Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
34


__ADS_3

" Tiket ke Baliii.....!!!!?? ".


Risa begitu terkejut mendapat hadiah tiket pesawat pulang pergi ke Bali.


" Iya Risa, besok adalah jadwal keberangkatan kalian". Jawab papa Arya sambil tersenyum.


" Itu kado dari kami semua untuk pernikahan kalian berdua, selamat bersenang-senang di sana ya sayang". Ucap mami Ratna.


" Terima kasih banyak semua, aku seneng banget deh. Mas, besok kita ke Bali". Risa begitu gembira hingga tidak sadar memeluk kevin yang berada di sebelahnya.


Kevin dan yang lainnya hanya tersenyum melihat kebahagiaan Risa.


" Tapi tunggu dulu Ris, itu semua tidak gratis ya". Ucap papa Arya di sela kebahagiaan Risa. Dia pun berhenti tertawa dan memandang sang papa mertua dengan raut muka penuh tanda tanya.


" Maksud papa, kita harus bayar gitu?". Tanya Risa dengan polosnya. Seketika semua yang ada di sana pun tertawa mendengar ucapan konyol Risa.


" Mana mungkin kita minta kalian buat bayar Ris, kan sudah papa bilang kalau itu hadiah dari kami. Masak ngasih suruh bayar, itu beli namanya ". Jelas papa Arya.


" Katanya tadi nggak gratis". Celoteh Risa.


" Iya enggak gratis, tapi tidak di bayar dengan uang juga. Kalian hanya butuh bayar dengan sedikit waktu kalian". Terang papa Arya lagi.


" Dengan waktu? ". Risa semakin bingung dengan penjelasan papa mertuanya.


" Gini Ris, papa minta sama kalian buat menghadiri acara peresmian hotel baru kita di sana". Kata papa Arya.


" Peresmian hotel lagi? bukannya waktu itu mas kevin sudah pernah ke Bali buat peresmian hotel juga? ". Tanya Risa.


" Beda Ris, ini hotel baru lagi. Beda tempat sama yang kemarin. Nanti akan ada kejutan lagi buat kalian di sana". Jawab mami Ratna.


" Hotel baru lagi? emang ada berapa hotel milik keluarga papi sama mami ?". Tanya Risa lagi.


" Nanti kamu juga akan tahu sendiri seiring waktu waktu Ris". Jawab Kevin yang sedari tadi hanya diam.


" Kamu gak keberatan kan Ris kalau papa minta kalian buat datang ke acara itu sebentar? " Tanya papa Arya.


" Ya enggak dong pa, selama sama mas kevin sih Risa oke-oke aja. Kecuali kalau papa minta Risa buat datang sendiri ". Jawab Risa santai.

__ADS_1


" Kenapa memangnya Ris kalau datang sendiri ?". Tanya mami Ratna.


" Risa bingung soalnya kalau datang ke acara seperti itu sendirian". Jawab Risa.


" Kamu harus mulai belajar Ris, tapi pelan-pelan saja. Karena nanti kamu juga akan menghadiri acara seperti itu jika Kevin sedang tidak bisa". Ucap papa Arya. Risa hanya manggut-manggut saja mendengar penuturun papa mertuanya.


" Yasudah di lanjutin dulu sarapannya Ris, nanti siang kami mau balik ke rumah. Kalian tinggal di hotel saja, besok langsung berangkat ke Bali dari sini. Biar gak bolak-balik ". Terang mami Ratna.


" Oh iya mi, kinar mana?. Kok aku gak lihat dari semalem? ". Karena saking lelahnya, Risa sampai lupa dengan keberadaan putri sambungnya itu.


" Ada di kamar, lagi main sama Dimas dan Sania". Jawab mama Sinta.


" Tapi kalau nanti kita tinggal ke Bali, Kinar gimana dong? ".


" Gak papa, dia bisa main sama ke dua keponakan kamu. Jadinya dia gak akan terlalu sedih karena kalian tinggalin". Mama Ratna mencoba menenangkan Risa agar tak terlalu mengkhawatirkan keadaan Kinar.


