
Melihat wajah Risa yang serius, Salsa pun diam dan bertanya lagi pada Risa.
" Elo seriusan tadi Ris? "
" Menurut elo? " Jawab Risa dengan datar.
"Gue nggak mimpi kan Ris? " Tanya Salsa.
Risa pun mencubit lengan Salsa yang membuat dia kesakitan.
" Aaauuuu sakit Ris" ucap Salsa sambil mengelus lengan nya yang di cubit Risa.
" Biar sadar kalau elo nggak mimpi" jawab Risa.
" Gue nggak nyangka kalau sahabat gue ini ternyata keturunan Sultan, gak sia-sia dong gue setia jadi temen elo Ris" Kata Salsa dengan mata berbinar.
" Lah apa hubungan nya? " Tanya Risa.
" Siapa tau gue kecipratan sedikit harta elo Ris, gue nggak bakalan nolak kok. Apalagi kalau elo ngasih gue kerjaan di Narendra, sebagai manager aja gue udah seneng kok" Harap Salsa.
" Enak aja lo, elo mau ninggalin perusahaan suami gue? " kata Risa dengan melirik tajam pada Salsa.
" Hahahaha gue becanda doang kali, gue gak akan ninggalin kantor suami elo kok. Lagian gue yakin dengan kerja sama antara Dirgantara dan Narendra akan berdampak positif untuk perkembangan perusahaan. Sekarang aja udah mulai banyak perusahaan yang meminta kerja sama dengan Dirgantara" Ucap Salsa.
" Seriusan lo dampak nya sampai sebesar itu? " Risa kaget.
" Iya dan elo tahu nggak, perusahaan yang kemarin membatalkan kontrak sepihak dengan Dirgantara sekarang memohon-mohon supaya bisa menjalin kerja sama lagi. Tapi di tolak mentah-mentah sama pak Kevin"
" Biar tahu rasa mereka, biar nggak semena-mena lagi ke depan nya" ucap Risa.
" Gue nggak yakin kalau ada kesempatan buat kedepannya untuk semua perusahaan itu"
Risa langsung menoleh dan menatap Salsa dengan wajah bingung nya.
" Jangan bilang kalau elo juga nggak tahu sama apa yang terjadi dengan perusahaan itu? " Tanya Salsa yang di jawab gelengan kepala Risa.
__ADS_1
" Yaelah, elo tahu nya apa sih. Masa hal kayak gini aja elo nggak tahu, emang apa yang lo kerjain di Narendra? " cibir Salsa.
" Ya gue kan nggak ngurusin hal kayak gitu" ucap Risa.
" Narendra udah buat pengumuman memasukkan daftar hitam pada perusahaan yang pernah batalin kerja sama dengan Dirgantara kemarin karena sekarang kan Dirgantara udah jadi anak perusahaan Narendra" jelas Salsa.
" Oooh jadi gitu" Risa hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Salsa.
" Jadi elo beneran nggak tahu? " Salsa tidak percaya.
" Ya enggak lah, gue juga baru hari ini ke kantor buat belajar sama eyang gue. Kalau urusan kayak gitu kan ada asisten gue yang urus, mungkin eyang yang meminta" tutur Risa.
Risa dan Salsa membicarakan banyak hal mulai dari teman mereka hingga hal-hal random saat mereka masih kuliah dulu.
Cukup lama mereka berdua menunggu di depan ruang UGD, hingga seorang dokter keluar dari sana.
" Keluarga dari nona Sonia? " panggil dokter itu.
Risa dan Salsa pun segera mendekat ke arah dokter itu.
Dokter itu pun memandang mereka berdua secara bergantian seperti enggan memberi tahu kan keadaan Sonia pada Risa dan Salsa.
" Saya sudah tahu keadaan nya dok, apakah Sonia dan kandungan nya baik-baik saja? " Ucap Risa dengan pelan.
Sementara Salsa membelalak kan matanya dan memandang Risa seperti meminta penjelasan tentang kebenaran ucapan Risa barusan . Tapi Risa hanya mengangguk kan kepala sebagai jawaban.
