
***POV Rena**
Malam minggu saat aku sedang menghabiskan waktu ku hangout dengan teman-teman ku, tiba-tiba telponku berdering. Saat melihat ID penelpon, aku segera berlari menjauh jari keramaian untuk segera mengangkatnya.
" halo Pak Bagas, ada yang bisa saya bantu? " Tanyaku.
" Ren, besok bisa temani saya bertemu dengan klien di luar? " Tanya Pak Bagas.
" Tapi Pak, besok kan waktu libur saya" Ucap ku setengah dongkol tapi kucoba untuk menahannya.
" Ayolah Ren, ini klien penting soalnya. Sudah lama saya ingin bekerja sama dengan Pak Kevin, baru sekarang beliau menerima. Kalau saya menolak, takutnya beliau akan tersinggung dan enggan untuk bekerja sama lagi dengan perusahaan kita" Ucap Pak Bagas dengan memohon.
Tapi bukan itu yang membuat saya kaget, tapi nama yang di sebutkan oleh Pak Bagas barusan yaitu Kevin. Mungkinkah itu Kevin dirgantara mantan bos saya? .
" Baiklah Pak, besok saya harus standby jam berapa? " Tanyaku.
" Jam 09.00 pagi, kamu mau saya jemput dulu atau bawa mobil sendiri? " Tanya Pak Bagas lagi.
" Saya bawa mobil sendiri saja Pak, kita langsung ketemu di lokasi saja" Jawabku.
__ADS_1
" Baiklah, nanti akan saya kirimkan alamat tempat pertemuan nya" Ucap Pak Bagas.
Setelah mematikan telpon, aku masuk ke dalam lagi untuk menemui teman-teman ku. Dengan langkah gontai ku hempaskan tubuhku di kursi.
" Kenapa muka lu lecek gitu habis nerima telpon. Di tagih hutang lu? " Goda Dewi temanku yang di jawab tawa renyah dari mira dan zee.
" Sialan lo, gue mana pernah punya hutang" Jawabku dengan melemparkan tatapan tajam pada mereka.
" Lah terus kenapa lemes gitu, kita kan mau happy-happy malam ini kalau perlu sampai pagi" Ucap Zee.
" Sorry gaes, sepertinya gak bisa malam ini deh. Tadi bos gue telpon, besok pagi di suruh nemenin meeting. Jadi gue harus pulang sekarang" Jawabku dengan lesu.
" Ya gimana lagi, namanya juga bos" jawabku.
Akupun sebenarnya juga sedikit jengkel, tapi saat mendengar nama klien yang ingin di temui Pak Bagas, aku juga merasa sedikit penasaran. Jadi kuputuskan pulang sekarang juga agar besok tidak telat bangun pagi.
Setelah berpamitan dengan ketiga sahabatku, akupun melangkahkan kaki keluar sendirian menuju mobil ku yang terparkir. Mereka masih ingin melanjutkan pesta meski tanpaku.
Keesokan harinya, aku sudah sampai di tempat parkir sebuah cafe yang menjadi tempat pertemuan dengan klien. Aku menunggu Pak Bagas sampai dan masuk ke dalam bersama.
__ADS_1
" Selamat pagi pak Kevin, maaf saya datang terlambat" Ucap pak Bagas.
Saat aku melihat, ternyata benar Pak Kevin mantan bosku yang bertemu dengan Pak Bagas. Entah kenapa aku masih begitu mendambakan nya meskipun kami sudah lama tak saling berjumpa.
Walau banyak pria yang mencoba mendekati untuk menjadikanku istrinya, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan pesona Kevin Sebastian Dirgantara di hatiku. Salah satunya adalah adik ipar Pak Bagas yang bekerja di perusahaan yang sama denganku. Ku akui dia memang ganteng, mapan, pintar dan juga sangat royal. Tapi entah mengapa hati ini tidak sedikitpun tersentuh dengan sikap manisnya padaku.
" Hallo Pak Kevin" Ku beranikan diri untuk menyapa dan mengulurkan tanganku. Aku melihat dia sedikit kaget saat melihatku datang bersama Pak Bagas. Mungkin tadi dia terlalu fokus pada Pak Bagas sehingga tidak menyadari kehadiranku.
" Iya " Jawabnya dengan menerima uluran tanganku sekilas.
Setelah selesai meeting, Kevin buru-buru ingin segera pulang. Aku tahu bahwa dia pasti ingin segera bertemu dengan Risa, entah kenapa aku masih saja cemburu dengannya padahal Risa memang istri nya.
Baru saja aku merelasa kecewa karena pertemuanku akan segera berakhir, aku mendengar Pak Bagas mengajak Kevin untuk makan siang bersama sebagai perayaan kerja sama kali ini. Hatiku begitu bahagia meskipun hanya bisa melihatnya saja.
Ku beranikan untuk memulai obrolan dengannya dengan menanyakan keadaan keluarganya. Tapi jawabannya justru membuat ku terkejut.
" Dari mana anda tahu istri saya kecelakaan?, Sedang karyawan di kantor saya saja tidak tahu tentang kejadian itu". Tanyanya dengan tatapan yang cukup mengintimidasi ku. Seketika aku bingung harus menjawab apa, hingga tanpa sadar aku berbicara terbata yang pasti membuatnya semakin curiga.
Kevin tidak boleh tahu tentang keterlibatan ku atas kecelakaan Risa. Akan sangat sulit bagiku di masa depan untuk mendekatinya jika dia tahu perbuatanku. Aku sudah lama merencanakan semua nya tanpa meninggalkan sedikitpun celah untuk polisi mencurigai ku meskipun si bodoh Bella itu mengaku aku terlibat.
__ADS_1