
Mereka berdua asyik mengobrol sambil memakan stik kentang yang di pesan kevin juga. Risa tercekat dan diam mematung kala tangan kevin ter ulur mengusap sisa saus di bibir Risa. Cukup lama mereka saling pandang hingga jarak mereka tinggal beberapa senti lagi.
Tok..
Tok...
Tok..
Saat kedua bibir mereka saling bersentuhan, Tiba-tiba bunyi suara di ketuk. Membuat Kevin dan Risa kelabakan.
" A.. aku buka pintunya dulu mas". Ucap Risa lalu berjalan menghampiri pintu dan membukanya.
" Mama.... ". Teriak kinar yang berdiri di depan pintu dengan oma dan opanya.
" Sayangnya mama, sini sini... Ayok mi, pu masuk dulu. !! ". Risa pun membawa Kinar masuk ke dalam sambil menggendong nya.
" Papi, Mami, ada apa? ". Tanya Kevin begitu melihat mami papinya yang datang?
" Mau pamit vin, kinar sama papi mami pulang duluan. Kalian kan masih tinggal di sini sampai besok". Jawab Mami Ratna yang di balas dengan anggukan kepala oleh Kevin.
" Kinar mau pulang dulu sama oma opa? ". Tanya Risa pada Kinar yang sudah berada di pangkuannya.
" Iya, kan besok mama sama papa mau pergi ke Bali". Jawab Kinar.
" Kinar gak keberatan kalau Mama sama papa pergi ke Bali? ". Tanya Risa lagi karena khawatir putrinya itu akan sedih.
" Gak apa-apa ma. kata oma setelah papa mama pulang dari Bali, Kinar bakalan punya adek bayi ". Ucap Kinar dengan wajah ceria.
Kevin dan Risa hanya saling melirik saja mendengar penuturan dari putrinya itu. Lalu kevin menoleh pada Mami Ratna yang terlihat salah tingkah, karena memberi tahu Kinar tentang itu.
" Emang Kinar udah mau punya adek? ". Tanya Kevin.
" Mau dong pa, emang papa gak mau ngasih Kinar adek bayi? ". Kali ini Kinar memasang wajah sedih.
" Tanya dong sama Mama Risa, mau nggak ngasih adek bayi buat Kinar". Risa segera melotot ke arah Kevin.
" Mama gak mau ya? ". Tanya Kinar sambil menatap Risa dengan sendu.
" Mau dong sayang, tapi Kinar juga berdoa sama Allah. Biar Kinar bisa cepet punya adek bayi". Risa membelai lembut pipi Kinar.
****
__ADS_1
Setelah kepergian Kinar dan Mami papinya, suasana di kamar sedikit agak canggung. Risa tak berani lagi menatap wajah Kevin. Cukup lama mereka saling diam, hingga akhirnya Kevin mulai membuka suara.
" Risa.. ".
" I.. iya mas". Jawab Risa gugup.
" Kenapa duduk nya jauh di situ, sini duduk di sebelah ku". Ucap Kevin sambil menepuk sofa di sebelahnya. Risa pun segera beranjak dan duduk di sebelah Kevin.
" Kalau kamu malu-malu seperti ini, terus kapan Kinar bisa punya adik lagi". Bisik Kevin tepat di telinga Risa, membuat bulu kuduk Risa berdiri seketika.
Kevin dan Risa pun saling berpandangan. Entah siapa yang memulai lebih dulu hingga tak sadar Bibir mereka sudah saling bertemu. Cukup lama mereka berciuman hingga akhirnya Kevin mengangkat tubuh Risa dan di baringkan ke ranjang.
Dan ini lah akhirnya, Risa menyerahkan Mahkota yang selama ini di jaganya kepada sang Kevin yang sudah resmi menjadi suaminya. Risa telah menjadi Istri yang sesungguhnya untuk Kevin.
.
.
.
Pagi hari, Risa bangun dengan badan yang terasa remuk redam. Entah berapa kali semalam Kevin mengerjai nya. Rasanya seperti tak ada capeknya dari diri Kevin.
Di pandang nya wajah yang masih terlelap itu dengan senyum bahagia. Mengingat kejadian semalam, untuk penyempurnaan ikatan cinta mereka berdua.
