Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 93


__ADS_3

" Maafin gue Risa!!!! "


Hanya itu kata yang keluar dari mulut Sonia setelah lama diam, Risa segera memeluk Sonia dengan erat. Terdengar suara isakan tangis dari Sonia mengiringi nya, Risa hanya bisa menepuk pundak Sonia dengan pelan berharap dia bisa kembali tenang dan mulai berfikir dengan jernih.


" Elo nggak perlu minta maaf Nia, gue udah maafin elo sebelum elo meminta maaf sama gue" Ucap Risa.


" Gue akui udah salah banyak banget sama elo Ris, gue selalu merasa iri sama elo. Mulai dari jabatan elo di kantor yang begitu baik, tidak kekurangan kasih sayang dari keluarga elo meski bokap elo udah nggak ada, kehidupan percintaan elo juga bagus dan di nikahi sama bos perusahaan ". Sonia berhenti sejenak lalu melanjutkan lagi.


" Sedangkan gue, jabatan gue gitu-gitu aja gak ada kemajuan, keluarga gue juga broken home yang masing-masing sibuk dengan keluarga baru mereka masing-masing. Ngaak ada yang mau peduliin dan anggap keberadaan gue, dan itu sebab nya keluarga pacar gue dulu gak ngerestuin gue karena status sosial dan latar belakang gue yang berbanding terbalik dengan mereka".


" Hingga akhirnya cowok gue mutusin gue dengan alasan tidak bisa menolak perjodohan dari orang tuanya. Padahal gue tau kalau dia emang udah menjalin hubungan dengan cewek itu sebelum adanya perjodohan. Itu sebab nya gue nerima Roger yang saat itu datang di kala gue butuh tempat untuk bersandar. Dia selalu nemenin gue, nurutin semua kemauan gue dan menjanjikan masa depan yang indah dengan nya". Air mata Sonia semakin deras saat dia menceritakan tentang kisah cinta nya hingga pertemuan nya dengan Roger.


" Hingga akhirnya gue nerima Roger dalam hidup gue meskipun dia sudah berkeluarga, gue udah nggak perduliin lagi status Roger dan nerima walau gue harus jadi yang ke dua. Elo tadi pasti ngerasa kalau gue bodoh banget dan ngetawain sikap dan tingkah laku gue kan? " tanya Sonia pada Risa.


" Elo ngomong apa Nia, gue nggak pernah nganggap elo kayak gitu. Sekarang lupain Roger, dan mulailah tata lagi kehidupan elo dengan baik. Gue yakin suatu saat akan ada seseorang yang benar-benar tulus mencintai kamu dengan segala kelebihan dan kekurangan elo" Ucap Risa.


" Iya, kalau perlu nanti gue kenalin sama temen-temen gue, walau bukan seorang bos besar tapi masa depan mereka bisa di bilang cukup menjanjikan" Kata Salsa menghibur Sonia.


" Mana ada yang mau nikahin cewek yang punya anak di luar nikah, sekarang gue mau fokus bekerja dan mengejar karir gue sendiri untuk masa depan gue dan anak gue nanti agar tidak di hina dan di rendahkan seperi ibunya" Ucap Sonia sambil mengelus perutnya yang masih rata.


Risa dan Salsa saling pandang mendengar ucapan Sonia, Risa tahu bagaimana rasanya kehilangan janin yang baru tumbuh di kandungan nya, dia tidak tahu bagaimana perasaan Sonia saat tahu janin nya sudah tidak ada.


" Sonia, elo harus sabar dan tabah ya" Lirih Salsa pelan dengan memeluk nya di ikuti oleh Risa.

__ADS_1


" Tentu aja gue bakalan tabah demi calon buah hati gue" jawab Sonia sambil tersenyum.


" Bukan itu maksud gue Nia" ucap Salsa.


" Terus apa? " tanya Sonia sambil menatap Risa dan Salsa secara bergantian.


" Janin dalam kandungan elo udah gak ada" Ucap Salsa.


