sekolah, Risa berencana untuk langsung ke rumah mama Sinta. Tapi setelah mengingat apa yang di ucapkan oleh bik Minah tadi, Risa memutuskan untuk ke rumah sakit terlebih dahulu. Dia belum terlalu yakin tentang kehamilan nya ini, itu sebabnya dia memilih untuk melakukan pemeriksaan sendiri sebelum memberitahukannya pada Kevin.


" Pak Rahmat, kita ke rumah sakit Pelita dulu ya pak". Ucap Risa pada sangat supir.


" Eneng lagi gak enak badan ya? apa perlu bapak panggilkan pak Kevin buat nemenin eneng periksa? ". Kata pak Rahmat dengan khawatir.


" Nggak kok pak, cuma lagi ada perlu aja sebentar di sana". Jawab Risa.


Lima belas menit perjalanan, mobil yang di tumpangi Risa pun sampai ke area rumah sakit. Risa segera turun dan meminta pak Rahmat untuk menunggu di parkiran saja.


Setelah mendaftarkan diri, Risa pun menunggu di tempat praktek dokter kandungan. Dengan gelisah, dia menunggu gilirannya masuk sambil melihat raut wajah bahagia pasangan yang keluar dan masuk dari ruang dokter. Dia membayangkan jika Kevin yang tengah menemaninya memeriksa kan kehamilannya, pasti mereka berdua juga akan sama bahagianya dengan pasangan itu.


" Ibu Clarisa Maheswari, silahkan masuk". Suara perawat membuyarkan lamunannya.


" Iya sus". Risa pun segera masuk untuk menemui dokter di dalam.


" Selamat pagi bu, ada keluhan apa? ". Tanya sangat dokter.


" Akhir-akhir ini saya sering mual dok, terus juga jadi gampang capek".Jawab Risa.


" Apakah sudah melakukan tespek sebelumnya? ".



" Belum dok".



" Kalau begitu silahkan berbaring di sana, biar saya periksa".

__ADS_1


Setelah beberapa saat, akhirnya dokter itupun sudah selesai melakukan pemeriksaan dan menyuruh Risa untuk kembali ke tempat duduk. Dengan perasaan tak sabar Risa pun segera menanyakan pada sang dokter.


" Bagaimana dok pemeriksaan nya? ". Tanya Risa.


" Selamat ya ibu, anda sudah hamil di usia kandungan yang ke 5 minggu". Ucap sang dokter sambil menjabat tangan Risa.


" Saya beneran hamil dok? ". Ucap Risa masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.


" Iya ibu, anda sudah hamil. Nanti saya kasih resep vitamin dan obat untuk mengurangi rasa mual, pola makannya di jaga ya bu. Terus juga jangan melakukan aktivitas yang berat dulu". Jawab Dokter.


Risa berjalan ke luar dengan perasaan bahagia, dia memegang surat hasil pemeriksaannya dari dokter. Dia ingin segera memberitahu Kevin tentang kabar kehamilannya, namun dia ingat bahwa suaminya itu mengatakan jika sedang meeting dengan klien. Jadi dia mengurungkan niatnya untuk menelfon Kevin.


" Kita jemput Kinar dulu yak, baru ke rumah mama Sinta". Ucap Risa pada pak Rahmat.


" Baik neng". Jawab pak Rahmat.


Tadinya dia ingin ke rumah mama Sinta setelah dari rumah sakit, tapi melihat jam yang sudah siang dia memutuskan untuk menjemput Kinar sekalian dan membawanya ke rumah sang mama.


Risa pun mengetik pesan kepada Kevin selama di jalan. Tak lama berselang, sebuah notif muncul yang tak lain adalah balasan dari Kevin.


Kevin : ( Ini masih meeting sayang, ada apa?)


Risa : ( Gak papa mas, cuma nanya aja)


Kevin : ( Beneran sayang gak ada apa-apa?. kok tumben banget tiba-tiba nanya kayak gitu.)


Risa : ( Ada sesuatu yang mau omongin sama mas, tapi nanti saja kalau mas sudah pulang )


Tiba-tiba panggilan masuk dari Kevin, Risa pun segera menekan tombol hijau.

__ADS_1


* Halo mas, Assalamu'alaikum *.


* Waalaikumsalam sayang, kamu mau bicarain apa? ada hal penting apa? *. Tanya Kevin penasaran.


* Kan aku dah bilang mas kalau mau ngomongin langsung sama mas nanti sepulang kerja*.


* Yaudah kalau gitu, sekarang kamu lagi di mana sayang?. Udah di rumah mama belum? *.


* Aku lagi di jalan mau jemput Kinar mas, setelah itu baru ke rumah mama*.


* Yaudah kalau gitu, Hati-hati ya. Titip salam buat mama*.


* Iya mas, Assalamu'alaikum*.


* Waalaikumsalam*.


.


.


Tak lama setelah Risa sampai di depan sekolah Kinar, terlihat anak-anak banyak yang sudah keluar sekolah. Dia melihat Kinar yang berdiri di depan gerbang, jadi dia memutuskan untuk turun dan menjemputnya karena mobil yang di kendarainya parkir di seberang jalan.


" Biar bapak saja neng yang turun buat jemput non Kinar". Kata pak Rahmat saat melihat Risa mau membuka pintu mobil.


" Gak papa pak, biar saya saja". Jawab Risa.


" Yaudah kalau gitu hati-hati ya neng, lagi rame soalnya banyak kendaraan yang lewat". Pesan pak Rahmat.


" Iya pak". Risa pun segera turun dan melangkahkan kakinya keluar mobil.

__ADS_1


Kinar yang melihat Risa keluar dari mobil pun melambaikan tangannya dan di balas lambaian oleh Risa. Tapi baru beberapa langkah dia mengayunkan kakinya, sebuah Sedan berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Risa. Risa yang tak sempat menyelamatkan diri pun tertabrak mobil itu hingga terpental sejauh 5 meter.


*Bruuuaaakk...


__ADS_2