" Pagi sayang". Sapa Kevin sambil terus mendekap Risa.
" Pagi juga mas". Balas Risa.
" Kamu mau ke mana? ". Tanya Kevin.
" Aku mau ke kamar mandi mas". Risa pun segera bangun. Tapi saat baru akan berdiri, dia merasakan perih di anatara kedua kakinya hingga membuat dia meringis kesakitan.
" Masih sakit sayang?. Maaf ya". Ucap Kevin merasa bersalah. Risa tersenyum mendengar permintaan maaf dari suaminya itu lalu mengangguk.
" Kenapa harus minta maaf mas, ini semua sudah menjadi kewajiban ku. Aku juga senang karena bisa melayanimu". Kevin pun tersenyum mendengar jawaban dari Risa.
Dia kemudian membopong Risa menuju ke kamar mandi dan berakhir dengan mandi bersama.
" Mau sarapan di kamar atau ke bawah sayang?". Tawar Kevin.
" Di kamar aja mas". Jawab Risa yang sudah keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
Kevin pun segera memesan makanan untuk mereka sarapan di kamar.
***
Mereka berdua makan dengan lahap karena semalam telah melawat kan makan malam mereka. Suasana tak lagi canggung seperti saat hari pertama mereka menikah.
Risa sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Kevin di sampingnya, Dia juga tak malu lagi bermanja-manja dengan lelaki yang baru tiga hari ini berstatus sebagai suami itu.
" Kita nanti berangkat jam berapa ke bandara? ". Tanya Risa yang sedang berbaring di pangkuan Kevin.
" Nanti jam satu siang, kita masih ada waktu tiga jam. Kamu istirahat lah, nanti aku bangunkan saat sudah jam dua belas". Ucap Kevin lalu membopong tubuh Risa lagi dan meletakkan nya di ranjang.
" Kamu mau ke mana mas? ". Tanya Risa saat melihat Kevin hendak berdiri.
" Aku di sofa situ sayang". Jawab Kevin sambil menunjuk kursi sofa yang tadi mereka duduki.
" Kenapa gak di sini aja mas, temani aku". Bujuk Risa.
" Kalau aku di sini, yang ada kamu malah gak jadi istirahat sayang. Karena aku pasti tak akan tahan bila melihatmu berbaring di sisiku". Jawab Kevin sambil mencubit hidung Risa.
" Aku gak keberatan kalau mas mau lagi". Ungkap Risa malu-malu.
" Kamu yakin masih sanggup?, Bukannya masih sakit? ".
" Udah nggak sakit kok".
Kini mereka berdua pun kembali merengkuh keindahan dunia bersama. Kevin tak berani meminta lebih lagi karena khawatir istri nya itu akan kelelahan,karena sebentar lagi mereka akan melakukan perjalanan jauh lagi. Lalu mereka berdua pun terlelap dengan saling berpelukan.
***
Kevin dan Risa sudah berada di dalam pesawat yang akan membawa mereka ke pulau dewata Bali. Sepanjang perjalanan, Risa hanya memejamkan mata dengan bersandar di bahu suaminya.
Sementara Kevin sibuk membaca majalah untuk mengusir kepenatannya.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam, Risa dan Kevin sudah menginjak kan kaki di bandar udara Ngurah Rai Bali. Risa begitu gembira karena ini adalah pertama kalinya dia menginjakkan kaki di pulau yang terkenal akan keindahan nya ini.
Setengah jam perjalanan, mereka pun sampai di hotel milik keluarga Kevin dengan Mobil jemputan dari Hotel. Penyambutan luar biasa di lakukan oleh karyawan hotel yang mengetahui bahwa bosnya datang untuk berbulan madu setelah di papi Arya mengabari manager hotel.
Risa dan Kevin pun di antar menuju kamar yang sudah di hias sedemikian indah khusus untuk mereka berdua. Risa berlari menuju ke balkon hotel yang menyuguhkan pemandangan pantai yang indah.
" Waah mas, indah sekali pemandangan nya". Ucap Risa sambil berdiri di balkon.
__ADS_1
Kevin pun menyusul Risa dan memeluk nya dari belakang. Bersama menikmati keindahan alam di depan mereka.
" Tapi kamu lebih indah dari ini semua".