
"Waah... wah... wah, coba lihat nih ada siapa di sini". Risa segera menoleh dan mendapati rena dan teman-temannya di sana.
" Lagaknya sok alim ternyata pelakor juga" ucap teman rena yang bernama putri.
"Lo ada masalah apa sih sama gue ren, gue tau yang nyebarin foto itu elo kan?". ucap risa dengan emosi melihat rena dan kawan-kawan nya.
" Hei, jangan asal tuduh kalau gak punya bukti ya. gue bisa nuntun lo karena udah nuduh gue sembarangan". sanggah rena sambil tersenyum sinis menatap risa.
"Dah ren, laporin aja cewek sok kecakepan ini". timpal sila.
"Gue yakin kalau pelakunya itu elo, karena cuma elo doang yang benci banget sama gue dan gak semua orang punya akses bebas di sekitar ruangan pak kevin". Tebak risa.
"sebegitu sakit hatinya elo ya karena pak kevin gak pernah nanggepin dan gak pernah nganggap lo ada selama ini makanya lo lampiasin semua ke gue. Elo merasa tersaingi dengan kehadiran gue di sekitar pak kevin? atau elo merasa gak sanggup bersaing secara sehat dengan gue? ". sindir Risa sinis.
**PLAK!!!!
Tamparan keras mendarat di pipi kiri risa, karena dia tidak siap, maka dia terhuyung ke belakang dan menatap wastafel di belakangnya lalu jatuh ke lantai.
" Sialan lo ris, berani-beraninya lo ngatain gue. gak punya kaca apa lo? b*******k..!!! ". maki rena dengan suara kencang.
Tapi risa tak bergerak sama sekali membuat rena dan teman-temannya panik.
" Hei, jangan acting lo. bangun sekarang juga atau gue siram pake air". ucap sila sambil menyenggol lengan risa dengan kakinya.
"Ren, gimana nih. risa kayaknya beneran pingsan deh".
" Jangan bercanda lo sil. coba bangunin lagi". pinta putri.
"Ini dari tadi juga gue dah bangunin, tapi dia gak gerak sama sekali". wajah mereka pun seketika menegang.
" Ayok cepetan kita pergi dari sini sebelum ada orang yang lihat". rena mengajak kedua temannya itu untuk segera pergi meninggalkan risa yang sedang tergeletak di lantai.
***Di ruang kerja kevin.
"pak kevin... ". dengan panik Bayu langsung masuk ke ruang kevin tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Ada apa bay, masuk pake nyelonong aja gak ketuk pintu dulu". ujar kevin tetap menatap layar laptopnya tanpa menoleh ke arah asisten pribadinya itu.
"Ada hal penting yang harus anda lihat pak. ini tentang nona risa".
__ADS_1
Mendengar nama Risa kevin langsung mengangkat wajahnya dan melihat raut kekhawatiran di wajah bayu. seketika itu perasaannya jadi tak tenang.
" Ada apa dengan risa bay? dia gak kenapa-napa kan?".
"Ini coba anda lihat sendiri". Bayu lalu menyerahkan handphone kepada kevin dan memperlihatkan foto dirinya dengan risa yang terlihat begitu intim.
" Siapa yang menyebarkan gambar ini bay?".
"Saya belum tahu pak, tapi saya pasti akan menyelidiki nya sesegera mungkin".
Kevin lalu mengambil ponselnya yang berada di meja untuk segera munghubungi risa. tapi risa tak sekalipun mengangkat panggilannya. Dia pun mulai khawatir dan segera berlari keluar untuk menemui risa.
Di jalan dia tidak mengindahkan salam dari beberapa pegawai yang berpapasan dengannya karena pikirannya sudah penuh dengan bagaimana keadaan risa.
Saat sampai di depan ruang kerja risa, kevin tak melihat keberadaan risa disana. diapun segera menghampiri salsa karena dia adalah satu-satunya orang di kantor ini yang tau hubungannya dengan risa.
