Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 78


__ADS_3

Kevin menjadi tak berselera makan, akhirnya dia hanya memesan satu porsi nasi ayam betutu untuk Risa. Dia segera kembali ke ruangan setelah pesanan nya jadi karena tidak mau Risa menunggu terlalu lama.


" Kok cepet banget mas? " Tanya Risa heran setelah melihat Kevin sudah kembali ke ruang rawat Kinar.


" Tadi nggak terlalu rame jadi cepet bikin pesanan nya" Ucap Kevin sambil menyerahkan sebungkus makanan yang tadi dia beli ke pada Risa.


" Kok cuma satu? mas nggak makan? " Tanya Risa setelah membuka bungkusan yang di berikan Kevin dan ternyata hanya ada satu porsi nasi ayam betutu kesukaan nya.


" Tadi mas udah makan di sana sambil nunggu punya kamu di bikin" Jawab Kevin berbohong padahal tadi dia hanya memesan secangkir kopi saja.


" Ooh yaudah kalau gitu aku makan dulu ya mas" ucap Risa lalu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Aku keluar sebentar ya sayang, mau telfon klien" Kilah Kevin.


" Iya mas" Jawab Risa tanpa menoleh pada Kevin yang sudah berjalan keluar.


Kevin memilih pergi ke taman dan duduk di kursi yang paling ujung agar sepi dari pengunjung. Kevin mengeluarkan ponselnya dan mulai menghubungi relasi dan juga semua kenalan nya untuk meminta bantuan.


📱 " Halo pak selamat pagi, maaf boleh mengganggu waktunya sebentar?" ucap Kevin dengan sopan.


📲 " Ada apa ya ?" jawab orang di seberang dengan nada ketus.


📱 " Begini pak, kalau boleh apa bisa saya minta tolong kepada bapak untuk..." Tapi belum sempat Kevin menyelesaikan ucapan nya pihak lain sudah menyela ucapannya.


📲 " Maaf Pak Kevin, saya masih ada urusan. Nanti kita bicarakan lagi ya" Orang itu segera mematikan ponselnya.


Bukan hanya sekali ini saja pihak lain menolak membantu nya, tapi dari semua kenalan yang dia hubungi semuanya punya beragam alasan untuk menolak membantu Kevin.


Kevin yakin ini pasti ulah dari Ayah Sofia, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa jika mereka menolak membantunya.


" Sial!! semuanya pasti sudah mendengar tentang perusahaan Hartanto dan takut untuk membantuku" Maki Kevin dengan kesal.


Dia tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa, sudah tidak ada jalan keluar lagi baginya sekarang.

__ADS_1


" Apa aku harus mencabut tuntutan pada Sofia? " Gumam Kevin mulai bimbang.


Setelah merasa cukup tenang Kevin memutuskan untuk kembali ke dalam ruangan. Sesampainya di sana sudah ada mami papi dan juga mama mertuanya.


" Dari mana Vin? " Tanya papi Arya.


" Habis telpon Riza pi" Jawab Kevin sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa.


" Ad masalah di kantor? " Tanya Papi Arya dengan raut khawatir.


Kevin tidak tahu harus bagaimana sekarang, apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya kepada papinya di depan istri dan juga maminya.


" Iya pi, semua investor menarik kembali dana mereka dan semua klien juga membatalkan kerja sama secara sepihak" Kevin akhirnya memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya kepada semuanya dari pada mereka tahu dari orang lain.


Papi Arya dan yang lainnya nampak terkejut dengan apa yang baru saja Kevin sampaikan.


" Apa Vin?? " Teriak mami dan papi Arya secara bersamaan.


Sementara Risa dan mama Ratna hanya diam dan terperangah mendengar berita yang di barikan Kevin ini.


" Sudah pi, tapi mereka tetap kukuh ingin memutuskan kerja sama dengan perusahaan Kevin" Jelas Kevin dengan lesu.


