Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 83


__ADS_3

Risa pun menggandeng tangan Kevin dan berjalan meninggalkan tempat itu. Tapi belum jauh mereka melangkah, Eyang Aretha memanggil mereka lagi.


" Risa tunggu..!!!! ".


Risa dan Kevin pun berhenti dan berbalik menatap eyangnya.


" Ada apa lagi eyang? " Tanya Risa.


" Kamu dan Kevin, besok pagi datang lah ke kantor eyang, membicarakan masalah kerja sama" Jawab eyang Aretha.


" Maksud eyang? " Tanya Risa lagi karena belum faham dengan apa yang Eyang nya katakan barusan.


" Eyang mau berinvestasi di perusahaan Kevin untuk menangani krisis di perusahaan nya sekarang" Jelas Eyang.


Kevin dan Risa masih mencerna kata-kata yang eyang Aretha ucapkan karena tidak mau ada kesalahan pahaman.


" Kenapa? kamu tidak mau eyang membantu kamu dengan cara mengajak kerja sama dengan Narendra? " Eyang sedikit tidak sabar melihat Kevin dan Risa masih diam tanpa suara.


" Bukan begitu, eyang serius mau menjadi investor perusahaan mas Kevin? " Risa memastikan lagi.


" Tentu saja serius" ucap Eyang.


" Terima kasih eyang" Risa berlari dan memeluk eyang Aretha karena saking senang nya.


" Terima kasih karena sudah mau membantu Kevin eyang" Ucap Kevin dengan sepenuh hati.


" Kamu gak usah seneng dulu, saya mau membantu hanya karena tidak mau kamu bangkrut dan hidup Risa menjadi susah lagi. Dulu saya salah karena membiarkan papa nya Risa pergi dari rumah hingga membuat hidup Risa menderita. Jadi sekarang eyang mau menebus semua kesalahan yang ada di masa lalu " jawab eyang Aretha.


" Iya eyang, Kevin janji akan selalu membahagiakan Risa" ucap Kevin.


Di dalam lubuk hati yang terdalam, Kevin tahu jika Eyang tulus membantunya bukan karena takut Risa susah seperti yang di katakan nya barusan.


***


Selama di perjalanan Risa tidak habis-habisnya membicarakan tentang pertemuannya tadi dengan eyang nya.


" Awalnya Risa pikir eyang gak suka sama mas Kevin, karena selalu berbicara dengan sinis sama mas. Risa gak nyangka kalau ternyata eyang mau membantu masalah perusahaan mas" Ucap Risa dengan antusias.


" Iya sayang" sahut Kevin sambil tersenyum pada Risa.


" Maafin soal yang tadi eyang bicarain ya mas" ucap Risa dengan sendu.

__ADS_1


" Soal apa sayang? " Tanya Kevin sambil memalingkan wajahnya ke samping sebentar lalu beralih fokus menatap depan lagi.


" Soal perjodohan yang papa buat dulu" Lirih Risa.


" Itu kan masa lalu sayang, yang penting sekarang kamu sudah menjadi milik mas seutuhnya. Dan jangan coba-coba kamu ninggalin mas buat bersama dengan pria itu dengan alasan menuruti janji yang di buat papa, dengan siapa tadi namanya? " Kevin tampak berfikir keras mengingat nya.


" Agam " Sahut Risa.


" Kamu inget banget kayaknya" ucap Kevin dengan di sertai lirikan tajam pada Risa.


Bukannya takut, sikap Kevin barusan malah membuat Risa tertawa. Pasalnya baru kali ini dia melihat Kevin yang cemburu pada nya semenjak mereka berdua menjalin hubungan.


" Kenapa malah tertawa? " Sinis Kevin.


" Mas lucu deh kalau cemburu gitu" goda Risa.


" Siapa juga yang cemburu" Sangkal Kevin.


" Kelihatan jelas banget kali kalau mas cemburu sama Agam, gak usah ngelak lagi" Kevin hanya mencebikkan bibirnya mendengar Risa yang terus saja menggodanya.


" Tapi Risa rasa apa yang di katakan eyang tadi sudah cukup keterlaluan. Tidak seharusnya beliau berkata seperti itu apalagi di depan mas" Risa menjadi sendu lagi.


