Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 72


__ADS_3

**POV TONI**


Aku melihat ponselku yang berdering, dan sedikit terkejut saat melihat nama Risa sebagai pemanggil. Lantaran setelah putus dengannya dia tidak pernah sekalipun menghubungi ku, tapi kenapa sekarang dia tiba-tiba menghubungiku. Tanpa berlama-lama aku pun segera mengangkat nya.


📱 " Halo, ada apa kamu menelponku Ris? " Tanyaku padanya.


📲" Nggak usah berbasa-basi Ton, aku yakin kamu pasti tahu alasan aku menghubungi mu" ucapnya dengan sinis.


📱 " Apa maksudmu? "


📲 " Dimana Kinar sekarang? " Tanya Risa langsung.


📱 " Kinar? mana ku tahu. Apa maksudnya kamu menanyakan nya padaku" Jujur saja aku tidak mengerti maksud dari Risa sebenarnya.


📲 " Gak usah berkelit Ton, aku tahu kalau kamu kan yang sudah menculik Kinar? " Penuturan Risa membuat ku terdiam sesaat.


📱 " Menculik? apa maksudmu menuduh ku menculik Kinar? " Tanyaku memastikan.


📲 " Lalu kenapa beberapa hari ini kamu selalu mengikuti ku? " Rupanya Risa mencurigai ku karena beberapa kali aku bertemu dengannya.


📱 " Aku akui memang aku mengikuti mu, tapi tidak ada sedikitpun niatan untuk menyakiti mu maupun keluargamu" Aku mencoba menjelaskan pada Risa.


📲 " Katakan saja yang sebenarnya Ton, apa maumu. Jika kamu dendam denganku kamu bisa melampiaskan nya padaku. Jangan pada anak-anak yang tidak berdosa"


📲 " Aku tidak menyangka ternyata sepicik itu kamu menilaiku Ris, aku memang masih menyimpan kecewa padamu tapi bukan berarti aku melakukan hal keji seperti yang kamu tuduhkan itu" Aku pun segera mematikan panggilan telpon itu tanpa menunggu penuturan dari Risa selanjutnya.


Aku benar-benar sudah emosi mendengar tuduhan dari Risa, rupanya dia menilaiku sepicik itu hingga bisa melakukan tindakan yang melanggar hukum. Jujur ku akui memang dulu aku yang salah karena telah mengecewakan nya karena berselingkuh. Tapi bukan berarti aku juga seorang kriminal.


Rasa kecewa ku pada nya memang besar karena aku masih berharap dia mau kembali padaku lagi seperti yang sudah-sudah. Aku tidak menyangka dia akan nekat meminta putus dan tidak mau bertemu lagi denganku.


Aku masih menyimpan cinta pada Risa karena aku sadar dia adalah wanita yang baik dan setia. Bodohnya aku yang dengan mudah menyia-nyia kan perempuan sebaik Risa. Menyesal? jangan di tanya lagi, aku teramat menyesal karena kehilangan perempuan sebaik dia.


Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sekarang dia sudah lebih bahagia dengan pasangan barunya. Aku juga melihat suami beserta keluarganya juga sangat menyayangi Risa.

__ADS_1


Aku segera teringat dengan seseorang yang memberikan kartu namanya padaku beberapa hari yang lalu sesaat setelah aku bertemu dengan Risa di restoran. Segera ku menekan nomor yang tertera di sana dan menghubungi nya.


📲 " Halo Toni" Sapa nya setelah telpon terhubung.


📱 " Apakah ini perbuatan mu? " Tanyaku padanya.


📲 " Perbuatan apa maksudmu Ton? " Dia balik bertanya dengan berpura-pura kaget.


📱 " Kau yang telah menculik anak dari Kevin dan Risa kan ? " Tanyaku lagi.


📲 " Kenapa kau malah menuduh ku begitu? " Dia berucap dengan sedih.


📱 " Aku yakin pasti kau yang telah melakukannya" Ucapku dengan sinis.


📲 " Bagaimana mungkin aku menculik keponakan ku sendiri, Kinar adalah anak dari sepupuku. Jadi dia adalah keluargaku juga, jadi kalau aku mengajaknya pergi tidak masalah kan? " Dia tertawa setelah mengatakannya.


