
Saat masuk ke dalam restoran, waiters pun mengantar mereka ke tempat duduk yang sudah di pesan oleh eyang Aretha sebelumnya. Kevin dan Risa memesan minuman sambil menunggu eyang nya datang.
" Clarissa?? " Sapa seseorang dari arah belakang mereka.
Kevin dan Risa pun menoleh bersamaan melihat ke arah sumber suara. Seorang wanita yang masih cantik di usia nya yang tidak muda lagi, terlihat jika memang dia merawat tubuhnya dengan baik. Dan di sebelahnya berdiri seorang lelaki yang di perkirakan seumuran dengan Risa yang datang bersama dengan Eyang.
" Iya saya Risa ? " Jawab Risa sambil berdiri dari tempat dia duduk tadi.
Wanita itu mendekat dan memeluk Risa dengan erat, terdengar juga dia mulai terisak pelan. Risa hanya diam dan tidak bicara apa-apa. Setelah cukup lama wanita yang Risa tebak adalah eyang nya itu pun menguraikan pelukannya.
" Ini eyang kamu Ris" Ucap Eyang Aretha memperkenalkan diri.
" Iya bu.. eeh maksud saya eyang" Ucap Risa dengan terbata.
" Hahaha tidak papa Ris, Kamu pasti canggung kan karena baru pertama ini bertemu dengan eyang kamu. Sayang sekali opa kamu tidak punya kesempatan untuk bertemu dengan kamu dan papa kamu. Seandainya beliau masih ada pasti senang sekali mempunyai cucu yang cantik seperti kamu " Wajah eyang Aretha berubah menjadi sendu.
" Hemmm silahkan duduk dulu eyang" Risa mempersilahkan eyang nya untuk duduk terlebih dahulu.
Eyang Aretha dan laki-laki yang datang bersama nya tadi pun duduk di kursi depan Risa.
" Eyang, perkenalkan ini Kevin suami Risa" Risa segera memperkenalkan Kevin saat melihat eyangnya itu tampak memperhatikan Kevin.
" Kevin eyang" Kevin mengulurkan tangannya untuk menyalami eyang Aretha.
" Ooh iya " Jawab Eyang Aretha sedikit sinis menurut Risa.
" Perkenalkan juga Ris, ini Agam anak dari sahabat lama papamu dulu" Lelaki di samping eyang itupun mengulurkan tangannya kepada Risa dan Kevin.
Tapi entah kenapa Risa merasa kalau lelaki ini seperti nya tidak suka dengan Kevin, begitupun dengan eyang yang terlihat begitu cuek dan ketus pada Kevin.
" Tahu nggak Ris, dulu papamu dan papa nya Agam udah bikin perjanjian akan nikahin anaknya dengan Agam jika papa mu memiliki anak perempuan. Tapi sayang ya eyang terlambat menemui mu dan kamu sudah menikah" Ucap eyang Aretha yang membuat Risa merasa tidak enak dengan Kevin.
__ADS_1
" Papa mu dulu juga sayang sekali dengan Agam dan memperlakukannya seperti putranya sendiri, hingga membuat janji perjodohan dengan papa nya Agam karena saking sayang nya dia dengan Agam " Lanjut Eyang Aretha dengan tertawa.
Di liriknya Kevin yang berada di sampingnya tampak masam mendengar penuturan eyang Aretha tersebut. Dia pun segera meraih tangan Kevin dari bawah meja untuk menenangkannya.
" Semua kan udah ada takdirnya masing-masing eyang, mungkin memang saya berjodoh nya dengan mas Kevin" Ucap Risa mencoba menjelaskan pada eyangnya.
" Iya eyang tahu, tapi kalau seandainya eyang cepat ketemu kamu pasti sekarang kamu udah nikah sama Agam. Sayang sekali waktu itu eyang tidak jadi pulang ke Indonesia karena harus mengurus perusahaan yang di Dubai " Sahut eyang Aretha.
Suasana pun menjadi canggung karena ucapan eyang Aretha tersebut. Risa tidak tahu harus bicara apa karena takut menyinggung eyang nya dan juga merasa bersalah pada Kevin dengan apa yang eyang nya bahas barusan.
" Eyang gak boleh gitu, mungkin benar apa kata Risa kalau kami memang belum berjodoh" Lelaki bernama Agam itu pun mulai ikut berbicara.
