
" Siapa yang menjadi dalang dari penculikan itu? " Tanya Papi Arya lagi.
" Berdasarkan pengakuan mereka, pelakunya adalah Sofia " Ucap paman Septa.
" Sofia? maksudnya Sofia siapa. Apa motifnya melakukan penculikan ini" Ucap Papi Arya.
" Dia Sofia hartanto anak dari Alfin hartanto" Jelas paman Septa.
" Alfin hartanto? bukannya itu om dari Mona? " Papi Arya membelalak kan mata saat tahu siapa pelaku itu.
" Iya benar mas, pelakunya adalah sepupu dari Mona ibu kandung Kinar" Mendengar penjelasan paman Septa, papi Arya terduduk lesu.
Bagaimana dia bisa memenjarakan sepupu dari mendiang istri Kevin. Tapi yang membuat papi Arya makin bingung adalah apa sebenarnya motif dari Sofia menculik Kinar? padahal setahu dia selama ini Sofia kelihatan begitu menyayangi Kinar.
" Apakah kita akan melanjutkan kasus ini mas? " Tanya paman Septa.
" Aku akan membicarakan masalah ini dengan Kevin dulu" Jawab papi Arya dengan lesu.
" Baiklah kalau begitu, untuk saat ini saya akan tetap menahan para pelaku. Untuk selanjutnya aku serahkan semua keputusan sama mas dan juga Kevin" Papi Arya hanya mengangguk kan kepala mendengar ucapan dari paman Septa.
Seandainya dia memenjarakan Sofia, pasti papa nya akan murka. Perusahaan Hartanto termasuk ke dalam sepuluh perusahaan terbesar saat ini.
Jika Kevin nekat tetap melanjutkan kasus ini maka Dirgantara group harus siap menerima konsekuensi dari perusahaan Hartanto.
Papi Arya pun memutuskan untuk ke rumah sakit untuk melihat kondisi Kinar sekaligus membicarakan masalah ini pada Kevin.
Lima belas menit perjalanan akhirnya mobilnya memasuki area pelataran Rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya di basement papi Arya pun langsung menuju ke ruangan dimana Kinar di rawat.
Ceklek!!!
Semua yang ada di dalam ruangan pun menoleh untuk melihat siapa yang masuk.
" Ooh kamu sudah datang pi " Mami Ratna pun menyambut suami nya yang baru saja datang.
" Iya mi, papi ingin melihat bagaimana kondisi Kinar" Ucap papi Arya dengan senyum yang di paksakan.
" Sekarang kondisi fisik Kinar sudah lebih baik pi, tim dokter masih mengupayakan penyembuhan trauma yang di alami Kinar" Jelas Kevin.
" Syukurlah kalau begitu" papi Arya pun segera mendekat dan mencium dahi Kinar dengan lembut.
" Bagaimana perkembangan kasusnya pi? " Tanya Kevin.
" Kita bicarakan ini di luar Vin, ada yang ingin papi diskusikan dengan mu" Saat papi Arya akan melangkah pergi, mami Ratna pun mencegah nya.
__ADS_1
" Bicarakan di sini saja pi, kami juga ingin mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Mami mohon jangan selalu menyembunyikan masalah dengan kami, mami dan Risa berhak untuk tahu juga" Pinta mami Ratna.
Papi Arya pun akhirnya memutuskan untuk membicarakan nya di dalam ruangan, karena bagaimana pun istrinya dan juga Risa berhak tahu masalah ini.
" Papi mau bicara apa? " Tanya Kevin.
" Seperti dugaan kita Vin kalau mereka hanya orang suruhan" Jawab Papi.
" Lalu siapa yang menyuruh mereka pi? " Kali ini Risa yang bersuara.
" Pelakunya adalah Sofia" Lirih papi Arya dengan lesu.
" Sofia? apa mungkin Sofia sepupu Mona? " Tanya mami Ratna.
" Betul " Papi Arya membenarkan ucapan istrinya.
Kevin dan yang lainnya pun begitu terkejut mendengar jawaban dari papi Arya.
" Tega-teganya dia melakukan ini sama keponakan nya sendiri, padahal selama ini dia kelihatan sayang sekali sama Kinar" Mami Ratna sudah mulai emosi.
" Itu sebabnya dulu Kevin selalu menolak saat mami minta Kevin untuk menikah dengan dia" Cibir Kevin sambil melirik mami nya yang di balas tatapan tajam dari sang mami.
