
Hingga Kevin tiba di depan Risa, dia pun terkejut melihat istrinya yang berdiri di depan nya. Kevin pun dengan cepat menjauhkan diri dari wanita yang berada di samping nya.
" Sayang... " ucap Kevin dengan gugup.
Risa masih diam dan melihat lengan Kevin yang tadi di pegang oleh wanita itu. Kevin pun mendekat dan berusaha menyentuh Risa tapi Risa mundur hingga tangan Kevin mematung di udara.
" Hemm kenalin sayang ini Jeni.... " tapi belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Risa sudah lebih dulu memotongnya.
" Aku mau ketemu Salsa dulu mas, permisi" Ucap Risa mencoba tersenyum.
Risa pun segera berlalu dari hadapan Kevin dengan langkah cepat, dia ingin secepatnya menghilang dari tempat itu. Walau dia tersenyum kepada mereka tapi hati Risa terasa nyeri, tapi dia mencoba masih berpikir positif sebelum mendengar penjelasan dari Kevin secara langsung.
Sementara Kevin masih memandang kepergian Risa dalam diam, dia takut Risa salah paham padanya. Tapi dia juga tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada Risa.
" Itu tadi istri kamu? " tanya perempuan di sebelah Kevin yang bernama Jeni.
" Iya, dia Risa istriku" jawab Kevin dengan lesu.
" Maaf ya, dia pasti marah sekarang karena melihat aku gandeng tangan kamu tadi" ucap Jeni merasa bersalah.
Tapi Kevin hanya diam saja tidak menjawab ucapan dari Jeni barusan. Pikiran nya masih penuh dengan Risa, bagaimana nanti dia menjelaskan agar Risa bisa mengerti dan tidak salah paham padanya.
" Aku ke ruangan dulu Jen, kamu bisa berikan hasil meeting dengan klien tadi pada Riza". Kevin pun segera berlalu dari hadapan Jeni dan masuk ke dalam ruangan nya.
Di dalam ruangan dia mengeluarkan ponselnya dan mencoba menghubungi Risa tapi tidak ada satupun panggilan nya yang di jawab oleh Risa. Itu semakin membuat Kevin bertambah gelisah, dia ingin segera menyusul Risa ke ruang kerja Salsa tapi takut jika Risa malah marah padanya di depan para karyawan.
Sementara di ruang kerja Salsa, semua heboh saat melihat kedatangan Risa.
" Waaah ada bu bos nih" ucap Diki.
" Iya tumben banget bu bos dateng kemari, ada angin apa nih" sahut Cika.
"Gue kangen sama kalian" ucap Risa sambil nyengir.
" Kangen sih kangen, tapi ya bawa apa gitu kek kalau dateng. Masa bu bos dateng dengan tangan kosong" sindir Roy yang di setujui oleh semua.
" Betul tuh"
__ADS_1
" Tenang aja, semua aman" jawab Risa sambil menjentikkan jarinya.
" Waaah gitu dong, itu baru namanya bu bos yang baik hati" ucap Cika dengan heboh.
Salsa hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah teman nya itu. Mereka pun kembali bercanda gurau melepas kangen karena memang sudah cukup lama tidak bertemu.
Salsa melihat handphone Risa yang terus berbunyi dan tertera nama Kevin di sana, dia pun segera menyenggol lengan Risa dan bertanya padanya. Pasalnya dari beberapa panggilan tidak sekalipun Risa menjawabnya dan hanya melihatnya saja.
" Kenapa nggak di angkat telpon suami lo? " bisik Salsa pelan agar tidak terdengar oleh yang lain nya.
" Nggak papa, lagi gak mood aja" jawab Risa dengan cuek.
" Gue kenal elo udah lama Ris, jadi gue tau elo bohong apa nggak" ucap Salsa sambil memicingkan mata pada Risa.
" Ntar aja gue jelasin, gak enak kalau ngomong di sini" ucap Risa pada akhirnya.
