
Hari ini Risa dan yang lainnya pergi berjalan-jalan ke tempat wisata. Kinar begitu gembira menikmati liburan kali ini. Sekarang dia sedang sibuk bermain bersama Papanya, sedangkan Risa mengabadikan moment dengan ponsel yang di pegang nya.
Saat sibuk mengambil gambar Kinar dan Kevin, Risa melihat bayangan Toni dari kejauhan sedang menatapnya yang tertangkap di layar ponselnya. Risa pun langsung melihat ke arah dimana dia melihat Toni tadi, tadi tak mendapati siapapun di sana.
" Apa aku sedang berhalusinasi? tapi aku yakin sekali tadi melihat Toni di sana" Batin Risa.
Dia masih celingukan mencari keberadaan Toni di sekitar tempat dia berdiri. Kevin yang melihat keanehan pada Risa pun segera menghampiri dan menepuk pundaknya yang mengakibatkan Risa terlonjak karena kaget.
" Ya ampun mas, aku kirain siapa" Ucap Risa sambil memegang dadanya.
" Kamu cari siapa yang, kenapa dari tadi celingukan seperti itu" Tanya Kevin.
" Aah e... enggak cari siapa-siapa mas, aku hanya melihat-lihat sekitar sini saja mencari spot foto yang bagus" Jawab Risa dengan agak gugup.
" Kamu yakin gak kenapa-napa? " Tanya Kevin lagi memastikan.
" Gak papa mas, aku ke sana dulu sebentar ya. Mau beli minum" Ucap Risa mengalihkan pembicaraan.
" Mau mas temenin? " Tawar Kevin.
" Gak usah, mas temenin Kinar aja di sini. Aku gak akan lama kok" Risa pun berlalu meninggalkan Kevin yang masih berdiri mematung di tempat.
Risa berjalan cepat menjauh dari Kevin dan mencari tempat penjual minuman di sana. Tapi saat dia berjalan, ada seseorang yang menarik tangannya ke samping hingga dia terlonjak kaget.
" Apakah kamu mencariku Risa? " Suara pria itu menyadarkan Risa dari keterkejutan nya.
__ADS_1
Risa membolakan mata saat melihat Toni sedang memegang tangannya dan memandangnya sambil tersenyum. Dengan cepat Risa segera menarik tangannya dari cekalan Toni.
" Ngapain kamu di sini? kamu ngikutin aku? " Tanya Risa dengan sinis.
Tapi bukannya menjawab, Toni malah tertawa mendengar ucapan Risa.
" Hahahahaha, Risa... Risa, untuk apa aku mengikutimu. Mungkin kita memang jodoh sehingga selalu di pertemukan di tempat yang tidak kita duga sebelumnya" Ucap Toni dengan tersenyum misterius.
" Jangan bercanda kamu" Sarkas Risa.
" Untuk apa aku bercanda, aku juga kaget saat tahu kamu juga berada di tempat ini" Jawab Toni.
" Aku tidak tahu apa maksudmu melakukan semua ini, tapi aku sangat yakin kamu sedang merencanakan hal yang buruk untukku" Kata Risa dengan menekankan kata-katanya.
" Terserah apa katamu Ton, tapi yang pasti aku yakin sekali jika pertemuan kita ini bukan suatu kebetulan belaka" Risa segera berlalu meninggalkan Toni setelah dia selesai berbicara tanpa menoleh ke belakang sekalipun.
Sebenarnya dia begitu takut bertemu dengan Toni, tapi dengan sekuat tenaga dia mencoba untuk tidak terlihat takut di depan Toni.
Setelah membeli minuman, dia pun kembali lagi ke tempat Kevin dan Kinar bermain tadi. Dia memilih ikut duduk dengan Mama Sinta dan mami Ratna di kursi tunggu sambil memikirkan maksud dan tujuan Toni mengikuti nya.
" Apakah aku harus memberitahukan pertemuan ku dengan Toni kepada Kevin? " Batin Risa masih bergejolak.
" Kamu kenapa sayang? " Sapa Kevin yang menyadarkan Risa dari lamunannya.
" Mas, aku mau bicara sesuatu sama mas" Ucap Risa bermaksud memberi tahu Kevin.
__ADS_1
" Ada apa sayang? " Tanya Kevin sambil mengerutkan dahi.
" Mas, tadi aku bertemu.. " Tapi belum sempat Risa menyelesaikan kalimatnya, terdengar teriakan Kinar yang memanggil Kevin.
" Papa, cepetan sini" Kevin dan Risa pun menoleh bersamaan ke arah Kinar.
" Sebentar sayang" Ucap Kevin kepada Kinar.
" Kamu mau bicara apa tadi sayang? " Tanya Kevin kepada Risa.
" Kamu temani saja Kinar dulu mas, nanti kita bicara di hotel saja" Kata Risa pada akhirnya.
" Yasudah kalau begitu mas temani Kinar dulu, kita bicara lagi nanti" Kevin pun segera berlari menghampiri Kinar.
Setelah hari sudah sore, Risa dan yang lainnya pun memutuskan untuk kembali ke hotel. Selama perjalanan, Risa hanya diam saja hingga masuk ke kamar hotel.
" Kamu kenapa diam saja sayang? kamu sakit? " Tanya Kevin saat mereka berdua sampai di dalam kamar.
" Nggak papa mas, mungkin hanya capek. Kamu cepatlah mandi dulu biar aku siapkan baju ganti" Ucap Risa.
Sambil menunggu Kevin selesai mandi, Risa duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya. Hingga tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu. Risa pun segera beranjak membuka pintu karena mengira petugas hotel yang datang mengantarkan minuman pesanannya.
Tapi saat dia membuka pintu, dia tak menemukan siapapun di sana. Dia hanya melihat ada sebuah amplop coklat yang tergeletak di depan pintunya. Risa pun segera mengambil amplop itu dan membawanya masuk.
Begitu terkejutnya Risa saat melihat isi dari amplop itu hingga tanpa sengaja dia menjatuhkannya.
__ADS_1