Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 54


__ADS_3

" Tidak, mas bohong kan. tidak mungkin, Tidaaak kk..... " Teriak Risa.


Kevin sangat terkejut saat melihat Risa yang mengigau dalam tidurnya. Dia pun segera menepuk pelan pipi Risa dan berusaha membangunkan nya.


" Sayang, bangun lah. "


" Tidak mas, itu tidak mungkin. Katakan kalau yang aku dengar itu salah" Ucap Risa masih dengan mata terpejam. Suara tangis Risa begitu menyayat hati Kevin.


" Vin, Risa kenapa? " Tanya mami Ratna saat mendekat ke ranjang.


" Kevin juga gak tau mi, mungkin Risa mengigau" Jawab Kevin.


" Ris, bangun nak. Ini mama, kamu kenapa? " ucap mama Sinta sambil memegang tangan Risa.


Risa tidak merespon sama sekali panggilan dari semuanya, kini hanya tangisnya saja yang terdengar.


" Papi panggil dokter dulu" Papi Arya pun berlari ke luar untuk memanggil dokter.


Beberapa saat kemudian, dokter pun datang dan bergegas memeriksa Risa.


" Tolong menyingkir dulu sebentar, biar dokter bisa memeriksa keadaan pasien" Ucap salah seorang suster.

__ADS_1


Kevin dan yang lain pun hanya bisa berjalan mundur memberikan tempat untuk dokter. Dokter segera memeriksa Risa dan menyuntikkan obat ke dalam infus Risa. Raut wajah panik terlihat pada ke tiga orang yang ada di dalam sana. Tak berselang lama, Risa pun kembali tenang dan tertidur kembali.


" Bagaimana dok? " Tanya Kevin saat melihat dokter sudah selesai.


" Pasien hanya mengigau, saya sudah memeberikannya obat penenang lagi. Sekarang beliau sedang istirahat, jadi mohon jangan mengganggu" jelas dokter.


Setelah selesai, dokter itupun segera keluar di ikuti oleh beberapa suster.


" Sebaiknya papi bawa mami dan mama Sinta pulang dulu, Biar Kevin yang menjaga Risa di sini. Kasihan Kinar pasti juga lelah" Ucap Kevin sambil mengusap kepala bocah Kecil yang tertidur di sofa.


" Iya kamu benar vin. Ayo mi, ajak ajak mama Risa dan Kinar pulang dulu" Ajak papi Arya. Mami Ratna pun berdiri dan mendekati mama Sinta untuk mengajaknya pulang.


" Ayo jeng kita pulang dulu, biarkan Risa istirahat. Nanti kalau keadaan Risa sudah stabil, kita balik ke sini" Ucap mami Ratna yang di angguki oleh mama Sinta.


" Pasti ma" Jawab Kevin.


Sepeninggal keluarganya, kini hanya tersisa Kevin dan Risa kembali di dalam situ. Suasana sepi membuat hati Kevin semakin nyeri. Hanya air mata yang selalu menetes di pipi Kevin tanpa henti hingga dia tertidur di samping Risa.


Risa mulai membuka matanya, Lagi-lagi dia melihat Kevin yang tertidur di sampingnya. Dia senang karena Kevin selalu ada untuknya, tapi sampai kapan?. Apakah cinta Kevin padanya akan tetap sama walau dia tidak bisa memberikan buah hati untuknya?. Atau perlahan Kevin akan meninggalkannya dan mencari pengganti yang mampu memberikan seorang anak.


" Mas, apakah kamu akan tetap mencintaiku meski aku bukan wanita sempurna? atau kau akan meninggalkanku? " Air mata Risa menetes di pipinya, dia begitu takut kehilangan Kevin dari hidupnya.

__ADS_1


Kevin pun tersadar saat mendengar suara isakan. Dia pun membuka mata dan melihat Risa menangis.


" Sayang, kamu sudah bangun? apakah ada yang sakit? kenapa kamu menangis " Tanya Kevin sambil memeriksa tubuh Risa. Risa pun menggeleng pelan dan menggenggam jari Kevin.


" Mas, apakah mas akan meninggalkanku? " Tanya Risa dengan berat.


" Kamu bicara apa sayang, sampai kapan pun mas akan tetap berada di sampingmu" Ucap Kevin sambil membelai pipi Risa.


" Jika nanti mas ingin memiliki seorang anak, dan mas menemukan wanita yang mampu memberikannya, mas bicara padaku agar aku bisa menata hati dan menerima kehadiran mereka dan.. " Belum selesai Risa menyelesaikan kalimatnya, Kevin sudah menghentikan nya.


" Tidak akan pernah ada wanita lain di hidup mas kecuali kamu, selamanya hanya kamu yang akan mas cintai. Jadi jangan pernah berfikir seperti lagi, oke"


" Tapi mas pasti membutuhkan seorang anak lelaki untuk meneruskan usaha mas nanti".


" Kita sudah punya Kinar sayang, jangan lupakan itu. Tidak perduli laki-laki atau perempuan, Kinar bisa menjadi penerus perusahaan "


Risa hanya bisa menangis mendengar ucapan Kevin, air mata seakan tidak ada habisnya dan selalu saja keluar dengan derasnya.


" Lagian kita masih bisa usaha, dokter bilang masih ada kemungkinan kamu bisa hamil walau itu sangat kecil. Tapi seandainya pun semua itu gagal, mas tidak akan pernah meninggalkanmu". Ucap kevin lagi.


" Terima kasih mas" Ucap Risa tulus.

__ADS_1


Kevin pun membawa Risa ke dalam dekapannya, Risa pun membalas pelukan kevin dengan bahagia. Di dalam hati dia berdoa semoga apa yang di katakan kevin benar adanya, dan Tuhan bisa memberikan kesempatan padanya untuk memiliki seorang anak.


__ADS_2