
" Maafkan aku vin" Ucapnya pada akhirnya.
" Mudah sekali kau bilang maaf saat aku kehilangan calon anakku dan hampir saja kehilangan Risa juga" Cibir kevin, dia memang sedang menemui Bella yang berada di penjara.
" Aku gelap mata waktu itu, saat kamu dengan terang-terangan menolak ku dan mencaci ku di tempat umum. Aku termakan rayuan Rena untuk mencelakai Risa tanpa memikirkan akibatnya" Sesal Bella.
" Rena? Maksudmu Rena mantan sekertaris ku? " Tanya Kevin.
" Iya, Rena yang memberi ku ide untuk mencelakai Risa. Bahkan orang suruhan itu juga Rena yang mengenal kan nya padaku" Jelas Bella.
Kevin Begitu terkejut mengetahui fakta bahwa ini ada campur tangan dari Rena, Rupanya dia juga masih menyimpan dendam pada Risa.
" Sejak kapan kau kenal dan bekerja sama dengan Rena? "
" Saat di pernikahanmu, Rena mendekatiku waktu aku di usir oleh tante Ratna. Dan sejak saat itu aku berteman dengannya, tapi aku tidak tahu bahwa dia hanya memanfaatkan ku saja. Kini dia lepas tangan dan tidak mau mengakui bahwa dia juga punya andil dalam kecelakaan itu" Terang Bella.
" Kenapa kau tidak menyeretnya juga dengan mengaku pada polisi? "
" Aku tidak punya bukti keterlibatan Rena, rupanya dia sudah lama merencanakan ini hingga hukum tidak bisa menjeratnya karena kurangnya bukti"
" Jika hukum tidak bisa memberinya sangsi, maka saya akan memberikan dia hukuman dengan caraku sendiri " Ucap kevin dengan penuh nada kebencian.
Dari sorot mata kevin yang begitu marah, dia sadar bahwa kevin melakukan ini karena sangat mencintai Risa. Jujur saja dia masih cemburu, hati yang dulu menjadi miliknya kini sudah di isi oleh cinta yang baru. Dia sudah di beri kesempatan menerima kasih sayang tulus dari kevin, tetapi malah dia sia-sia kan. Kini kecewa pun sudah tidak ada gunanya, cinta itu semakin jauh dari jangkauannya hingga sulit untuk menggapai nya kembali.
__ADS_1
" Aku menyesal vin, seharusnya aku tidak bertindak gegabah. Sampaikan permintaan maaf ku pada Risa, atau bawa dia kemari agar aku bisa meminta maaf secara langsung padanya" Pinta Bella.
" Aku tidak mungkin membawanya kemari karena itu akan menambah rasa sakitnya"
" Iya aku tahu, tapi tolong sampaikan permintaan maafku padanya. Aku benar-benar menyesal atas kesalahan yang telah aku lakukan" Ucap Bella dengan tulus.
" Aku bisa memaafkanmu asalkan kau mau membantuku" Kata kevin yang membuat mata Bella berbinar karena dia masih di beri kesempatan oleh Kevin.
" Apa itu? jika aku bisa, pasti akan aku lakukan" Ucap Bella.
.
.
Sesampainya di rumah, dia pun segera ke atas menuju ke kamarnya setelah sebelumnya menemui kinar di taman belakang.
Kevin mengusap lembut wajah Risa yang masih tertidur. Gerakannya membuat Risa menggeliat dan membuka matanya saat merasakan sapuan lembut di pipinya.
" Hemmm.. kamu sudah pulang mas? " Tanya Risa sambil mengerjapkan matanya.
" Iya sayang, mas tidak bisa jauh dari kamu lama-lama" Ucap kevin.
" Iih gombal aja nih mas" Balas Risa sambil mencubit pinggang kevin.
__ADS_1
" Bagaimana perasaanmu sekarang, apakah sudah semakin baik? " Tanya Kevin.
" Iya mas, aku sudah tidak apa-apa" Jawab Risa sambil menunjukkan senyum manisnya.
" Maaf ya sayang" Ucap Kevin tiba-tiba.
" Maaf kenapa mas? mas ngelakuin kesalahan apa?" Tanya Risa dengan menautkan alisnya.
"Sebenarnya tadi mas bukan pergi ke kantor"
" Lalu pergi ke mana? "
" Mas ke kantor polisi".
Risa diam saat mendengar Kevin pergi ke kantor polisi, tanpa menjelaskan pun dia sudah tahu bahwa Kevin pasti menemui Bella.
" Maaf sayang, bukan maksud mas membohongi kamu. Tapi mas tidak mau membuat kamu khawatir" Terang Kevin saat melihat perubahan di raut wajah Risa.
" Ada apa mas menemui nya? " Tanya Risa.
" Bella meminta mas ke sana dan memberitahukan bahwa bukan hanya dia yang terlibat dalam kasus itu".
" Bukan cuma Bella? Lalu siapa? " Tanya Risa penasaran.
__ADS_1
" Rena"