" Mami kan gak tahu kalau sifat dia ternyata seperti itu" Ucap mami Ratna membela diri.
" Kevin akan tetap memenjarakan Sofia pi" Ucap Kevin dengan menahan emosi.
" Tapi kamu tahu kan konsekuensi jika kita memenjarakan Sofia? " Tanya papi Arya.
" Apapun konsekuensi nya akan Kevin Terima pi " Jawab Kevin dengan tegas.
" Iya Vin mami setuju sama kamu, mami gak terima dia berbuat jahat seperti itu sama Kinar" Sang mami ikut menimpali.
" Baiklah kalau begitu, papi akan bicara dengan paman Septa secepatnya " Ucap Papi Arya.
Sementara Risa dan mama Sinta hanya diam dan menyimak apa yang mereka bicarakan. Fikiran Risa sudah melayang kemana-mana, kini dia sadar bahwa sudah benar-benar salah paham pada Toni. Kini dia merasa bersalah karena telah menuduh Toni tempo hari.
" Apa aku harus minta maaf sama Toni? tapi dia juga salah, kenapa juga dia selalu ngikutin aku. kan aku jadi salah paham sama dia" Batin Risa.
Melihat Risa hanya diam Kevin pun memanggilnya, Tapi Risa tidak merespon panggilan Kevin. Hingga mama Sinta menepuk pundak Risa yang membuatnya tersentak kaget.
" Ya Allah mama kaget Risa, ada apasih " Ucap Risa sambil memegang dadanya karena terkejut.
" Kamu yang ada apa, di panggil suami dari tadi nggak nyaut malah ngelamun" balas mama Sinta.
__ADS_1
Risa pun memalingkan wajahnya pada Kevin yang tengah memandang nya dengan tatapan bertanya-tanya, Begitupun dengan papi Arya dan mami Ratna.
" Kamu Kenapa Ris? " Tanya mami Ratna.
" Aah nggak papa kok mi, tadi cuma lagi mikir sesuatu aja" Jawab Risa.
" Kamu ada masalah? " Tanya Kevin.
" Nggak mas, cuma lagi mikirin cara buat Kinar senang aja dan bisa lupa sama traumanya dia" Jawab Risa yang membuat semuanya tenang.
Malam hari hanya Kevin dan Risa yang menunggu Kinar di rumah sakit, sementara yang lainnya pulang setelah bertemu dengan Kinar yang sudah terbangun dari tidurnya.
" Mas, aku boleh tanya sesuatu? " Tanya Risa saat mereka duduk di sofa.
" Tentu saja boleh, emang mau nanya apa? " tanya Kevin sambil menatap wajah Risa.
" Hemmm sebenarnya Sofia itu siapa? "
" Sofia adalah sepupu dari mama nya Kinar, papa nya mona adalah kakak dari mamanya Sofia" Jelas Kevin.
" Terus apakah benar kalau mami pernah berusaha ngejodohin mas sama dia? " Tanya Risa penasaran.
" Dulu mami memang sempet mau jodohin mas sama dia tidak lama setelah Mona meninggal karena menurut mami dia kelihatan nya sayang banget sama Kinar dan hampir tiap hari datang untuk bantuin mami ngurusin Kinar yang masih bayi"
" Kenapa mas nggak mau? "
" Karena aku tahu itu hanya kepura-puraan dia saja"
" Darimana mas tahu? "
" Dulu saat mas masih perpacaran dengan mamanya Kinar, dia udah kelihatan cari perhatian sama mas. Tepat setelah mas menikah dia juga berani terang-terangan menyatakan cinta sama mas dan hampir menjebak mas" Terang Kevin.
" Menjebak gimana? " Tanya Risa yang makin penasaran.
" Dia ngasih minuman yang ada obat perangsang waktu mas lagi sendirian di rumah sedangkan Mona pergi sama mami. Tapi saat mas sadar ada yang gak beres mas langsung masuk kamar dan menguncinya terus ke kamar mandi berendam air dingin sampai mas kena flu" Ucap Kevin.
" Terus si Sofia itu gimana? "
" Dia terus-terusan gedor-gedor pintu kamar, tapi gak mas hiraukan karena fikiran mas masih waras dan gak mungkin tergoda walaupun dia waktu itu berpakaian yang cukup seksi"
" Dasar Sofia gak gak ada akhlak" Maki Risa dengan Kesal.
Kevin justru tertawa melihat reaksi Risa yang seperti cemburu itu.
__ADS_1