" Kita harus tenang dan fikirkan masalah ini dengan kepala dingin. Kita cari solusi dan jalan terbaiknya apa yang harus kita ambil" kata papi Arya.


" Kita harus secepatnya kembali ke jakarta pi, karena Riza tidak mungkin bisa mengatasi masalah ini sendiri" ucap Kevin.


" Tapi bagaimana dengan Kinar? " Tanya mami Ratna.


" Kevin tadi sudah bicara dengan dokter dan dokter memperbolehkan Kinar untuk pulang" ucap Kevin.


" Baiklah, papi akan segera urus kepulangan kita sore nanti" Papi Arya pun segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi bawahannya untuk memesan tiket kepulangan mereka ke Jakarta.


Mereka pun segera mengurus kepulangan Kinar secepatnya agar tidak ketinggalan pesawat sore nanti. Jadwal penerbangan mereka pukul empat sore nanti.

__ADS_1


" Kita akan pulang ke Jakarta ma? " Tanya Kinar saat Risa membantu nya mengganti pakaiannya.


" Iya sayang papa kan harus kerja jadi kita pulang sore nanti, Kinar mau kan pulang ke rumah" Tanya Risa balik.


" Mau banget ma" Teriak Kinar kegirangan.


Risa tersenyum melihat Kinar bisa ceria kembali dan tertawa dengan lepas. Risa mengusap pucuk kepala Kinar dengan penuh kasih sayang dan di balas senyuman manis oleh Kinar.


.


.


Kini mereka telah sampai di bandara dan menunggu jadwal penerbangan pesawat menuju ke bandara. Kinar terlihat sedang bercanda dengan oma dan juga neneknya sedang Kevin dan Risa duduk agak jauh dari mereka.


" Sayang, boleh mas bertanya sesuatu? " Tanya Kevin.


Risa yang tengah menyandarkan di pundak Kevin pun mendongak menatap wajah Kevin dengan penasaran.


" Mau nanya apa mas? " Risa balik menanyai Kevin.


" Jika seandainya nanti mas bangkrut dan tidak punya apa-apa lagi, apakah kamu masih mau berada di sampingku dan berjuang dari awal lagi dengan ku? " Tanya Kevin dengan serius.


Raut wajah Risa seperti terkejut saat mendengar ucapan Kevin, Kevin pun sesaat menjadi panik karena takut Risa akan meninggalkan nya dan tidak mau hidup susah dengannya. Melihat Kevin yang seperti putus asa Risa pun tersenyum dengan lebar sambil menggenggam tangan Kevin.


" Aku menikah dengan mas bukan karena mas memiliki banyak uang, aku tulus mencintai dan menyayangimu juga Kinar. Aku tidak perduli walaupun mas tidak punya apa-apa lagi, cintaku sama mas akan sama besarnya sampai kapanpun"


Kevin tersenyum senang mendengar jawaban dari istrinya itu, Jika itu wanita lain pasti mereka akan lebih memilih meninggalkannya daripada harus hidup susah dengan nya.


" Terima kasih sayang karena sudah mau tetap berada di samping ku" Kevin membelai pipi Risa dengan tangan nya.


" Aku akan selalu mendukung apapun yang akan mas lakukan dan membantu sekuat tenaga ku" lirih Risa.


Risa pun menyandarkan kepala nya lagi di pundak Kevin yang di balas pelukan hangat oleh Kevin. Risa merasa beruntung karena bisa menjadi istri Kevin yang baik dan penyayang itu.

__ADS_1


Teringat saat Risa kecelakaan Kevin selalu ada di samping Risa dan memberikan semangat padanya. Bahkan saat tahu dia akan sulit mendapatkan keturunan darinya, kasih sayang dan cintanya tidak berubah sedikitpun pada Risa.


Jadi mana mungkin Risa tega meninggalkan Kevin saat dia terpuruk dan membutuhkan semangat dan dukungan darinya. Dia tidak akan tega melakukan hal sejahat itu mengingat kebaikan yang Kevin berikan padanya.


__ADS_2