" Oke gue tunggu"
" Iya" balas Risa singkat.
" Kalian berdua napa pada bisik-bisik dah, lagi ngomongin apa sih? " ucap Cika yang membuat Risa dan Salsa spontan menoleh padanya.
" Nggak kok, ini si Risa lagi nanya gue soal Sonia" kata Salsa berbohong.
" Ooh iya ya, gue denger Sonia bakal balik lagi ya ke sini? " tanya Diki.
" Rencana nya sih gitu, tapi belum tahu kapan" jawab Risa.
" Katanya dia mau nikah? " tanya Cika.
" Nggak tahu juga" jawab Salsa sambil menghendikkan bahu.
Semua teman di kantor memang tidak ada yang tahu tentang musibah yang menimpa Sonia beberapa hari yang lalu karena takut Sonia akan merasa malu nantinya dan menjadi canggung saat kembali bekerja di sini.
Saat mereka sedang sibuk berbincang, seorang OB datang membawa dua kantong makanan ke dalam ruangan. Seketika mereka pun bersorak sorai saat melihat makanan yang di pesan Risa datang.
" Waoowwww kita pesta hari ini" teriak Roy dengan girang.
__ADS_1
" Tapi kan sekarang belum jam istirahat" ucap Cika mengingatkan.
" Tenang saja, bu bos yang bertanggung jawab" kelakar Diki yang di sambut tawa oleh semua orang yang ada di ruangan itu.
Tanpa banyak bicara lagi mereka pun segera menyerbu makanan yang di bawakan OB tadi. Saat mereka sibuk dengan makanan di depan mereka, pintu ruangan itu di ketuk dari luar dan terlihat Kevin masuk ke dalam. Seketika suasana menjadi hening karena mereka ketahuan makan di saat jam kerja.
" Ooh maaf saya menggangu ya" ucap Kevin dengan canggung.
" Ee enggak pak, kami yang harusnya minta maaf karena makan di saat jam kerja" Roy kini yang berbicara.
" Tidak apa-apa " Jawab Kevin sambil melirik Risa yang hanya diam saja dan fokus memakan makanan di tangan nya.
" Sayang, bisa ikut saya sebentar? " Tanya Kevin.
Risa pun segera menoleh dan dengan berat hati mengikuti Kevin keluar ruangan.
" Sorry ya gue pergi dulu, entar kita sambung lagi" Pamit Risa pada Teman-teman nya.
Risa hanya diam saja dan berjalan mengikuti Kevin masuk ke dalam lift. Kevin juga masih bingung harus mulai dari mana untuk berbicara dengan Risa.
" Kamu marah sama mas? " tanya Kevin pada akhirnya.
Risa menoleh sekilas pada Kevin yang berada di samping nya lalu kembali menatap depan. Entah kenapa rasanya enggan sekali menatap suaminya itu sekarang, padahal sebelumnya dia selalu senang saat menatap wajah Kevin.
" Marah kenapa? " tanya Risa balik.
" Maafin mas ya" ucap Kevin.
" Kenapa harus minta maaf, memangnya mas punya salah sama Risa? " tanya Risa lagi.
" Seharusnya mas membicarakan dulu masalah mas merekrut asisten baru di kantor" jelas Kevin dengan lirih.
Terlihat penyesalan di matanya, sebenarnya Risa juga tidak tega melihat Kevin merasa bersalah seperti itu. Tapi dia juga kesal saat melihat wanita tadi menggandeng mesra tangan suaminya. Tidak mungkin jika hanya karyawan biasa berani memegang tangan bosnya seperti itu kecuali mereka sudah kenal akrab sebelumnya.
" Dia bernama Jeni, temanku ketika kuliah dulu. Dan dia juga salah satu sahabat dekat Mona, mamanya Kinar" ucap Kevin.
Risa sontak menoleh saat Kevin menyebut nama Mona.
__ADS_1