Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
32


__ADS_3

Setelah mobil Stefy meninggalkannya dan tak terlihat lagi, Bella malah melangkahkan kaki nya menuju ke arah mobilnya yang terparkir di sana. Dia pun meninggalkan tempat itu dengan mengendarai mobil.


Berulang kali dia berteriak dan memukul stir kemudi. Melupakan segala kesedihan yang di rasakan nya. Dia tak tahu mau pergi kemana, cukup lama Bella menghentikan mobilnya di pinggir jalan dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Tak di hiraukan nya riasan wajah yang sudah tak berbentuk lagi.


Saat di rasa cukup tenang, Bella pun melajukan mobilnya menuju sebuah klub malam. Bella masuk ke dalam seorang diri, mencari tempat duduk kosong di bartender dan memesan segelas minuman.


Suara musik yang keras sedikit membuat nya merasa tenang. Hingga ada sebuah panggilan yang menyebutkan namanya.


"Bela...!!!".


Bella hanya mengernyitkan dahi mencoba mengenali sosok yang ada di depannya. Merasa di perhatikan, dia pun mengenalkan dirinya.


" Aku Rena, mantan sekertaris kevin". Rena memperkenalkan diri.


"Ada urusan apa kamu menemuiku?". Ucap Bella tanpa melihat ke arah Rena.


" Aku tahu apa yang terjadi padamu saat di pesta pernikahan tadi". Seketika Bella mengalihkan pandangan ke arah Rena.


Rena memang hadir ke pesta pernikahan Risa dan kevin, bukan karena dia di undang karena itu jelas tak mungkin. Semua karyawan di kantor di undang, tak terkecuali ke dua Sahabat nya yaitu Putri dan Sila. Itu sebabnya dia bisa berada di tempat itu.


" Huft.. Kamu mau menertawakan saya? ". Sinis Bella.


" Tentu saja bukan".


"Lalu untuk apa kau Mengikuti ku sampai ke mari?".


" Aku mau menawarkan kerja sama dengan mu".


" Aku tidak tertarik dengan tawaran mu".


"Walau untuk memisahkan Kevin dengan Risa, kamu tak tertarik?". Senyum kecil muncul di sudut bibir Rena.


" Apa hubungan mu dengan mereka? kenapa kau berniat memisahkan mereka". Tanya Bella penasaran.


" Aku punya dendam dengan Risa. Karena dia, aku di pecat dari kantor". Jawab Rena dengan berapi-api.


" Baik lah, aku setuju. Tapi, bagaimana caranya untuk memisahkan mereka? apa kamu punya ide". Tanya Bella lagi.


Rena membisikkan sesuatu ke telinga Bella, dan membuat gadis itu tersenyum miring. Aura kebencian begitu terpancar di matanya.


" Kita tidak bisa membicarakan masalah itu di sini. Lebih baik kita cari tempat yang aman untuk membahasnya ".


Kemudian Rena dan Bella pun melangkah keluar meninggalkan Bar itu setelah membayar minuman yang tadi dia pesan.


" Kau mau ikut di mobilku atau bawa mobil sendiri?" Tanya Bella saat mereka sudah sampai di tempat parkir.


" Aku ikut denganmu saja, tadi aku ke sini dengan teman-teman ku". Jawab Rena.

__ADS_1


"Baiklah, ayo masuk".


Kini, Rena sudah berada di mobil Bella untuk menuju ke apartemennya. Bella meminta agar ke apartemen dia supaya lebih leluasa untuk membahas rencana selanjutnya.


.


.


.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 23.00 Malam. Para tamu undangan pun sudah mulai meninggalkan tempat acara. Tinggal keluarga saja saja yang masih berada di sana.


Keluarga Risa di minta untuk menginap saja di hotel sekalian karena hari sudah malam. Tentu saja itu tak di sia-sia kan oleh bu de kasni dan lainnya yang tidak pernah merasakan menginap di hotel bintang lima. Maklum saja, mereka berasal dari kampung yang lumayan jauh dari perkotaan.


Semua keluarga sudah di antarkan oleh pelayan ke kamar masing-masing, begitupun juga dengan Risa dan Kevin yang telah memasuki kamar pengantin mereka sedari tadi.


" Kamu tidak mau bersih-dulu ris? ". Tanya kevin saat dirinya keluar dari kamar mandi.