Setelah selesai sarapan, mereka pun kembali ke kamar masing-masing, Tak terkecuali Risa dan kevin. Saat mereka sampai di depan lift, Risa bertemu dengan bu de Kasni bersama dengan suami dan keluarga yang lain. Mereka membawa tas besar, mungkin akan pulang.


Bu de Kasni dan putri tampak sinis berjalan melewati Risa tanpa menyapa. Sementara keluarga yang lain berbasa-basi menyapa Risa dan kevin, kemudian berpamitan pulang.


Setelah mengantar mereka sampai di lobby hotel, Risa dan Kevin pun masuk lagi ke lift utuk kembali ke kamar.


" Iya bener, emang dia gak pernah suka sama mama sejak dulu". Jawab Risa.


" Memang punya masalah apa sama mama? ".


" Panjang ceritanya mas, nanti kapan-kapan aku ceritain". Ucap Risa malas mengingat nama bude nya itu.


" Oh iya Ris, kemarin bude kamu itu minta tolong sama mas".


" Minta tolong apa mas? ".


" Buat nerima anaknya kerja di kantorku".


" Apaa...!!!?? ". Risa begitu terkejut dengan penuturan Kevin barusan. Apa dia tidak salah dengar, Bude nya yang benci dengan dirinya meminta pekerjaan pada suaminya.


" Kalau kamu gak setuju, nanti aku akan cari alasan buat tidak menerimanya". Kevin yang menyadari perubahan raut wajah istrinya itu segera mengusulkan untuk tidak menerima Putri.

__ADS_1


" Kalau memang masih ada lowongan yang sesuai dengan pendidikan nya ya gak masalah mas. Suruh saja dia menyerahkan surat lamaran dan interview seperti yang lainnya. Aku gak mau dia di kasih kerjaan tanpa melihat dulu kemampuannya sperti apa".


" Oke kalau begitu, nanti biar mas suruh sesorang untuk menghubungi dia".


***


Risa dan kevin sedang duduk di sofa menonton film di dalam kamar mereka. Risa menyandarkan kepalanya di pundak kevin. Rasa bosan telah menyerang mereka berdua yang biasanya sibuk bekerja seharian, kini hanya duduk tak melakukan apa-apa.


" Sayang ". panggil kevin.


" Hemmm". Gumam Risa sambil menatap wajah kevin.


" Kamu mau makan sesuatu tidak?, sekalian aku mau pesan kopi soalnya. Biar sekalian di bawain sama pelayan". Tawar kevin.


" Biar aku saja yang pesenin ya mas".


" Gak usah, biar mas saja. kamu mau sesuatu? ".


" Aku mau kopi juga deh mas, tapi yang dingin ya".


Kevin pun berlalu menuju telpon yang di sediakan di sana. Setelah menyampaikan apa yang di minta pada pihak hotel, dia kembali duduk di samping Risa. Seharian mereka habiskan hanya dengan mengobrol dan menonton film.


Tok


Tok


Tok


" Biar aku saja yang buka mas". Risa segera beranjak membuka pintu. Terlihat seorang pelayan membawa minuman dan makanan ringan yang di pesan kevin tadi.


" Permisi, saya mau mengantarkan pesanan pak kevin". Ucap pelayan itu yang di jawab hanya dengan anggukan dan senyuman oleh Risa.


" Mau saya bawakan ke dalam atau di sini saja? ". Tawarnya lagi.


" Biar saya saja yang bawa mbak". Jawab Risa.


" Baiklah, silahkan bu Risa". Risa pun segera mengambil nampan yang di serahkan oleh pelayan itu.

__ADS_1


Segera dia menutup pintu kembali setelah sebelumnya mengucapkan Terima kasih.


Mereka berdua asyik mengobrol sambil memakan stik kentang yang di pesan kevin juga. Risa tercekat dan diam mematung kala tangan kevin ter ulur mengusap sisa saus di bibir Risa. Cukup lama mereka saling pandang hingga jarak mereka tinggal beberapa senti lagi.


__ADS_2