" Keadaan nona Sonia sekarang sudah cukup stabil dan sudah melewati masa kritis nya tetapi janin yang ada di kandungan nya tidak bisa di selamat kan karena memang masih terlalu rentan mengingat usia nya yang masih rentan" Jelas Dokter.
" Apakah kami sudah bisa menemui Sonia dok? " Tanya Risa lagi.
" Sebentar lagi pasien akan di bawa ke ruang perawatan, kalian bisa menemui nya tapi hanya sebentar saja karena pasien masih butuh banyak istirahat" Jawab dokter.
" Terima kasih dok" ucap Risa dan Salsa bersamaan.
" Sama-sama, kalau begitu saya pergi dulu"
__ADS_1
Setelah kepergian dokter itu, tidak lama dua orang suster keluar sambil mendorong brankar yang di tempati Sonia. Risa dan Salsa pun mengikuti suster itu hingga ke dalam sebuah ruang perawatan.
Risa dan Salsa duduk di sofa yang ada di dalam ruang perawatan dengan diam karena tidak mau mengganggu istirahat Sonia. Hingga sepuluh menit kemudian Sonia terbangun dari tidur nya.
" Sonia... "
Risa dan Salsa pun mendekat ke arah ranjang Sonia.
" Kamu udah bangun Nia, gimana perasaan kamu? apakah ada yang gak enak? nanti biar aku panggilin dokter" Ucap Risa.
Sonia menoleh pada Risa sekilas lalu membuang muka karena tidak mau melihat Risa.
" Keluar dari sini" Ucap Salsa dengan sinis.
" Maafin gue Sonia, gue khawatir sama keadaan elo" Risa masih mencoba berbicara dengan Sonia.
" Elo puas sekarang lihat keadaan gue yang hancur kayak gini? elo seneng kan karena untuk kesekian kali nya gue kalah sama elo? " Raung Sonia.
Salsa mencoba mendekat dan menenangkan Sonia yang sedang mengamuk.
" Gue sahabat elo Nia, sampai kapan pun juga gue tetep akan jadi sahabat elo. Gue nggak pernah menganggap elo atau siapa pun sebagai saingan gue. Gue juga sakit hati waktu denger elo di kata-katain sama Roger, gue juga khawatir waktu elo pergi dari kantor dengan keadaan kayak gitu"
" Tapi gue nggak bisa ngelakuin apa-apa saat itu karena gue yakin elo nggak bakal mau nerima bantuan dari gue, itu sebab nya gue nyuruh Salsa buat nyusulin elo" Risa mencoba menjelaskan pada Sonia.
Melihat Sonia yang hanya diam, Risa pun mendekat dan menggenggam tangan nya. Pandangan mata Sonia kosong dan hanya air mata yang keluar dari pelupuk matanya.
" Gue sayang sama elo Nia, gue nggak pernah nganggap elo sebagai musuh gue sama sekali. Tapi gue juga nggak mau hidup elo hancur hanya demi laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti Roger. Dia itu hanya main-main aja sama elo, dan selama nya gak akan pernah mau nikahin elo apalagi sampai ninggalin istrinya"
Sonia menatap tajam pada Risa saat mendengar Risa berbicara tentang Roger yang tidak mau menikahi nya.
" Roger bisa jadi Manager di sana karena ayah mertuanya punya saham di Narendra, kalau dia sampai ninggalin istrinya elo pasti tau kan apa yang akan terjadi selanjutnya? " Risa segera menjelaskan karena takut Sonia salah paham lagi pada nya.
" Elo masih muda Nia, masa depan elo masih panjang. Jangan sia-sia in waktu elo buta lelaki bre**** seperti Roger"
Tangis Sonia pun pecah mendengar ucapan Risa, dia kini sadar telah salah mengira pada Risa. Dia pikir tadi di kantor Risa mau mempermalukan nya, tidak di sangka bahwa apa yang Risa lakukan semata-mata karena dia perduli pada nya.
__ADS_1
" Maafin gue Risa!!! ".