Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
30


__ADS_3

Tak berselang lama, terlihat Risa datang di apit oleh mama dan juga kakak iparnya. Mata kevin tak lepas dari wajah Risa yang hari ini terlihat begitu luar biasa cantiknya.


Dengan anggun berjalan menuju ke samping kevin. Baju kebaya putih Risa serasi dengan baju yang di kenakan kevin.


Penghulu memberikan sedikit wejangan sebelum akad di mulai, dengan sedikit di selingi dengan candaan agar calon pengantin tidak terlalu tegang. Hingga tiba saat yang di nantikan yaitu acara qabul nikah.


ilham akan berperan sebagai wali pengganti almarhum ayahnya. Berulang kali kevin menarik nafas panjang untuk mengurangi rasa deg-degan di hati nya. Begitupun dengan Risa yang tampak menunduk sambil membaca doa agar Ijab qabul ini berjalan lancar.


" Kedua calon mempelai,wali dan saksi semua sudah siap? ". Tanya penghulu.


" InsyaAllah siap". jawab mereka dengan anggukan kepala.


"Kalau begitu, silahkan mas ilham membacakan ijab. Setelah selesai mas kevin langsung menjawab qabul ya".


" Iya Pak" .


Dan tibalah acara inti yaitu ijab qabul. Kevin pun mulai menjabat tangan ilham, terlihat peluh sudah membasahi dahi keduanya.


"Ananda Kevin sebastian dirgantara bin Arya dirgantara, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan adik kandung saya Clarisa maheswari binti Alm. Bayu wicaksono dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan Emas seberat 100 gram di bayar tuuunaiii".


" Saya Terima nikah dan kawinnya Clarisa maheswari binti Alm. Bayu wicaksono dengan mas kawin tersebut tunai".


Setelah ilham menggerakkan tangan, kevin pun langsung menjawab qabul dengan lantang dan dalam satu tarikan nafas.


"Bagaimana saksi? sah".


" Sah".


" Sah".


"Alhamdulillah, selamat saudara kevin dan Risa. Kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri". ucap pak penghulu.


" Alhamdulillah.... ". Ucap syukur dari orang tua, saudara, dan para tamu yang hadir. Tangis haru pun tak luput dari wajah mama Sinta juga keluarga kevin.


" Silahkan untuk mempelai wanita mencium tangan lelaki di sampingmu yang sudah berganti status menjadi suamimu".


Dengan khidmad Risa mencium tangan kevin. Setelah penandatanganan buku nikah, pembacaan janji nikah dan sebagainya telah usai. Kini acara pun di tutup dengan doa. Setelahnya pak penghulu pamit undur diri.

__ADS_1


Acara di lanjutkan dengan meminta doa restu pada orang tua dan saudara. Setelahnya adalah berswafoto bersama.


Kinar tampak bahagia berada di tengah antara kevin dan juga Risa yang kini telah resmi menjadi mamanya. Kebahagiaan tak hanya nampak di wajah ke dua mempelai, tapi juga keluarga dan seluruh tamu undangan.


.


.


.


Selesai acara, kevin dan Risa kembali ke kamar untuk beristirahat sejenak sebelum bersiap lagi untuk acara resepsi nanti malam. Sedangkan Kinar memilih untuk ikut pulang bersama oma opanya.


"Kenapa hanya berdiri di situ? sini, duduk di sini. kamu pasti juga lelah". Ucap kevin sambil menepuk ranjang di sampingnya agar Risa duduk di sana.


" Iy.. iya mas, Aku mau ganti baju dulu. Mas istirahat saja duluan". Risa segera berlalu menuju kamar mandi setelah sebelumnya mengambil baju ganti di lemari.


***


Saat keluar dari kamar mandi, Risa melihat kevin sudah tertidur di ranjangnya. Di pandangnya dengan lekat wajah yang begitu tampan dan berkharisma itu.


" Kenapa memandang ku seperti itu? Kamu terpikat dengan ketampanan suamimu ini ?". Ucap kevin dengan mata yang masih terpejam. Risa gelagapan karena tak menyangka jika kevin akan tahu jika dia sedang memperhatikan nya.


