
Dokter pun segera datang dan memeriksa keadaan Sonia, Risa dan Salsa pun menunggu dengan cemas di samping. Dokter menyuruh suster untuk menyuntikkan obat pada Sonia dan kemudian berbalik pada Risa dan Salsa yang berada di belakang nya.
" Bagaimana kondisi teman saya dok? " tanya Salsa dengan panik.
" Pasien mengalami Syok neurogenik yang disebabkan oleh gangguan pada sistem saraf. Kondisi ini biasanya terjadi karena cedera saraf tulang belakang akibat kecelakaan saat berkendara atau beraktivitas. Mungkin ini akibat dari kecelakaan yang di alaminya" Jelas dokter.
" Apakah berbahaya dok? " tanya Risa.
" Asalkan di tangani dengan segera dan tepat, kurasa ini tidak terlalu bahaya. Jadi anda tidak perlu khawatir lagi" ucap Dokter.
" Syukurlah kalau begitu" Risa dan Salsa pun merasa lebih lega mendengar penjelasan dari Dokter.
" Kalau begitu saya permisi dulu, lebih baik biarkan pasien beristirahat dengan tenang dulu. Jangan ganggu dia dengan berfikir terlalu berat karena takutnya akan menghambat pemulihan nya" Pesan Dokter pada Risa dan Salsa.
" Baik dok, Terima kasih" ucap Risa dan Salsa bersamaan.
Mungkin karena kehadiran mama nya tadi dan sikap mama nya yang terlihat tidak perduli yang membuat Sonia jadi seperti ini. Salsa pun menyuruh Risa untuk pulang saja dan dia yang akan menunggu Sonia di rumah sakit.
" Elo yakin mau di sini sendiri? " Tanya Risa pada Salsa.
" Iya, sekarang lo pulang aja. Lagian dokter bilang lebih sedikit orang akan lebih baik agar tidak mengganggu istirahat Sonia" ucap Salsa.
" Oke kalau gitu gue pulang dulu ya, kalau ada apa-apa segera kabarin gue" kata Risa pada akhirnya.
" Elo udah ngabarin suami elo? " tanya Salsa yang baru ingat jika Risa berada di rumah sakit dari siang.
" Udah, sebentar lagi dia ke sini buat jemput gue" jawab Risa.
Tidak lama kemudian pintu pun di ketuk dan terlihat Kevin masuk. Sebelum nya Risa meminta Kevin untuk menunggu di lobby rumah sakit saja, tetapi dia memaksa ingin masuk dan sekalian melihat keadaan Sonia. Walau bagaimana pun Sonia adalah teman dari istrinya, jadi dia harus memperlihatkan sedikit kepedulian nya.
" Mas" ucap Risa segera berdiri dari tempat dia duduk dan mengambil tangan Kevin lalu menciumnya.
" Selamat malam Pak Kevin" sapa Salsa.
" Iya malam Sa, tidak usah terlalu formal dengan ku jika di luar kantor. Kamu bisa memanggilku Kevin saja" Ucap Kevin.
__ADS_1
" Iya Pak, maksudku Kevin" kata Salsa dengan sedikit agak canggung.
" Bagaimana keadaan Sonia sekarang? " tanya Kevin.
" Sekarang sudah cukup stabil mas, hanya butuh banyak istirahat saja supaya cepat pulih" jawab Risa.
" Maaf Pak, tadi saya bolos ke kantor soalnya harus nemenin Sonia. Kasihan dia nggak ada yang nungguin" ucap Salsa dengan sedikit merasa bersalah.
Pada awalnya dia hanya izin hingga jam makan siang saja, tapi tidak tahu jika akhirnya seperti ini. Itu sebab nya dia tidak kembali ke kantor.
" Kamu tenang saja, Risa sudah menghubungi saya tadi. Jadi saya sudah minta izin ke atasan kamu agar memberi kamu libur sampai Sonia keluar rumah sakit " jelas Kevin.
Salsa pun tertegun sejenak dan beralih memandang Risa yang tersenyum pada nya.
" Terima kasih pak" jawab Salsa.