📱 " Kau mengajaknya pergi tanpa sepengetahuan orang tuanya, itu sama saja dengan menculik" Aku mulai kehilangan kesabaran.


📲 " Sudahlah tidak usah ikut campur dengan urusanku, kau sendiri yang tidak mau bekerja sama denganku. Jadi sekarang jangan coba-coba kau mencampuri urusanku"


Emosiku semakin tak terkendali, beraninya dia mematikan panggilanku saat aku belum selesai berbicara. Teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat pertama aku bertemu dengan nya.


** Flashback on**


" Halo, perkenalkan aku Sofia" Perempuan itu duduk di kursi depanku sambil mengulurkan tangan.


" Toni" Jawabku sambil menerima uluran tangan darinya.


" Apakah kamu mantan kekasih Risa? " Aku mengerutkan dahi saat dia menyebutkan nama Risa.


" Apa urusannya denganmu? "


" Aku ingin menjalin kerja sama denganmu" Ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


" Kerja sama apa? " Tanyaku lagi.


" Aku tahu kamu masih mencintai Risa, aku akan membantu kamu mendapatkan Risa kembali"


" Apa maksudmu? "


" Kau bisa bersama dengan orang yang kamu cintai begitupun denganku"


" Kau mantannya Kevin? " Tanyaku.


" Aku belum sempat mendapatkan nya karena dia selalu bersikap cuek padaku. Seharusnya aku yang pantas berdampingan dengan Kevin, bukannya Risa yang levelnya jauh di bawah ku" Aku melihat kilatan benci dari matanya saat mengucap nama Risa.


" Aku sudah mencintai Kevin sejak dia masih kuliah, tapi bukan aku yang di jadikan pasangannya dia malah lebih memilih sepupuku Mona. Bahkan setelah kematian Mona, dia sama sekali tidak melirikku meskipun aku sudah mencoba mendekati anaknya dan maminya. Hingga akhirnya aku menerima kabar pernikahannya saat aku pergi ke Australia " Curhat Sofia.


Aku sedikit mengerti sekarang, ternyata dia sakit hati karena sudah di tolak oleh Kevin. Dan sekarang dia ingin bekerja sama denganku untuk menghancurkan hubungan Risa dan Kevin. Tapi aku tidak sejahat itu, sekarang aku bahagia melihat Risa mendapatkan lelaki yang lebih menyayangi nya lebih dariku.


" Mungkin kamu bukan kriteria wanita yang di inginkan oleh Kevin" Ucapku.


" Apa kurangnya aku, di bandingkan dengan Mona sepupuku aku lebih segala-galanya apalagi dengan Risa, aku juga sudah berusaha menjadi lebih dewasa agar dia mau melirikku sekali saja. Tapi tetap saja dia tidak pernah menganggapku ada di sekitar nya" Jawabnya dengan sedikit berteriak. Banyak orang yang berada di meja sekitarku menoleh pada kami karena mendengar teriakan dari Sofia. Aku agak sedikit malu karena mereka pasti mengira kami adalah pasangan kekasih yang sedang bertengkar.


" Maaf tapi aku tidak berminat dengan tawaranmu" jawabku langsung.


" Ini kartu namaku, jika nanti kamu berubah pikiran bisa menghubungi ku" Dia meletakkan sebuah kartu nama di atas meja lalu berjalan meninggalkan ku.


Aku memegang kartu nama itu dan membacanya, Sofia adriani hartanto, Manager di Hartanto group.


" Apakah dia dari keluarga Hartanto pemilik perusahaan real estate itu? " Gumamku dalam hati.


Aku pun segera memasukkan Kartu nama itu ke dalam saku. Meskipun aku tidak berminat untuk bekerja sama dengannya, tapi aku yakin kartu nama ini akan berguna suatu saat nanti.


**Flashback off**


Aku benar-benar tidak menyangka jika dia berani berbuat senekat itu, beruntung aku tidak menerima tawaran kerja sama darinya karena aku paling anti berurusan dengan kepolisian.

__ADS_1


" Apa aku harus memberi tahu kepada Risa pelaku yang menculik putrinya itu? " Fikirku.


Aku masih ragu apakah Risa dan Kevin akan percaya padaku jika aku memberitahu bahwa penculik itu adalah sepupu dari mendiang istri Kevin yang pertama.


__ADS_2