Kevin pun segera bangun dari tidurnya dan bersandar di sandaran ranjang.


" kemarilah, aku sudah lama menunggu mu sayang". kata kevin sambil tersenyum.


Sementara Risa hanya berdiri mematung di tempatnya. Dia tak tahu harus menghampiri kevin atau tidak. Melihat keraguan di mata Risa, kevin pun tertawa. Dia tahu apa yang telah di fikirkan gadis yang baru beberapa jam lalu berganti status menjadi istrinya tersebut.


"Hahaha... kenapa kau begitu takut Risa? aku kan suamimu". Goda kevin.


Melihat tak ada pergerakan dari Risa, kevin pun berdiri dan berjalan menghampiri Risa.


" Aku tidak akan melakukan apapun padamu Risa, kenapa kau setakut itu padaku?. Kau harus istirahat sekarang, sebentar lagi kita harus bersiap-siap lagi untuk acara resepsi". Kata kevin sambil merengkuh tubuh Risa dan membawa ke pelukannya.


"Terima kasih sayang, karena telah hadir di kehidupan ku dan juga Kinar. Tetaplah selalu berada di sisi kami. Jangan pernah tinggalkan kami selamanya".


Risa mendongak dan menatap mata kevin dalam. Dia sungguh bahagia dan beruntung bisa mendapatkan lelaki seperti kevin yang menjadi idaman setiap wanita itu.

__ADS_1


Kecupan hangat kevin daratkan di kening Risa, Tak ada lagi kata yang bisa menggambarkan bagaimana rasa bahagianya mereka berdua.


.


.


.


Pukul 15.00 sore, mbak Diva dan zara datang lagi ke rumah Risa. kini Risa berdandan di temani dengan sang suami. Berbeda dengan make-up sewaktu akad, kini tampilan Risa terlihat lebih glamor tapi tetap memperlihatkan sisi anggun.


Gaun berwarna gold dengan hiasan mutiara itu membuat kesan elegant pada Risa. Senada dengan yang di pakai Risa, kevin juga mengenakan jas dengan warna yang sama dengan Risa. Mereka berdua terlihat begitu serasi, Yang lelaki tampan, berwibawa dan dengan tubuh tinggi tegap nya. sementara si wanita cantik, hidung mancung denga tinggi standar wanita Indonesia.


"Aduuh mbak Risa bikin iri deh, cantik banget. Suaminya juga tampan, serasi banget". Puji Zara ketika melihat Risa dan kevin berdiri berdampingan.


" Kamu bisa zar". Risa tersenyum sipu mendengar pujian dari Zara.


" Beneran tau mbak, kalian berdua itu cocok banget. Nanti pasti anak kalian cakep-cakep". Tambah Zara.


"Udah yuk mbak Risa, mas kevin. Kita berangkat sekarang. Takut macet nanti kalau kesorean". Ucap Diva.


" Yaudah yuk kita kita berangkat sekarang". Ajak Risa.


Mereka pun keluar dari kamar, terlihat rumah tampak sepi karena semua keluarga sudah berangkat sejak setengah jam yang lalu.


Risa dan kevin masuk ke dalam mobil pengantin berwarna hitam, sementara Diva dan Zara menaiki mobil yang mereka bawa sendiri.


Sepanjang jalan, tangan kevin tak pernah lepas menggenggam jari jemari Risa, dan Kadang kalau juga menciumnya. Terlihat dari raut wajah tampannya bahwa dia sedang bahagia.


Risa juga tak kalah bahagianya karena akhirnya bisa menjadi pendamping lelaki yang telah merebut hatinya


.


.


.


Pukul setengah tujuh tepat, Mobil yang di tumpangi kevin dan Risa telah memasuki area pelataran hotel tempat mereka melaksanakan resepsi. Meski pesta di adakan mulai pukul Tujuh malam, tapi sudah nampak beberapa antrian tamu yang datang.

__ADS_1


Kevin menuntun Risa menuruni mobil dan berjalan ke dalam ballroom hotel. Baju Risa yang di buat begitu lebar dan lumayan berat membuatnya kesulitan untuk berjalan. Kevin dengan telaten membantu Risa berjalan agar tidak terjatuh.


__ADS_2