" Ini saya bawakan makan malam buat kamu, kamu pasti juga belum makan kan dari siang? " Kevin menyerahkan sebuah kantong yang memperlihatkan logo nya dari restoran yang cukup terkenal. Dan juga satu keranjang buah yang pasti di tujukan pada Sonia, Salsa pun segera mengambil nya dari tangan Kevin sambil berterima kasih.
" Terima kasih pak Kevin, sampai repot-repot bawain makanan juga. Harus nya beli yang di pinggir jalan saja sudah cukup pak, nggak usah yang mahal kayak gini" ucap Salsa merasa tidak enak.
" Gue pulang duluan ya Sa" pamit Risa lagi.
" Iya cepetan pulang sana, Kinar pasti sudah nyariin elo" kata Salsa.
Kevin dan Risa pun meninggalkan ruang rawat inap yang di tempati Sonia. Di luar pun sudah sangat gelap karena memang sudah menunjukkan pukul sembilang malam.
Selama di perjalanan Risa tertidur karena pasti lelah setelah menunggu Sonia dia rumah sakit tadi. Jadi Kevin berkendara dengan pelan karena tidak mau mengganggu istirahat Risa.
***
Pagi hari Risa bangun dengan heran karena sudah berada di atas ranjang , dia mengucek matanya untuk mengingat kejadian semalam. Terakhir kali dia pulang dari rumah sakit dengan Kevin dan tertidur. Tapi sekarang dia sudah berada di dalam kamar nya.
" Pagi sayang" sapa Kevin yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
" Kenapa saya bisa sampai di kamar mas? " tanya Risa.
__ADS_1
" Semalam kamu tertidur di dalam mobil, jadi mas angkat ke kamar karena kamu terlihat begitu lelah" jelas Kevin.
" hemm kenapa tidak membangun kan saya saja mas? "
" Mas sudah membangunkan kamu beberapa kali, tapi kamu tidak bangun juga seperti orang pingsan" ucap Kevin sambil tertawa.
" Hehehe iya kah? " Risa menyengir saat mendengar penuturan Kevin.
Kemarin dia memang sangat lelah hingga tidak mendengar apa-apa, bahkan saat Kevin membangun kan nya.
" Sekarang kamu mandilah, hari ini ke kantor kan? " tanya Kevin.
" Iya mas, rencana hari ini aku mau perkenalan dengan para staff dan juga dewan direksi perusahaan " jawab Risa dengan lesu.
" Kenapa tidak semangat begitu? "
" Sebenarnya aku masih merasa belum siap dengan ini mas, semuanya terlalu mendadak hingga aku tidak sempat menyiapkan mentalku" ucap Risa.
" Kamu adalah wanita yang cerdas, mas yakin kmu bisa belajar dan menyesuaikan diri dengan cepat" Kevin mencoba memberi semangat pada istrinya.
Risa tersenyum mendengar pujian yang di lontarkan Kevin padanya, sekarang dia menjadi lebih percaya diri dan yakin jika dia bisa melakukan semuanya.
" Semangat sayang, kamu pasti bisa". Ucap Kevin sesaat sebelum Risa keluar dari dalam mobil.
" Terima kasih mas" jawab Risa dengan tersenyum.
Risa menghela nafas panjang lalu menghembuskan nya dan bersiap turun, kini dia telah siap menghadapi semua yang akan di lewati nya di dalam perusahaan ini. Ayah dan kakek nya adalah seorang pebisnis hebat, jadi Risa yakin jika darah itu mengalir padanya juga.
Setelah berpamitan dengan Kevin Risa pun segera berjalan keluar menuju ke dalam kantor, para karyawan dan satpam yang berpapasan dengan Risa dan tahu status Risa pun memberikan salam dengan membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Dan yang belum tahu terlihat bertanya pada orang di sebelah nya.
" Siapa yang barusan lewat? " tanya seorang karyawan pada teman di sebelah nya.
" Kamu belum denger berita ya? beliau itu cucu dari nyonya Aretha yang akan mengambil alih perusahaan nanti nya" jawab karyawan yang tahu.
" Waah pantas saja aura dan tempramen nya sangat mengesankan" jawab karyawan yang tadi bertanya.
__ADS_1