
" ini kopinya pak, saya permisi" Tapi belum sempat risa berjalan, tangannya sudah di cekal oleh kevin.
Seketika risa menoleh ke arah kevin dan mencoba menarik tangannya kembali. Tapi sia-sia saja karena kevin memegangnya dengan sangat erat.
" Maaf Pak bisa tolong lepaskan tangan saya, gak enak kalau ada yang lihat. Nanti di kiranya kita ada hubungan pak". pinta risa pada kevin.
" Emangnya kenapa kalau ada yang lihat? kamu single aku juga single. gak ada salahnya juga kan kalau kita berhubungan " Jawab kevin santai.
" Ini di kantor pak, gak pantas saja kalau kita seperti ini"
" Jadi kalau di luar kantor boleh seperti ini? " Kevin mengangkat genggaman tangannya ke atas menunjukkan pada risa.
" Bukan seperti itu pak, kita kan gak ada hubungan apa.. " Belum sempat risa meneruskan bicaranya, kevin sudah memotongnya.
" Kalau begitu kita pacaran saja biar ada hubungan". Kevin dengan tenang mengucapakan kalimat itu sambil melihat ke arah netra risa lekat. membuat gadis itu semakin salah tingkah.
" Si bapak bercanda nya gak lucu". Risa mencoba menyingkirkan kegugupan nya sebisa mungkin di hadapan kevin.
" Memangnya aku terlihat seperti bercanda ya? " Tanya kevin dengan wajah serius. Cukup lama mata mereka saling bertemu, meski tak ada kata lagi di antara keduanya. Tapi mereka seperti bicara dengan sorot mata mereka. Hingga sebuah ketukan di pintu menyadarkan mereka berdua.
Tok... tok... tok..
Risa segera mengambil kesempatan itu untuk menarik tangannya dan segera keluar. ketika dia membuka pintu, terlihat rena menatapnya dengan sinis. Risa tetap bersikap profesional menundukkan kepala sebagai tanda hormat pada Rena.
" Ada perlu apa ren? " Rena segera menoleh ke arah kevin saat mendengar ucapan dari bosnya itu. Lalu berjalan masuk dan menyerahkan dokumen untuk kevin.
" Ini ada beberapa dokumen yang harus bapak tanda tangani"
Kevin segera mengambil beberapa lembar dokumen yang di berikan sekertaris nya itu. Tampak rena berdiam diri di sana tanpa ada niatan untuk keluar.
" Apa masih ada hal yang lain lagi ren? kalau tidak silahkan keluar. nanti akan saya panggil jika saya sudah selesai menandatangani ini"
" Ooh tidak ada pak. Baik kalau begitu saya permisi dulu" pamit rena lalu keluar.
__ADS_1
Sementara Risa yang berada di lift merasa kedua pipinya panas saat mengingat perkataan kevinRisa barusan. *Apa yang di ucapkan kevin barusan serius ya? * Batin risa.
* Tapi tidak mungkin kevin mau dengan karyawan biasa seperti saya, pasti banyak perempuan yang selevel dia yang mendekatinya. kenapa juga dia harus memilih saya. Aah iya bodohnya aku, kevin pasti hanya bercanda* sambil memukul pelan kepanya.
DING....
Pintu lift terbuka, Risa menarik nafas mencoba menetralkan fikiran nya lagi dan segera berjalan ke luar.
Waktu bekerja pun risa tak bisa berkonsentrasi karena mengingat saat kevin menatap matanya lekat. Dia terlihat sering melamun hingga membuat heran salsa yang berada di sampingnya.
" Heiii bengong aja kesambet baru tau rasa loh" Salsa menyenggol bahu risa hingga membuatnya kaget.
" Eeeh ada apa saja? "
" Mikirin apa sih lo? masalah toni lagi? "
" Bukan Sa, ngapain juga gue mikirin cowok tukang selingkuh kayak gitu" jawab risa sewot mendengar nama toni lagi.