" Iya mas, tapi aku lupa gak bawa baju ganti". Ucap Risa sambil tetap duduk di kursi sofa yang di sediakan di dalam kamar.


Kevin hanya tersenyum lalu menghampiri istrinya itu dan duduk di sebelahnya.


" Mami sudah membelikan baju ganti untukmu. Itu, ada di atas tempat tidur". Ucap kevin sambil menunjuk ke arah ranjang.


Risa mendongak dan melihat ke arah yang di tunjuk kevin, sebuah papper bagian berwana putih ada di atas ranjang.


" Sekarang, kamu mandilah pakai air hangat. Sudah malam, takutnya kamu sakit kalau pake air dingin"


Setelah selesai mandi, Risa membuka papper bag yang dia bawa. Berapa terkejut nya Risa setelah melihat isinya. Mama mertuanya membelikan baju tidur yang tipis untuk dia kenakan.


" Bagaimana mungkin aku bisa keluar memakai baju seperti ini". Gerutu Risa saat melihat dirinya di cermin.


Tok..


Tok..


Tok..


Suara pintu di ketuk.


" Ris, kamu nggak ketiduran di dalam kan? ". Ucap Kevin.


" Hah.. enggak mas, sebentar lagi aku selesai". jawab Risa.


Risa pun keluar dengan melapisi gaun malamnya dengan handuk kimono yang di sediakan pihak hotel. Kevin tampak terheran-heran melihat Risa yang keluar dengan mengenakan handuk itu.


" Kenapa gak pake baju yang di belikan mami Ris? apa kekecilan? ". Tanya Kevin sambil mengernyitkan dahi.

__ADS_1


" Nggak mas. anu... itu mas". Risa terlihat ragu ingin mengatakan apa.


" Kenapa sayang? kamu gak suka dengan baju yang di belikan mami? ".


" Bukan begitu mas, tapi Risa malu". jawab Risa sambil menundukkan kepala.


" Malu?, malu gimana maksudnya Ris?. Emang mami belikan kamu baju apa".


Risa tampak ragu sekejap sebelum akhirnya membuka handuk yang dia pakai melapisi gaun malamnya.


" Ini mas, mami ngasih aku baju tipis kayak gini. Yang ada masuk angin saya besok bangun tidur".


Kevin tertawa terpingkal-pingkal hingga sakit perut.


"Ya ampun Ris, hanya itu sebabnya sampai kamu pake kimono itu? Lagian mami ada-ada saja ngasih kamu baju kayak saringan kopi gitu". Ucap kevin di sela tawanya.


" Kamu pake aja kemeja mas, itu ada di lemari. Kamu ambil saja ya".


Risa yang mendengar itu pun langsung girang dan segera berlari setelah mengucapkan Terima kasih pada kevin.


"Kamu mau makan di sini atau kita ke bawah Ris?". Tawar kevin setelah sangat istri selesai berganti baju.


" Makan di sini aja deh mas, masak saya mau ke luar pake baju kayak gini". Kevin melihat ke arah Risa yang memakai kemejanya yang tampak kebesaran itu di tubuh Risa.


"Yaudah mas pesenin dulu, kamu mau makan apa?".


" Apa aja mas yang penting bikin kenyang, aku dari tadi siang belum makan apa-apa". jawab Risa yang merasakan cacing di perutnya sudah berdemo meminta di beri makan.


***


Lima belas menit kemudian, makanan yang di pesan kevin telah di antarkan oleh pelayan. Risa melongo melihat semua makanan yang ada di meja.


" Mas, kamu yang pesen ini semua?".


" Iya, tadi kamu bilang laper karena belum makan dari tadi siang".


" Tapi nggak sebanyak ini juga mas, kan mubazir kalau gak habis".


" Gak papa, nanti mas habiskan".


Karena Risa sudah sangat lapar, dia pun segera memakan makanan yang ada di depannya dengan lahap. Kevin hanya tersenyum melihat Risa makan seperti tak makan selama berhari-hari.


Tidak lama kemudian, semua makanan yang ada di meja telah habis tak bersisa.


" Tadi katanya kebanyakan, tapi kok habis semua". Sindir kevin sambil geleng-geleng kepala.


"Hehehe habis sayang kalau di sisain mas". jawab Risa sambil nyengir,

__ADS_1


" Yaudah sekarang yuk tidur".


" Apa...!!??? ".


__ADS_2