Sonia awalnya menundukkan kepala dan terlihat kesedihan dari raut wajah nya, tapi sekilas kemudian berganti dengan senyuman.


" Tidak papa, mungkin gue bukan calon ibu yang baik. Makanya Tuhan ambil lagi dari gue, dan nyuruh gue buat memperbaiki diri dulu hingga siap menjaga amanah nya nanti" Ucap Sonia dengan senyum yang di paksakan dengan air mata yang tidak dapat di bendung.


Risa dan Salsa tahu pasti sekarang Sonia sedang sedih, tapi ingin terlihat tegar di hadapan nya. Mereka pun berpelukan untuk menguatkan Sonia dan memberi tahunya bahwa dia tidak sendirian, masih ada sahabat yang akan selalu berada di sampingnya dan mendukung nya.


" Iya kita janji, cuma kita bertiga aja yang bakal tahu tentang ini" Janji Salsa pada Sonia.


Setelah lelah bersedih, kini mereka mulai membicarakan hal-hal yang lucu untuk membuat Sonia sejenak melupakan masalah nya. Sonia selalu tertawa mendengar lelucon yang di lontarkan Salsa walau kadang agak garing.


Tidak lama pintu pun terbuka dan semua menoleh ke arah nya, seorang perempuan paruh baya terlihat masuk dengan di temani seorang lelaki yang lebih tua. Ternyata itu adalah ibu dan ayah tiri Sonia, senyum bahagia terbit dari bibir Sonia melihat kedatangan mama nya.


" Mama" panggil Sonia dengan bahagia.


" Halo om, tante " sapa Risa dan Sonia dengan mencium tangan mereka secara bergantian.

__ADS_1


" Ada apa sebenarnya, kenapa kamu bisa sampai di rawat di rumah sakit. Bikin orang repot saja bisanya" Ucap mama Sonia dengan sinis.


Senyum di bibir Sonia seketika hilang berganti dengan cemberut mendengar ucapan sang mama yang begitu melukai hati nya.


" Terus kenapa kamu datang ke sini? berharap aku mati makanya kamu jauh-jauh datang ke sini?" balas Sonia dengan kejam.


" Dasar anak nggak tau di untung, sudah bikin susah bukan nya minta maaf malah kayak gitu" jawab Mama Sonia tidak kalah sadis.


" Gue juga nggak nyuruh kamu buat datang ke sini, gue gak butuh kehadiran kamu. Jadi mendingan sekarang pergi dari sini" Raung Sonia dengan kesal.


Risa dan Salsa memegang tangan Sonia dan berusaha menenangkan nya. Berharap dia tidak berbicara kasar lagi dengan orang tuanya itu.


" Dia itu nggak pernah menganggap gue sebagai anak nya Sa, dia gak pernah mau ngakuin gue dan hanya bisa menyakiti perasaan gue" ucap Sonia di dalam pelukan Risa.


" Rugi saya datang ke sini, dasar anak gak guna. Kamu itu sama kayak bapak mu yang bisa nya cuma nyusahin saya saja" Timpal mama Sonia.


Lelaki yang tadi datang dengan mama nya pun hanya melihat kejadian itu dengan duduk di sofa tanpa berusaha menenangkan istrinya. Sejujurnya Risa dan Salsa pun geram dengan tingkah kedua orang itu tetapi tidak bisa berbuat apa-apa, karena bagaimana pun juga dia tetap adalah mama kandung yang melahirkan Sonia.


" Pergi dari sini sekarang juga, pergi!!! " Teriak Sonia dengan berurai air mata.


" Tanpa kamu suruh pun saya juga bakal pergi, jangan cari saya lagi jika butuh biaya untuk rumah sakit" Ucap mama Sonia lalu berbalik dan pergi dengan suami nya.


" Pergi saja dari kehidupan ku, gue gak butuh mama kayak kamu yang nggak pernah menyayangi anaknya" Raung Sonia dengan keras.

__ADS_1


Setalah mama nya pergi, Sonia pun jatuh pingsan. Risa dan Salsa pun menjadi panik dan segera memanggil dokter.


__ADS_2