Tante Cantik Calon Mamaku

Tante Cantik Calon Mamaku
Bab 51


__ADS_3

" Iya juga sih, lagian aku masih bisa hamil lagi nanti kan mas". Ucap Risa bahagia tapi berhasil membuat hati kecil kevin seperti tertusuk.


" Kenapa mas malah bengong? " Tanya Risa saat tak mendapat jawaban dari Kevin.


" Ooh iya sayang, pasti". Jawab Kevin gugup.


" Kenapa mas jadi panik begitu? ada apa mas" Risa mulai curiga dengan tingkah Kevin.


" Nggak sayang, mas cuma kelelahan saja. Kita istirahat saja yuk". Ucap Kevin mengalihkan perhatian.


Semalaman Kevin tidak bisa tidur mendengar ucapan Risa, dia terlalu khawatir hingga sulit memejamkan mata. Saat adzan subuh, Kevin bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan bersiap melaksanakan sholat subuh. Hanya dengan Tuhan dia bisa membagi keluh kesahnya dan mengungkapkan segala keresahan hatinya. Setelah itu, dia berganti pakaian olahraga dan keluar untuk jogging di sekitar rumah.


Risa yang telah bangun meraba di sampingnya dan tidak menemukan keberadaan Kevin di sana. Dia pun membuka matanya dan duduk bersandar di ranjang.


" Kemana mas Kevin pergi sepagi ini? kenapa dia tidak membangunkanku". Gumam Risa.


Dia pun bangkit dari ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat dia keluar dari kamar mandi, dia melihat Kevin sudah berada di dalam kamar dan berjalan mendekatinya.


" Kenapa kamu pergi ke kamar mandi sendiri sayang? kenapa tidak menungguku dulu? ". Tanya Kevin khawatir.

__ADS_1


" Aku tidak melihatmu saat membuka mata, itu sebabnya aku pergi sendiri". Jawab Risa.


" Aku pergi keluar untuk jogging sebentar sayang".


" Kenapa kau tidak membangunkanku terlebih dahulu? " Tanya Risa dengan cemberut.


" Maaf sayang, tadi aku lihat kau tidur dengan sangat pulas. Jadi aku tidak tega buat membangunkanmu".


" Baiklah, sekarang mas mandi dulu. Aku akan menyiapkan baju kerja untukmu"


" Aku tidak ingin pergi bekerja, aku ingin menghabiskan waktu ku denganmu di rumah". Ucap Kevin sambil menarik tubuh Risa ke dalam dekapannya.


" Hei, apa kau lupa bahwa suamimu ini adalah pemilik perusahaan? Tidak akan ada yang berani mengurangi gajiku walau aku tidak berangkat ke kantor selama seminggu bahkan sebulan". Tukas Kevin.


" Karena kau pemilik perusahaan, harusnya kamu sadar bahwa banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya di bawah perusahaanmu".


" Baik lah, aku akan berangkat kerja. Aku tidak akan pernah menang jika harus berdebat denganmu". Ucap Kevin sambil berlalu ke kamar mandi.


Setelah Kevin selesai bersiap, mereka turun ke bawah bergabung dengan yang lain untuk sarapan.

__ADS_1


" Kamu sudah mau ke kantor vin? ". Tanya mami Ratna saat melihat Kevin sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


" Iya mi, bos besar tidak mengizinkan aku untuk libur hari ini". ucap Kevin sambil melirik Risa.


" Mas... "


" Iya iya, aku yang ingin pergi sendiri". Sela Kevin memotong ucapan Risa.


Semua yang ada di sana hanya tertawa melihat interaksi antara Kevin dan Risa, termasuk mama Sinta. Dia begitu bersyukur karena Risa memiliki suami yang begitu menyayangi nya, bahkan mertuanya pun menganggap Risa seperti anak mereka sendiri dan tidak membedakan kasih sayang antara Kevin dan Risa. Dan tentu saja ada Kinar yang tidak kalah sayang dengan Risa sebagai mama sambungnya.


Mereka memakan sarapannya dengan canda tawa di meja makan. Sudah lama sekali mereka tidak berkumpul bersama menikmati sarapan bersama. Hingga tidak ada dari mereka yang berniat untuk meninggalkan meja makan.


" Papa, apakah papa tidak akan mengantarku ke sekolah? ". Ucap Kinar yang melihat papanya masih sibuk makan.


Mereka semua pun berhenti dan melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 07.20 WIB.


" Ooh iya sayang, papa lupa kalau harus mengantarkanmu ke sekolah". kata Kevin mereka bersalah pada putrinya.


" Selalu seperti itu, kalau saja mama tidak sakit pasti Kinar sudah di antar sama mama". ucap Kinar merajuk. Mereka pun tertawa melihat tingkah Kinar yang begitu menggemaskan saat ngambek.

__ADS_1


__ADS_2