" Maafkan eyang ya Gam karena tidak bisa memenuhi janji putra eyang pada papa mu" Eyang tampak merasa bersalah pada Agam.
" Tidak apa-apa eyang, papa juga pasti mengerti dengan situasi saat ini" jawab Agam sambil tersenyum.
" Kamu memang pria yang baik, ganteng, berpendidikan tinggi dan punya masa depan yang cerah. Rugi banget perempuan yang nolak kamu Gam " ucap Eyang memuji Agam di depan Kevin yang membuatnya tampak emosi karena merasa secara tidak langsung membandingkan dirinya tidak sebaik Agam.
" Mas Kevin juga baik eyang, dan Risa bersyukur karena berjodoh dengannya bukan orang lain" Risa mulai tidak tahan mendengar eyang nya selalu menyudutkan Kevin.
" Iya Ris, apalagi sekarang tahu kalau kamu itu salah satu pewaris dari Narendra Corporation. Dan eyang dengar juga perushaan Kevin sedang di ambang kebangkrutan " Eyang Aretha masih saja sinis.
" Risa tidak pernah berharap menjadi pewaris dari Narendra Corporation eyang. Risa sudah cukup bahagia menjadi istri dari mas Kevin yang mencintai dan menyayangi Risa pada adanya. "
" Dulu Risa hanya seorang karyawan biasa di kantor mas Kevin tapi dia mau menikah dengan Risa yang berstatus rendah tanpa pernah sekalipun mempermasalahkan tentang perbedaan kami ini. Betapa jahatnya Risa jika sekarang Risa meninggalkan nya hanya karena status Risa yang sekarang, Risa tidak sejahat itu eyang. Risa juga rela hidup sederhana dengan mas Kevin dari pada harus mendengar seseorang merendahkannya " Ucap Risa yang membuat Eyang dan Agam terdiam.
Kevin menggenggam tangan Risa dengan erat, dia begitu bangga dengan pendirian istrinya itu. Risa menoleh dan memberikan senyuman termanis nya pada Kevin.
" Ehemm Kita pesan makan sekarang, hari sudah mulai malam" Eyang Aretha tampak canggung.
Kevin pun segera memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka. Sepuluh menit kemudian makanan pun telah siap di atas meja. Mereka makan dalam diam tanpa ada yang bersuara hingga selesai.
__ADS_1
" Kami pulang dulu eyang karena sudah malam" Pamit Risa pada eyang nya.
Dia tidak mau lagi mendengar eyang nya meremehkan Kevin di depannya. Jadi mau tidak mau dia memilih untuk pulang saja.
" Kenapa buru-buru sekali Ris? " Tanya Eyang tampak sedih.
" Sudah malam eyang, kasihan Kinar kalau lama nungguin" jawab Risa.
" Kinar siapa? " Eyang bingung mendengar ucapan Risa.
" Ooh Risa lupa bilang ya, Kinar itu anak mas Kevin eyang " kata Risa.
" Kamu udah punya anak Ris? "
" Karena sekarang Risa sudah menikah dengan mas Kevin, jadi Kinar juga sudah menjadi anak Risa juga" jelas Risa.
" Kevin sudah punya anak sebelum nikah sama kamu? " tanya eyang.
" Iya eyang, mas Kevin sudah menikah sebelum nya dan mempunyai seorang putri. Tapi meninggal setelah melahirkan Kinar" Tutur Risa.
" Jadi kamu sekarang menjadi ibu sambung buat anak Kevin? "
" Risa sudah menganggap Kinar seperti anak kandung Risa sendiri eyang, walaupun bukan Risa yang mengandung dan melahirkannya" Risa tersenyum ke arah Eyang nya.
Eyang Aretha hanya diam dan tidak lagi bertanya pada Risa, jadi dia memutuskan untuk segera pulang karena tidak mau lagi melanjutkan pertemuan yang kurang menyenangkan menurut pandangan Risa.
" Kami pulang duluan ya eyang, gak papa kan? " Pamit Risa lagi.
" Ooh iya Ris tidak papa, kamu hati-hati di jalan" ucap eyang Aretha. Setelahnya Risa dan Kevin bergantian mencium tangan eyang untuk berpamitan pulang.
Risa pun menggandeng tangan Kevin dan berjalan meninggalkan tempat itu. Tapi belum jauh mereka melangkah, Eyang Aretha memanggil mereka lagi.
__ADS_1
" Risa tunggu..!!!! ".