Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Berangkat ke kantor bersama


__ADS_3

Pukul 07.00 pagi Risa sudah siap di depan rumah di temani sang mama hendak berangkat ke kantor. Tiba-tiba sebuah Sedan hitam berhenti di depan rumah.


" Siapa itu ris? " tanya mama Sinta.


" kayak mobil papanya kinar ma"


Benar saja, tak lama kemudian tampak kinar turun dari mobil dan berlari ke arah risa di susul kevin yang turun dari mobil.


" Tante cantik,.... " ucap kinar memeluk risa.


" Cium tangan nenek dulu dong sayang" Suruh kevin pada kinar. Lalu kinar mencium tangan mama Sinta.


"Maaf ya tante, risa,. ini tadi kinar rewel mau berangkat sekolah di anterin sama risa katanya" Kevin tak enak karena sudah mengganggu risa pagi-pagi.


" Tapi saya kan bawa motor vin," jawab risa.


" Kamu berangkat sama saya aja ke kantor, nanti pulangnya aku anterin lagi". kevin memberi solusi.


" Udah risa, kamu berangkat sama nak kevin saja. kasihan kan kinar" mama sinta membujuk risa agar mau berangkat dengan kevin.


"ayoo dong tante risa, kinar kan pengen ngerasain berangkat sekolah di anterin sama mama gimana rasanya. Biar kinar gak di ejek temen-temen kinar karena gak punya mama" Ucap kinar sendu membuat hati risa tersentuh.


" Iya sayang tante bakal anterin kinar kok. udah dong jangan sedih lagi. sini peluk tante"


"Yeeeyy asyiiik, tante risa mau nganterin kinar ke sekolah" Rona bahagia langsung terpampang di wajah kevin dan kinar.


" kalau begitu ayo kita berangkat sekarang, keburu siang" ajak kevin lalu berpamitan pada mama Sinta.


" Hati-hati di jalan ya" mama Sinta melambaikan tangan pada mereka.


Di mobil, kinar begitu bahagia bercanda gurau dengan risa. hingga tak terasa kini sudah sampai di depan sekolah kinar. kinar dan risa turun dari mobil bersamaan dengan kevin.


" makasih ya tante sudah mau nganterin kinar sekolah" ucap kinar lalu mencium pipi risa dan di balas ciuman di pipi kinar oleh risa.


" mentang-mentang ada tante risa papa di lupain nih" kevin berpura-pura cemberut pada sangat putri.


" Udah bosen sama papa, kan tiap hari juga papa yang anterin kinar" kevin melotot mendengar jawaban sang putri di ikuti gelak tawa dari risa dan kinar.


" kinar.. kamu di anterin siapa? " Tanya seorang teman kinar yang baru datang.

__ADS_1


" Di anterin mama aku dong, aku gak bohong kan. aku beneran punya mama" jawab kinar dengan bangganya.


" Udah sayang cepetan masuk, nanti telat" Suruh risa pada kinar.


"oke, kinar masuk dulu ya tante, pa"


Setelah mencium pipi mereka, kinar berlari masuk ke kelas sementara risa dan kevin berangkat ke kantor.


" saya berhenti di sini aja vin, gak enak kalau di lihat karyawan yg lain" saat di persimpangan jalan tak jauh dari kantor, risa meminta kevin untuk menghentikan mobil.


" kamu yakin mau turun di sini? " tanya kevin setelah menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


" iya, lagian gak jauh juga kok dari kantor. saya jalan aja dari pada jadi bahan gosip orang-orang kantor. saya belum siap di labrak sama para fans kamu vin"


"Fans saya? kamu kira saya artis apa? "


" Emangnya cuma artis doang yang punya fans. penggemar kamu juga banyak kali di kantor. secara kamu kan ganteng banget tajir lagi. siapa juga yang gak suka"


" Ooh saya ganteng ya. jadi kamu juga suka sama saya dong? " pertanyaan kevin membuat risa gelagapan dan salah tingkah. pipinya memerah seperti memakai blush on, tak tau harus menjawab apa. kalau boleh jujur dia emang suka sama kevin. tapi kan dia tau diri cuma karyawan biasa. mana mungkin berani naksir sama pemilik perusahaan.


