Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 45


__ADS_3

" Mamaaa...... ".


" Aaaaaakhh.. "


" Ada yang tertabrak".


" Apakah korbannya meninggal dunia? ".


Terdengar suara-suara teriakan dari sekeliling dan mulai mendekati Risa yang terkapar di jalan dengan penuh luka. Termasuk Kinar dan juga pak Rahmat yang ikut mendekat juga.


" Cepat panggil ambulance". Teriak seseorang.


"Bagaimana dengan pengemudinya, apakah dia kabur? ".


" Sepertinya begitu".


Setelah ambulance datang, Risa segera di bawa menuju ke rumah sakit terdekat dengan di temani oleh Kinar dan pak Rahmat. Sepanjang jalan Kinar selalu saja menangis di samping mamanya. Sementara pak Rahmat sibuk menghubungi ponsel Kevin.


" Mama.. bangun ma, Jangan tinggalin Kinar. Kinar gak mau mama pergi". Seru Kinar dengan berurai air mata.


Setelah beberapa kali mencoba menelfon, akhirnya panggilan Pak Rahmat pun tersambung pada Kevin. Dia pun segera memberi tahu tentang keadaan Risa dan menyuruhnya untuk menyusul ke Rumah sakit.


" Apaaa...???? kecelakaan!!. Bagaimana keadaan istri saya? ". Teriak Kevin.


" Sekarang masih tidak sadarkan diri pak, ini masih dalam perjalanan dengan ambulance menuju Rumah sakit". Jawab pak Rahmat.


" Baiklah kalau begitu, aku akan segera menyusul sekarang juga. Tolong titip Kinar ya pak, saya juga akan menghubungi mami papi dan juga mama Sinta untuk datang juga". Kata Kevin.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Klien, Kevin pun segera pergi menuju Rumah sakit setelah sebelumnya menghubungi orang tuanya juga mama Sinta.


Dengan hati yang tak tenang, Kevin melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia hanya ingin segera sampai ke rumah sakit dan melihat keadaan istrinya.


.


.


Kevin berlari menuju UGD setelah sebelumnya bertanya pada resepsionis. Sesampainya di sana, Kevin melihat Kinar yang terduduk sambil menangis dengan di temani sang supir.


" Bagaimana pak Rahmat? ". Tanya Kevin begitu dia sampai di depan ruang UGD.


" Papaa.... ". Teriak Kinar sambil memeluk papanya.


" Masih di tangani sama dokter pak, belum ada kabar". Jawab pak Rahmat dengan sendu.


Pak Rahmat pun menjelaskan dengan detail bagaimana kejadian di tempat tadi.Kevin pun mendengarkan dengan seksama karena tak ingin ada yang terlewat.


" Kalau begitu bapak pulang saja dulu, sebentar lagi juga mami sama papi sampai sini". ucap Kevin.


" Baik kalau begitu, saya pulang dulu pak". pamit pak Rahmat.


Setelah kepergian sang supir, tak lama kemudian mami, papi, dan mama Sinta datang secara bersamaan. Mereka segera meluncur setelah Kevin memberi kabar tentang kecelakaan Risa.


" Gimana nak Kevin keadaan Risa? ". Tanya Mama Sinta dengan khawatir.


" Masih di periksa ma, belum ada kabar dari dokter". jawab Kevin. Mereka pun kembali diam dan tak ada pembicaraan lagi.

__ADS_1


Dering telfon membuyarkan lamunan mereka, ternyata ponsel papi Arya yang menyala. Beliau pun menjauh dari sana untuk mengangkat telpon. Cukup lama papi Arya menerima panggilan telpon itu dengan raut wajah yang tegang.


" Vin, ikut papa sebentar". ucap papi Arya sesaat setelah selesai mengangkat telpon.


" Iya pi. Mi, nitip Kinar sebentar ya".


Kevin pun segera berjalan mengikuti papinya setelah menyerahkan Kinar yang tertidur kepada maminya. Kinar terlalu lelah menangis hingga diapun terlelap di dalam dekapan papanya.


" Ada apa pi? ". Tanya Kevin saat mereka sampai di kursi sebuah taman.


" Tadi papi sudah menghubungi kenalan papi di kantor polisi. Dia juga mau membantu menyelidiki kasus Risa ".


" Lalu bagaimana pi? ". Tanya Kevin penasaran.


" Tadinya ada seorang saksi di tempat kejadian yang tidak sengaja merekam momen waktu kejadian. Dari situlah polisi menemukan nomor plat mobil yang di kendarai pelaku. Setelah di selidiki ternyata... ". ucapan papi Arya terhenti.


" Ternyata apa pi? ". Tanya Kevin semakin penasaran.


" Ternyata kecelakaan itu di sengaja, pelaku sudah lama mengintai Risa sejak beberapa hari yang lalu. Terlihat dari bukti CCTV yang di temukan oleh pihak kepolisian". Jelas papi Arya.


" Apa...?? pelakunya sudah tertangkap pi? ". Kevin merasa terkejut dengan apa yang di sampai kan papinya. Ada yang dengan sengaja ingin mencelakai istrinya?. Tapi siapa?, selama ini Kevin tak pernah merasa jika Risa mempunyai musuh.


" Pelakunya hanya orang bayaran, dan dia juga mengaku di suruh oleh... ". Terlihat papi Arya ragu untuk sesaat.


" Siapa pelakunya pi? ". Kevin semakin tidak sabar. Pasalnya dia merasa begitu marah saat tahu ada orang yang dengan sengaja ingin mencelakai istrinya.


" Pelakunya adalah Bella... ".

__ADS_1


__ADS_2