Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 103


__ADS_3

"Kenapa? kamu sakit atau ada masalah apa?" tanya Kevin dengan panik sambil mengangkat tangan ingin menyentuh dahi Risa. Tapi belum sempat tangan Kevin sampai, Risa sudah lebih dulu mundur untuk menghindari nya.


" Aku hanya ingin istirahat di rumah saja" jawab Risa dengan datar. Sementara Kevin masih terpaku melihat sikap Risa barusan. Dengan canggung Kevin pun menarik kembali tangannya yg mematung sejenak di udara.


" Beneran gak ada apa-apa?" Tanya Kevin sekali lagi.


" Iya aku tidak apa-apa" ucap Risa meyakinkan.


Sebenarnya Kevin masih ingin berbicara dengan Risa, tetapi Kinar sudah menyuruh nya untuk segera berangkat.


" Ayo cepat makannya papa, nanti Kinar telat" rengek Kinar.


" Iya sayang, sebentar ya" jawab Kevin mencoba menenangkan Kinar.


Kevin dan Kinar pun berjalan keluar untuk segera berangkat, sementara Risa mengikuti sepasang ayah dan anak itu dari belakang.


" Bye mama " pamit Kinar sembari mencium pipi Risa.


" Bye anak mama, yang rajin ya di sekolah" ucap Risa sambil melambaikan tangan pada Kinar yang sudah masuk ke dalam mobil.


" Mas berangkat dulu ya Ris" pamit Kevin.


" Iya hati-hati di jalan" jawab Risa.


Lagi-lagi Kevin di buat heran dengan sikap Risa yang menghindar saat dia akan mencium keningnya. Tidak seperti biasanya Risa marah hingga seperti ini. Dia pun dengan langkah lunglai berjalan menuju mobil dan segera melajukan nya karena tidak mau Kinar sampai terlambat ke sekolah.


Di jalan Kevin hanya melamun memikirkan kesalahannya pada Risa, hingga beberapa kali Kinar marah karena papa nya tidak mendengar saat dia bertanya.


" Papa kenapa sih, gak dengerin Kinar ngomong" Rajuk Kinar.


" maaf ya sayang, papa lagi banyak kerjaan. Jadi tadi nggak denger pas Kinar ngomong. Kinar tanya apa sama papa?" tanya Kevin lagi mencoba menghibur putri kecilnya yg sedang merajuk itu.

__ADS_1


" Nggak ah udah males, nanti aja Kinar cerita sama mama" jawab Kinar dengan cemberut.


Kevin pun di buat pusing dengan rajukan Kinar, tak hanya istri nya sekarang putrinya pun ikut mendiamkannya.


" papa sama mama berantem?" tanya Kinar tiba-tiba yang membuat Kevin terperangah mendengar pertanyaan putrinya.


" Hah..!! nggak sayang, memangnya kenapa?" tanya Kevin balik.


" Semalam waktu mama tidur di kamar Kinar, Kinar lihat mama menangis" ucap Kinar dengan sedih.


" Mama menangis?" tanya Kevin memastikan.


" Iya pa, mama nangis" jawab Kinar.


Kevin hanya diam saja mendengar ucapan Kinar barusan, kini dia semakin merasa bersalah pada Risa karena sudah membentak nya semalam.


*


*


*


" Ini Vin kopinya, kayaknya kamu penat banget hari ini" ucap Jeni yang entah kapan sudah berada di dalam ruangan nya membawa secangkir kopi.


" Taruh saja di situ Jen. Dan satu lagi, lain kali kalau di kantor panggil aku pak dan ketuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan saya" kata Kevin.


" Ii..iya Vin, eeh maksud saya pak" jawab Jeni dengan canggung.


" Apa masih ada perlu lagi Jen?" tanya Kevin.


" Ooh tidak pak, kalau begitu saya permisi dulu" pamit Jeni.

__ADS_1


Jeni pun dengan segera keluar dengan hati yang jengkel, pasalnya tidak seperti biasanya Kevin bersikap acuh padanya seperti itu.


" Ini pasti karena ulah si Risa itu yang bicara macam-macam sama Kevin, makanya Kevin jadi jaga jarak sama aku" umpat Jeni sambil menjatuhkan tubuhnya di kursi kerja nya.


Riza yang melihat Jeni tampak sedang marah itupun hanya geleng-geleng kepala dan tidak berniat untuk bertanya padanya. Pasalnya Riza sendiri pun tidak suka dengan sikap Jeni yang terlalu kelewat akrab dan mencoba mencari perhatian Kevin setiap saat.


**Kriiing...


Riza segera mengangkat telpon yang berada di atas mejanya dan menjawabnya.


" Iya hallo pak Kevin, ada yang bisa saya bantu?" ucap Riza.


Mendengar nama Kevin di sebut, Jeni pun langsung menoleh pada rekan kerjanya itu. Dia memberi tanda kepada Riza seolah bertanya ada apa, tapi Riza tetap cuek seolah tidak tau apa yang Jeni maksud.


" Ooh baik pak saya segera ke sana sekarang" Setelah menutup telpon Riza pun segera berdiri dan berjalan meninggalkan mejanya.


" Eeeh Za, kenapa Kevin nyuruh kamu ke ruangan nya?" tanya Jeni penasaran.


" Entahlah, mungkin mau menanyakan soal pekerjaan" jawab Riza singkat.


Belum sempat Jeni berbicara lagi, Riza sudah lebih dulu masuk ke dalam ruangan Kevin.


" Permisi pak Kevin, ada perlu apa ya pak?" tanya Riza saat membuka pintu ruang kerja Kevin.


" Ooh iya Za, kamu duduk saja dulu di sana " jawab Kevin tanpa mengalihkan pandangan nya pada ponselnya.


Riza pun segera duduk di sofa yang di maksud Kevin, dia melihat raut wajah bosnya yang terlihat bingung itu tapi dia tidak berani untuk bertanya.


" Za, kamu tahu nggak gimana caranya meminta maaf sama pasangan yang sedang marah ?" tanya Kevin yang membuat Riza melongo.


Pasalnya selama ini Kevin tidak pernah sekalipun membicarakan masalah pribadi di kantor.

__ADS_1


" Bu Risa masih marah ya pak?" tebak Kevin.


" Dari mana kamu tahu?" tanya Kevin balik.


__ADS_2