Tanpa menjawab risa langsung membuka pintu dan kabur begitu saja. sementara kevin tertawa melihat risa yang tampak sangat lucu itu. lalu melajukan mobil menuju kantor.


Sementara risa sudah berjalan menuju kantor yang tinggal beberapa meter jauhnya.


" Ngapain lagi lo ke sini? " tanya risa dengan nada kasar.


" Ris, aku bisa jelasin masalah kemarin. semua salah paham ris, itu nggak seperti yang kamu lihat" bela Toni.


" semua yang aku lihat udah cukup jelas ton, gak ada yang perlu kamu jelasin lagi. sekarang kita sudah gak ada hubungan apa-apa lagi. jadi sekarang mending kamu pergi dari sini sebelum aku panggilin satpam" ancam risa.


Sebelum toni sempat menjawab, risa sudah berjalan masuk ke dalam kantor. mau tak mau dia harus pergi karena pasti dia tak akan di perbolehkan masuk ke sana oleh penjaga keamanan.


Sesampainya di ruangan risa membanting tas nya di meja hingga membuat salsa dan yang lainnya tersentak kaget.


" Yaelah ris, lu kenapa sih pagi-pagi udah banting barang kayak gitu. kesurupan lu" Tanya salsa yang heran melihat ulah sahabat nya itu.


" Tu si Toni tadi nyamperin gue ke kantor. bikin badmood aja deh." jawab risa jengkel.


" Sialan si toni, berani banget dia nyamperin ke sini. kalau ketemu dah gue gibeng tu orang" salsa berbicara sambil mengepalkan tangan geram dengan mantan pacar sahabatnya itu.

__ADS_1


"Dahlah gak usah di bahas lagi, bikin semangat ilang aja" risa berdiri dari kursinya dan berjalan ke luar.


" mau ke mana lagi lu ris? "


" bikin kopi, mau gak gue bikinin sekalian!! "


" Mau banget dong kayak biasanya ya"


" siiip...!!! " jawab risa sambil berlalu menuju pantry.


Saat akan masuk ke ruang pantry, risa berpapasan dengan kevin.


" mau ngapain ris? " tanya kevin.


" mau bikin kopi pak" jawab risa dengan menggunakan panggilan formal karena berada di kantor


" Kebetulan saya juga lagi pengen minum kopi, buatkan saya sekalian ya. nanti anterin ke ruangan saya, Terima kasih" Tanpa menunggu risa mengiyakan permintaanya kevin sudah berlalu pergi. Risa pun membuatkan kopi yang di minta kevin itu sekalian punya dia dan salsa.


Setelah jadi risa mungantarkan kopinya dan salsa dulu lalu mengantarkan milik kevin ke ruangannya.


" kok lo bikin 3 sih ra, buat siapa lagi yang satu? " tanya salsa yang melihat risa membawa 3 cangkir kopi.


" Buat pak kevin tadi dia minta di buatkan sekalian" jawab risa sambil berlalu menuju ruangan kevin.


Saat sampai di depan ruang kevin, risa di berhentikan oleh Rena sekertaris kevin.


" Mau ngapain kamu ke sini? " ucap sekertaris itu dengan nada kurang bersahabat.


" maaf Bu, tadi pak kevin meminta saya untuk membuatkan kopi. dan sekarang mau saya antarkan ke ruangan pak kevin" Risa menjawab dengan sopan walaupun hatinya dongkol dengan sikap sekertaris kevin itu.


" yaudah jangan lama- lama dan jangan godain pak kevin. dia itu punya saya"


Rena selalu saja bersikap jutek pada risa karena tau kinar anak kevin begitu dekat dengannya. Dia juga selalu bilang kalau dia itu adalah calon pacar kevin. padahal kevin juga bersikap biasa saja dengan dia.


Tok... tok.. tok...


" masuk" jawab kevin dari dalam saat risa mengetuk pintu.


Ini bukan kali pertama risa masuk ke ruangan kevin. dia sering ke sana saat mengantarkan kinar setelah selesai bertemu dengannya. tapi mengingat kejadian di mobil tadi membuat risa jadi malu untuk bertemu kevin.

__ADS_1


Dengan mengumpulkan keberanian risa membuka pintu itu dan masuk ke dalam.


" ini kopinya pak, saya permisi" Tapi belum sempat risa berjalan, tangannya sudah di cekal oleh kevin.


__ADS_2