" Mas gak papa sayang, mungkin karena eyang belum mengenal mas dan juga sudah cukup lama mengenal Agam. Jadi eyang merasa kalau mas tidak sebaik Agam, tapi mas akan buktiin ke eyang kalau mas adalah jodoh terbaik buat kamu" Ucap Kevin sambil tersenyum.


Sesampainya di rumah, Risa melihat mama Sinta yang duduk di ruang tamu menunggu dia pulang.


" Mama kok belum tidur? " Tanya Risa sambil mencium tangan mama Sinta di ikuti oleh Kevin.


" Mama belum ngantuk" Jawab mama Risa.


Tapi Risa mengerti kalau mama nya pasti penasaran dengan pertemuannya tadi dengan eyang nya.


" Kinar sudah tidur ma? " Tanya Kevin.


" Iya Vin, barusan saja tidur. Tadinya mau nungguin kalian pulang tapi karena besok harus sekolah jadi mama suruh tidur dulu" Jawab mama Sinta.


" Yaudah kalau gitu Kevin ke kamar duluan ma, mau mandi" Pamit Kevin lalu meninggalkan Risa dan Mama Sinta di ruang tamu.


" Gimana tadi Ris pertemuan nya dengan eyang? " tanya Mama Sinta setelah Kevin tak terlihat lagi.


" Ya begitu ma " Ucap Risa dengan lesu.

__ADS_1


" Gitu gimana? jelasin dong kan Mama gak tahu"


" Tadinya Risa sebel sama eyang ma"


" Sebel kenapa Ris? " tanya Mama Sinta penasaran.


" Habisnya eyang bicarain masalah papa yang ngejodohin Risa dengan anak temen nya papa di depan mas Kevin. Mana eyang bicara nya kayak cuek banget lagi sama mas Kevin" sungut Risa kesal.


" Hah, terus gimana? eyang gak mau bantuin perusahaan Kevin? " tanya mama Sinta lagi.


" Untung nya tadi waktu Risa mau pulang, Eyang manggil Risa lagi dan bilang besok suruh ke kantor untuk bicarain masalah kerja sama" jelas Risa.


" Jadi eyang mau bantuin kalian? " Mama Sinta memastikan.


" Iya ma, besok Risa sama mas Kevin akan ke kantor eyang buat bicarain masalah kontraknya" tukas Risa.


" Syukurlah kalau begitu" Ucap mama Sinta dengan lega.


***


Keesokan harinya, Risa dan Kevin sudah bersiap ke kantor bersama karena eyang meminta Risa untuk turut hadir juga. Tapi sebelumnya mereka ke kantor Kevin dulu untuk mengambil berkas yang sudah Kevin minta pada sekertaris nya Riza untuk menyiapkan nya.


" Apa perlu saya ikut dengan anda pak? " Tanya Riza pada Kevin.


" Tidak perlu Za, kamu cukup siapin aja semua berkas yang di butuhkan. Saya akan ke sana dengan istri saya" Jawab Kevin masih fokus dengan laptop di depannya.


Sementara Risa hanya duduk sambil memainkan ponselnya di sofa yang ada di ruang kerja Kevin.


" Bapak yakin mau menjalin kerja sama dengan Narendra corporation? " Riza terlihat jelas agak ragu dengan apa yang di sampaikan Kevin barusan.


" Iya, jadi jangan sampai ada yang salah dengan berkas yang akan saya bawa karena saya tidak mau mengecewakan mereka". Pesan Kevin.


" Baik Pak, kalau begitu saya permisi dulu" Riza segera berlalu dari ruangan Kevin untuk men


Pukul sepuluh pagi Kevin dan Risa sudah sampai di depan gedung Narendra Corporation. Mereka pun turun dari mobil dan menuju ke dalam. Tapi baru sampai di depan pintu, mereka sudah di hentikan oleh satpam.


" Maaf Pak, bu, ada perlu apa ya? " Tanya satpam tersebut.


" Kami mau bertemu dengan ibu Aretha, apakah ibu Aretha nya sudah datang? " Kevin memeberi tahu tujuan mereka datang pada satpam.


" Apakah sudah ada janji sebelumnya? " Tanya satpam itu lagi.

__ADS_1


" kami barusan.... " Tapi belum sempat Kevin berbicara, seseorang sudah memotong ucapannya.


" Untuk apa kau ke sini Vin? mau bersaing dengan perusahaan ku untuk mendapat kan proyek dari Narendra Corporation? "


__ADS_2