"Salsa, risa pergi ke mana?". Tanya kevin panik. Salsa dan juga teman yang lainnya menatap heran dengan kehadiran bosnya itu keruang mereka.
" Tadi dia di panggil ke ruangan pak tirto, tapi sampai sekarang dia belum kembali pak". jawab Salsa.
"Yaudah saya ke ruangan pak tirto sekarang, kalau dia sudah kembali ke sini tolong bilang ke dia untuk menghubungi saya segera".
" Baik pak".
Kevin dan Salsa pun segera berlari untuk melihat keadaan risa, kevin sudah begitu panik dengan keadaan sang calon istrinya tersebut.
"Risa...!!! ". Seru kevin sambil membelah kerumunan di depan toilet di ikuti oleh Salsa.
Kevin pun segera membopong risa dan berjalan keluar.
" sa, kamu ikut saya ke rumah sakit. sekalian bawa tas risa juga".
"Baik pak". Salsa pun segera berlari ke ruangannya dan mengambil tasnya dan juga risa.
" sa, risa gimana keadaanya?". tanya teman-teman satu ruangannya.
"Belum tau, ini gue mau ke rumah sakit sama pak kevin".
" Kabarin kalau ada apa-apa ya sa". ucap cika.
__ADS_1
"Heem, gue pergi dulu ya".
" Hati-hati sa".
Sementara sonia sudah pucat pasi mengetahui risa pingsan setelah pertemuan mereka tadi di toilet. Dia juga merasa bersalah karena telah membicarakan hal yang membuat risa sakit hati.
"Maafin gue ris, gue gak bermaksud buat nyakitin hati lo". lirih sonia sambil menunduk di kursinya.
Kevin sambil menggendong risa berjalan menuju ke loby di ikuti oleh Salsa. Beberapa karyawan yang melihatnya nampak saling berbisik-bisik membicarakan gosip tentang mereka.
Kevin tampak tak perduli karena fokus utamanya sekarang adalah risa. dia tidak mau sampai terjadi apa-apa dengannya. Begitu sampai di loby, dia sudah melihat mobilnya yang sudah standby di depan karena bayu sudah menghubungi sopir kantor sebelumnya.
Dia pun memasukkan risa di kursi belakang bersamanya sedangkan Salsa duduk di samping pengemudi. dan mobil pun segera melaju ke rumah sakit terdekat.
" Sayang kamu kenapa? kenapa kamu gak langsung bilang sama saya kalau ada masalah seperti ini". Ucap kevin sambil terus mencium tangan risa.
Lima belas menit kemudian mobil pun berhenti di depan IGD sebuah rumah sakit. kevin segera turun dan menggendong risa masuk ke dalam.
"Sus, tolong teman saya pingsan nih". ucap Salsa pada suster yang sedang berjaga di sana. Mereka pun segera membaringkan risa di ranjang untuk di periksa dokter.
Beberapa saat kemudian dokter keluar.
" Keluarga pasien atas nama risa?".
"Iya saya dok, saya calon suaminya". jawab kevin.
" Ooh baik kalau begitu, nona risa sudah sadar. tidak ada luka yang mengkhawatirkan, hanya memar di punggungnya karena benturan". jelas dokter.
"Tapi kenapa tadi dia pingsan begitu lama dok? ". tanya kevin khawatir.
" Mungkin karena syok saja, tapi kita juga tetap akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan CT Scan untuk memastikan semua baik-baik saja. dan sebentar lagi pasien juga akan di pindah ke ruang perawatan".
"Apa saya bisa bertemu dengan risa dok?".
" Tentu bisa pak, silahkan masuk".
"Terima kasih banyak dok".
" Sama-sama Pak, kalau begitu saya permisi dulu".
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan dokter tadi, kekhawatiran di dalam diri kevin pun sudah agak berkurang.
Begitu masuk ke dalam, kevin langsung mendekati risa dan memeluknya dengan erat. sambil terus membisikkan kata maaf.