" Alah gaya banget lo, gitu juga lo pernah bucin banget sama tu orang"
" hehehe.. ke kantik yuk, laper nih" Ajak salsa
" Ayok, aku juga dah laper banget"
~Di kantin
Suasana di kantin ramai seperti biasa. Terdengan canda tawa dari para karyawan yang tengah menikmati istirahat makan siang mereka. tak terkecuali risa dan salsa.
Mereka memilih duduk di pojokan agar tak terlalu bising. menyantap makan siang dengan khusyuk sambil sesekali berbincang.
" Boleh gabung gak? "
Seketika risa dan salsa menoleh ke arah sumber suara di dekat mereka. alangkah terkejutnya bahwa yang sedang menghampiri mereka adalah seorang kevin sebastian dirgantara.
__ADS_1
Pantas saja tadi kantik mendadak hening, ternyata bos mereka ikut datang ke kantin. Tumben sekali bos besar itu makan di kantin, biasa nya dia makan di restoran atau makan di ruang kerjanya dengan memesan makanan via online jika sedang sibuk.
"Bo boleh pak silahkan. kebetulan kursi di sini masih ada yang kosong" Jawab salsa dengan gugup. Sementara risa terlihat menundukkan kepala seolah tak tau apa yang sedang terjadi.
Kevin tersenyum dan berterima kasih lalu duduk di samping risa. Sementara risa dengan cepat menghabiskan makanannya dan berdiri berniat untuk pergi.
Tapi lagi-lagi tangan risa di cekal oleh kevin lagi. spontan saja hal itu mengundang perhatian dari seluruh karyawan yang ada di kantin. Bisik-bisik mulai terdengar di antara mereka. ada yang baik ada pula yang dengan kejam mengatai bahwa risa sudah menggoda pak kevin.
Kevin seolah tak perduli dengan apa yang di dengar telinganya itu.
" Duduk sebentar ris, temani saya makan" Ucap kevin. Dengan terpaksa risa pun kembali duduk di samping kevin. Salsa yang berada satu meja dengan mereka seolah terkejut dengan interaksi yang di perlihatkan ke dua orang itu.
Kevin tersenyum melihat risa yang mau duduk kembali di sisinya. Dia pun dengan semangat menghabiskan menu sederhana makan siang kali ini.
" Ternyata makanan di kantin ini lumayan enak ya? " Tanya kevin memecah keheningan di antara mereka bertiga.
" Iy.. iya Pak, tumben bapak makan siang di kantin? " Jawab salsa mencoba mencairkan suanana kaku itu.
" Lagi males aja keluar, sekalian pengen tau seenak apa masakan di kantin sini. Ternyata lumayan juga" Kevin tersenyum ramah pada risa dan salsa.
" Ooh iya ris, nanti kamu pulang bareng saya lagi kan? " Lanjut kevin.
" saya bisa pulang sendiri naik taksi pak..! " jawab risa.
" Jangan lah, nanti saya bilang apa sama tante Sinta. kan saya udah janji mau nganterin kamu pulang juga" kilah kevin menyebut nama mama Sinta sebagai alasan. padahal dia sendiri yang ingin berduaan dengan risa.
" Tadi pagi risa berangkat bareng pak kevin? " Tanya salsa.
" Iya, atau kalau mau kamu juga boleh kok bareng kita pulang, sekalian aku anterin"
" Gak usah pak kevin, saya bawa motor sendiri"
Risa lebih banyak diam saat makan siang itu, hanya sesekali saja dia berbicara saat di tanya. selebihnya dia cuma mendengarkan obrolan ringan kevin dan salsa. Dia juga sadar banyak mata yang sedang mengawasinya.
__ADS_1
Jujur saja risa merasa risih di perhatikan seperti itu, apa lagi mendengar kata-kata buruk mengenai dirinya. Dia hanya perlu menyiapkan hatinya saja karena setelah ini pasti akan lebih banyak yang akan membencinya.